Home » , » Kota Sungaipenuh, Kota Mati di Malam Hari

Kota Sungaipenuh, Kota Mati di Malam Hari

Written By jambipos-online on Tuesday, November 14, 2017 | 20:38

Salah satu kamar hotel yang tempat tidurnya ambruk dan diperbaiki oleh tamu hotel di Kota Sungaipenuh, 9 Nov 2017.
Jambipos Online, Jambi-Kini usia Kota Sungaipenuh sudah genap 9 tahun pada 8 November 2017. Kota pemekaran dari Kabupaten Kerinci ini tampaknya belum mampu untuk diberikan label sebagai kota wisata di Provinsi Jambi. Bahkan Kota Sungaipenuh belum mampu sebagai kota persinggahan setelah pengunjung menikmati panorama alam Kerinci. Bahkan Kota Sungaipenuh hamper mirip sebagai kota mati di malam hari.

Pengamatan Jambipos Online sejak Selasa-Jumat (7-10 November 2017) di Sungaipenuh, Kota Sungaipenuh belum tampak dan belum bisa dirasakan pengunjung sebagai kota wisata. Sarana pendukung wisata, seperti hotel, kuliner hingga alat transportasi masih sangat minim. 

Di Kota Sungaipenuh sangat jarang dijumpai kuliner “Pecal Lele” dan kuliner lainnya saat malam hari. Bahkan untuk belanja kebutuhan pribadi bagi pengunjung sangat sulit menemukan retil sejenis Alfamart dan Indomaret.

Tak hanya itu, kondisi sebagian hotel juga belum dikelola pihak pemilik hotel secara professional. Masih ada hotel melati yang hanya menyediakan kamar tanpa selimut dan sabun dan handuk. Bahkan untuk sarapan pagi para tamu hotelpun sangat sulit. 

Dibidang transportasi, di Kota Sungaipenuh minim sekali. Kalaupun ada ojek konfensional hanya berada dipusat kota tertentu saja. Transporasi umum tidak menjangkau seluruh jalan protocol di Kota Sungaipenuh termasuk depan Polres Kerinci.

Mungkin untuk menghadirkan transportasi online di Kota Sungaipenuh tampaknya sangat sulit mengingat perizinan dari pemerintah setempat yag sulit dan masyarakat setempat belum iklas untuk menerima perubahan zaman, terkhusus teknologi.

Pengunjung yang menghabiskan waktunya di Kabupaten Kerinci, sangat sulit untuk memilih Kota Sungaipenuh untuk tempat beristirahat. Kebanyakan wisatawan di Kabupaten Kerinci bukan menginap di Kota Sungaipenuh, namun lebih memilih menginap di penginapan alam bebas di obyek wisata Aam Kerinci.

Bicara soal malam hari, Kota Sungaipenuh ibaratkan kota mati saat malam hari tiba. Pusat keramain hanya ada disaat ada pasar malam di suatu tempat. Bahkan aktifitas warga pukul 20.00 WIB sudah senyap. Kapan Kota Sungaipenuh bisa menyandang lebel Kota Wisata di Provinsi Jambi? (JL-Lee)       
Salah satu kamar hotel yang tempat tidurnya ambruk dan diperbaiki oleh tamu hotel di Kota Sungaipenuh, 9 Nov 2017.

Kota Sungaipenuh pagi hari, 9 Nov 2017. Photo: Asenk Lee Saragih

Kota Sungaipenuh pagi hari, 9 Nov 2017. Photo: Asenk Lee Saragih

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos