Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


H Abdullah Sani Resmi Daftar di PDIP

Abdullah Sani Saat Ambil Formulis di DPC PDIP Kota Jambi, Senin (12/6/2017).IST
Jambipos Online, Jambi-H Abdullah Sani yang kini menjabat Wakil Walikota Jambi secara resmi telah mengambil formulir pendaftaran calon walikota Jambi di kantor DPC Kota Jambi di Thehok, Kota Jambi, Senin (12/6/2017). 

Abdullah Sani didampingi puluhan timnya dari Wisnu Murti dan komunitas lainnya. Tampak juga sejumlah Anggota Fraksi PDI Perjuangan dari DPRD Kota Jambi. Kedatangan Abdullah Sani langsung menandatangani sejumlah berkas yang diberikan ketua Tim Penjaringan Sutiyono. 

Abdullah Sani mengambil formulir sebagai bakal calon (Balon) Walikota Jambi. Ketua penjaringan pendaftaran calon PDI-Perjuangan, Sutiono, mengatakan, sesuai dengan mekanisme, Panitia memberi kesempatan kepada Bakal Calon yang akan usung untuk mengembalikan formulir pada tanggal 13-20 Juni 2017. 

Setelah tahapan verifikasi, Panitia akan serahkan ke DPD PDIP Pusat untuk di proses. Abdullah Sani juga didampingi sejumlah tokoh masyarakat Kota Jambi dan sejumlah Ormas di Kota Jambi saat pengambilan formulir tersebut. 

PDIP Solid Dukung Abdullah Sani 

Terpisah, Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Jambi, Junaidi Singarimbun secara tegas mengatakan, kalau PAC PDIP solid untuk mendukung Abdullah Sani maju di Pilkada Kota Jambi. 
 
Jikalaupun ada kader PDIP yang membuat opini publik lain dari kebijakan partai, seharusnya setiap keputusan diambil lewat mekanisme rapat, tidak dapat dibawa mengatasnamakan organisasi. 

Kata Junaidi Singarimbun, terkait adaya romor pernyataan Ketua Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi DPC PDI-P Kota Jambi, Zaini, dengan menyebutkan pengurus di 8 PAC PDI-P dan pengurus di 62 Ranting PDI-P, akan meninggalkan PDI-P jika mengusung Abdullah Sani sebagai calon Walikota Jambi periode 2018 – 2023, hal itu tidak benar. 

Kata Junaidi Singarimbun yang juga Wakil Ketua DPD PDI-P Provinsi Jambi, tidak pernah sama sekali adanya rapat yang membahas adanya 8 PAC dan 62 Ranting PDI-P yang akan keluar jika partainya itu mengusung Abdullah Sani. 

“Sikap yang dilakukan Zaini, merupakan keputusan pribadinya yang mengatakan akan keluar dari ‘kandang banteng’ jika PDI-P mengusung Abdullah Sani. Tetapi kami diigatkan, jangan bawa–bawa organisasi sebelum adanya keputusan rapat soal itu,” katanya. 

Kata Junaidi Singarimbun, secara pribadi keputusan itu silahkan saja dilakukan. Tetapi, jangan bawa –bawa yang mengataskan organisasi dengan menyebutkan PAC dan Ranting PDI-P itu. 

Menyangkut persoalan Zaini, lanjut Junaidi Singarimbun, pihak organisasi akan menggelar rapat dalam waktu dekat, dan apapun nanti keputusan terkait sikap Zaini itu kita akan patuh sebagai kader militan PDI-P untuk mengikuti keputusan itu. 

Katanya, sikap Zaini tidak relevan karena sampai saat ini pendaftaran calon kepala daerah, seperti calon Walikota Jambi, calon Bupati Merangin, dan calon Bupati Kerinci, masih berlangsung yang dibuka sejak, Senin 6 Juni 2017 dan akan ditutup pendaftarannya 20 Juni 2017. 

Disebutkan, hasil penjaringan mutlak menjadi keputusan DPP PDI-P. Soal siapa nanti yang akan direkomendasikan untuk diusung, dan selanjutnya kader PDI-P akan menuruti hasil keputusan itu di daerah. 

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jambi Edi Purwanto menegaskan, sampai saat ini dukungan dari internal partai terhadap calon Walikota Jambi Abdullah Sani cukup kuat dan solid. 

Dikatakan, kalau ada kader PDI-P yang merasa menentang jika PDI-P nanti mengusung Abdullah Sani, tentu sikap itu tidak akan berpengaruh karena siapa pun nanti yang diusung maju sebagai calon kepala daerah, seperti di Pilwako Jambi, Pilbup Kerinci dan Pilbub Merangin, tentunya merupakan keputusan partai yang dilakukan DPP PDI-P. 

“PDI-P tidak mengenal sikap kader yang mengancam untuk meninggalkan partai ini. PDI-P hanya mengenal sikap ‘Taat Nurut Instruksi’ (TNI). Artinya, kalau sekarang ada kader PDI-P yang mencoba melawan sikap TNI PDI-P, tentunya dianggap adanya kader yang sedang marah. Ya, silahkan saja marah. Tetapi ingat ketika DPP PDI-P sudah mengeluarkan rekomendasinya untuk menunjuk calon yang akan diusung, jangan coba – coba melawan, kalau masih kondisi seperti sekarang ini silahkan saja,” ujar Edi Purwanto. 

Disebutkan, terkait ancaman Zaini itu, kata Edi, selagi rekomendasi DPP PDI-P belum ada silahkan karena masih dianggap kader yang sedang marah. Soal apa marahnya jelas kita tidak tau. 

“Tetapi yang jelas, PDI-P akan mengambil sanksi tegas jika ada kader yang melawan instruksi setelah rekomendasi diterbitkan DPP PDI-P. Tetapi yang jelas kader PDI-P Kota Jambi cukup solid dan kuat untuk memenangkan Abdullah Sani, dengan demikian tentu tidak mungkin ada kader seperti dikatakan Zaini itu akan keluar,” tegas Edi Purwanto. 

Kata Edi Purwanto, PDI-P akan bekerja sekuatnya untuk memenangkan pemilihan kepala dan wakil kepala daerah di tiga daerah di Provinsi Jambi tahun 2018. (JP-Lee)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar