Home » , , , » Dua Tahun Penggayuh Sepeda Temui Zumi Zola

Dua Tahun Penggayuh Sepeda Temui Zumi Zola

Written By jambipos-online on Wednesday, May 3, 2017 | 10:46



Jambipos Online, Jambi-Manusia besi. Inilah yang patut dialamatkan kakek bernama Raden Andik Jaya Perwira (74), seorang penggayuh sepeda yang mengelilingi Indonesia. 

Selama dua tahun menggoes sepedanya dan sudah 31 Provinsi dan 370 kabupaten kota yang ada di Indonesia disinggahinya. Dari Sabang sampai Merauke kekek ini mengelilingi naik sepeda. 

Raden Andik Jaya Perwira mengunjungi Gubernur Jambi H Zumi Zola juga sempat memakai lacak Jambi. Dia tiba dengan bersepeda kesayangannya dengan hiasan Bendara Merah Putih. 

Kakek ini berkeliling Nusantara saat ini berada di Kota Jambi -Provinsi Jambi. Kedatangan Raden disambut hangat oleh Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli, dilanjutkan dengan diskusi ringan serta foto bereng.  


Kunjungi 31 Provinsi

Raden Andik Jaya Perwira (74), punya cara unik menghabisi masa tuanya. Berbekal sebuah sepeda, Kang Andik ini—begitu dia disapa, berkeliling nusantara dari sabang sampai merauke. Apa yang dicari?
Kamis pekan lalu, Kang Andik sampai di Jambi. 

Ia sudah melakukan perjalanan panjang, dari tanah kelahirannya di Banten. Ya, kang Andik merupakan kumpulan orang-orang unik yang suka petualangan. Namun, petualangan kang Andik ini adalah keliling Indonesia menggunakan sepeda ontel.

Ditemui Jambi Independent, Kang Andik bercerita ihwal perjalanannya itu. “Saya memulai perjalanan sejak 16 September 2014 lalu,”singkatnya saat ditemui dihalaman parkir Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, seperti dikutip dari www.jambi-independent.co.id, Jumat.

Terhitung, Kang Andik sudah melakukan perjalanan selama 2 tahun 7 bulan. Sedikitnya 31 Provinsi dan 370 kabupaten/kota telah ia singgahi. Perjalanan diawali dari tanah kelahirannya menuju Timur Indonesia (Lintas Jawa-Bali, Lintas Nusa Tenggara, Timor Leste, Lintas Sulawesi, Lintas Maluku, Lintas Papua). 

Kemudian kembali mengarah ke Barat Lintas Kalimantan dan Lintas Sumatera. Tentunya, perjalanan yang ditempuh banyak tantangan. Mulai dari ban pecah ditengah hutan, kehabisan bekal dan kehujanan ditengah jalan. Ia memanfaatkan SPBU untuk tempat istirahat. Di Jambi, ia juga memanfaatkan SPBU untuk istirahat mengembalikan tenaga. Perjalanan itu ia nikmati, dilakukan dengan penuh keikhlasan. Lalu apa motivasinya?

“Saya ingin menyapa teman-teman alumni sekolah kehutanan. Karena saya alumni SKMA bogor angkatan 1964. Selain itu, saya ingin bertemu rimbawan diseluruh Indonesia dan berdikusi dengan mereka tentang bagaiman menjaga dan mengelola hutan secara lestari. Itu saja,”jelasnya.

Makanya, tak heran sampai didaerah ia pasyti mampir ke kantor dinas kehutanan. Selama diperjalanan, ia juga mencatat kondisi hutan yang dilewati. Catatan itu, nantinya akan ia bukukan dan sampaikan ke pemerintah. Ia memotret secara langsung kondisi hutan, secara detail, dari dekat.

Selain menemui teman-temannya, Kang Andik juga selalu menyempatkan bertemu Gubernur/Bupati, Ketua DPRD/Sekwan dan pejabat Dinas Kehutanan maupun Kepala UPT Kementerian. Terkadang ada yang menerima, terkadnag pula tak ketemu. Ia anggap itu biasa. Saat bertemu pejabat, ia selalu sampaikan kondisi ril hutan hasil catatan perjalanannya.

“Saya selalu menyempatkan diri untuk bisa bertemu dengan orang-orang hebat disetiap daerah yang saya singgahi dan saya sering ikut serta dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Di usia senjanya, fisik Kang Andik tergolong cukup bugar. Mengingat perjalanan panjang lintas nusantara yang telah dia lalui dengan menggunakan sepeda.

Dalam perjalanannya Kang Andik mengaku sering mendapat tawaran sponsor, namun ia tidak berkenan.

’’Saya lebih memilih menggunakan biaya sendiri dan bantuan dari keluarga besar Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA),’’ ungkapnya.

Kang Andik tak pernah mau menginap di hotel meskipun selalu disediakan. Ia lebih memilih menginap di rumah alumni SKMA, atau tempat usaha alumni SKMA. Soal makan minum, pria yang tak memiliki pantangan apapun ini, mengaku selalu disiapkan oleh alumni di daerah yang dikunjunginya.

“Saya memakai dana pribadi tidak pernah sedikitpun meminta. Masalah makan dan menginap saya tidak pernah mengeluh terkadang saya tidur di pom bensin,”tutupnya. (JP-Lee)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos