Home » , , , , » Gubernur Jambi Zumi Zola Sampaikan Progress dan Usulan Pembangunan Kepada Presiden Jokowi

Gubernur Jambi Zumi Zola Sampaikan Progress dan Usulan Pembangunan Kepada Presiden Jokowi

Written By jambipos-online on Friday, April 21, 2017 | 07:25

Seskab Pramono Anung (kedua kiri), Gubernur Jambi Zumi Zola (kiri), Kepala Staf Presiden Teten Masduki (kedua kanan), dan Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) bersiap mengikuti rapat terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas Provinsi Jambi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/4). Presiden meminta Pemprov Jambi menyiapkan infrastruktur pertanian dan mengembangkan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian daerah dan menciptakan lapangan kerja baru.
Usulkan Tol Sumsel-Jambi-Riau 

Jambipos Online, Jakarta-Bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo di Istana Negara dalam acara Rapat Terbatas Evaluasi Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas lainnya, Gubernur Jambi, H Zumi Zola Zulkifli menyampaikan beberapa progress (kemajuan) program strategis nasional di Provinsi Jambi. Selain itu, dihadapan orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut, Gubernur Zola juga menyampaikan beberapa usulan program prioritas yang sangat dibutuhkan khususnya di Provinsi Jambi. 

Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI H. Jusuf Kalla serta para jajaran menteri. Usai rapat terbatas pada Kamis (20/04/2017) sore, kepada para wartawan, Gubernur Jambi Zola menyampaikan, berkenaan dengan proyek prioritas nasional yang telah dilaksanakan hingga tahun 2017 di Provinsi Jambi diprioritaskan pada pembangunan Railways (Rel Kereta Api) Sumatera khususnya pada trase kereta api dari Jambi – Pekanbaru dan trase dari Jambi – Palembang. 

“Dalam pelaksanaan pembangunan trase kereta api ini, selama dua tahun terakhir Provinsi Jambi terus berkoordinasi dan bersinergi baik dari sisi perencanaan maupun komitmen daerah untuk memfasilitasi upaya percepatan pembangunan,” ujar Zola. 

 “Dalam pelaksanaannya tentu pada awal rencana menetapkan trase daerah sangat dipengaruhi oleh wilayah yang akan dilalui jalur kereta api. Oleh karena itu, kami bersama dengan Tim dari Kementerian Perhubungan melakukan survei bersama dan mengkaji dari aspek yuridis, biofisik dan ekonomi serta sosial budaya. Selain itu, kami juga akan memfasilitasi percepatan melalui pendampingan dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak rencana jalur kereta api di Provinsi Jambi di tahun 2017. Untuk kereta api ini, kalau tidak ada halangan tahun 2018 sudah mulai dilakukan di Jambi,” katanya. 

Menurut Zola, sesuai kebutuhan daerah, Provinsi Jambi juga mengusulkan beberapa prioritas yang menjadi fokus pembangunan yang menjadi pencapaian target kinerja daerah untuk mendukung visi dan misi RPJMD Provinsi Jambi Tahun 2016-2021 yang disinergikan dengan kebijakan nasional dalam rangka mendukung percepatan pembangunan nasional khususnya di Provinsi Jambi. 

“Adapun usulan prioritas pertama, kami mengharapkan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Palembang–Jambi–Pekanbaru sebagai bagian dari konektivitas pembangunan jalan tol Sumatera. Hal ini merupakan suatu bentuk dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi yang berimplikasi terhadap pembangunan di Pulau Sumatera. Hal ini sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya industri hilir di Provinsi Jambi yang sampai saat ini masih belum memiliki industri besar. Dan untuk tol ini juga sudah kita sampaikan kepada Menteri PUPR,” terang Zola. 

Prioritas kedua, lanjut Zola, yang diusulkan adalah penguatan infrastruktur pada Pelabuhan Muarasabak sebagai salah satu pelabuhan pengumpul untuk mendukung simpul transportasi terkait pembangunan tol laut. 

“Untuk itu kami berharap peningkatan ruas jalan nasional sepanjang 68 kilometer dari Jembatan Batanghari II–Zona V – Muarasabak akan menjadi prioritas pembangunan tahun 2018. Hal lain yang perlu dukungan Pemerintah Pusat dalam operasionalisasi Pelabuhan Muarasabak adalah pengerukan alur Sungai Batanghari menuju ambang luar (laut lepas) sepanjang lebih kurang 12 Mil,” katanya. 

Zola juga menjelaskan, prioritas ketiga Provinsi Jambi yang menjadi fokus adalah penguatan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Kerinci Seblat. Untuk itu Pemerintah Provinsi Jambi membutuhkan keterpaduan program lintas sektor yang antara lain pengembangan dan peningkatan status Bandara Depati Parbo yang sebelumnya merupakan bandara skala kecil diharapkan menjadi bandara sekunder, kemudian pelebaran ruas jalan nasional batas Kabupaten Kerinci– Sungaipenuh – Tapan batas Sumatera Barat. 

“Selanjutnya permohonan dukungan terhadap KSPN Kerinci Seblat menjadi prioritas destinasi wisata skala nasional serta permohonan izin survei dalam penyusunan feasibility study (studi kelayakan) dan detail enginering design pembangunan jalur evakuasi bencana. 

“Kepada Bapak Presiden, saya juga menginformasikan bahwa Provinsi Jambi memiliki dua kabupaten kota yang dikelilingi oleh Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), selain itu juga memiliki Gunung Kerinci yang merupakan gunung aktif dimana kondisi pemukiman penduduk berada pada jarak radius lebih kurang 5 kilometer dari pusat aktivitas masyarakat dengan kepadatan tinggi. 

Saat ini jalan satu-satunya yang menjadi jalur evakuasi ke luar wilayah adalah ruas jalan nasional. Disisi lain, kami juga mendorong perwujudan kebijakan nasional dengan menjadikan wilayah tersebut dalam kawasan strategis pariwisata nasional namun belum termasuk dalam prioritas 10 destinasi pariwisata nasional yang telah ditetapkan sebelumnya,” katanya. 

“Oleh karena itu, jika diperkenankan, kami sangat berharap ini menjadi salah satu prioritas destinasi untuk tahun 2018 dengan keterpaduan program lintas sektor dan menjadi ikon Provinsi Jambi skala nasional dan internasional. Juga, jika dimungkinkan didorong menjadi event yang terintegrasi dengan Tour De Singkarak–Kerinci kedepannya, sehingga kita bisa memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya pada wilayah perbatasan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jambi. Kerinci ini juga dekat dengan Geopark yang ada di Kabupaten Merangin, dan itu hanya 3 jam perjalanan dengan mobil. Jadi sebetulnya Kerinci ini adalah posisi paling strategis untuk meng-connect semuanya,” kata Zola. (JP-Humas) 




Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos