Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Dihadapan Menteri PU PERA, Zola Sebutkan Jambi Akan Bangun Jembatan Batanghari III



Design Pembangunan Jembatan Batanghari III yang akan dibangun di Desa Sungai Duren, Kabupaten Muarojambi. Foto Asenk Lee Saragih.


Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli, S.TP, MA dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pu Pera) Mochamad Basoeki Hadimoeljono pada Kongres, Rapat Anggota Tahunan dan Seminar Nasional INACID (Indonesian Commite On Irigation and Drainage) Jum’at malam (10/3/2017), di Hotel Abadi Suite Kota Jambi.
Jambipos Online, Jambi- Pembangunan Jembatan Batanghari III yang akan dibangun di Desa Sungai Duren, Kabupaten Muarojambi, akan diintegrasikan dengan pembangunan jalur kereta api trans Sumatera yang menghubungkan Sumatera Selatan dengan Provinsi Riau. 

Pembangunan infrastruktur itu untuk pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Kedepan, Pemprov akan berencana membangun Jembatan Batanghari III terpikir untuk bisa mengintegrasikan dengan jalur kereta api Trans Sumatera dan usulan tersebut sedang dikonsultasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan juga Bappenas.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli, S.TP, MA usai menghadiri Kongres, Rapat Anggota Tahunan dan Seminar Nasional INACID (Indonesian Commite On Irigation and Drainage) yang dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pu Pera) Mochamad Basoeki Hadimoeljono, pada Jum’at malam (10/3/2017), di Hotel Abadi Suite Kota Jambi.

“Kita sedang mengkaji Jembatan Batanghari III. Kenapa Batanghari III, karena mengingat Jembatan Batanghari I sebenarnya sudah tidak layak lagi untuk dilalui mobil-mobil besar. Dan Alhamdulillah, direspon positif oleh Pak Menteri,” ujar Zola.

Rencana Pembangunan Jembatan Batanghari III ini akan menelan biaya 350 Miliar. Disebutkan, saat ini tahapan yang dilakukan yakni mengubah desain yang diusulkan oleh Pemkab Muarojambi dan selanjutnya diajukan kembali ke Kementerian PU.

“Jembatan Batanghari-III itu sudah ada desainnya dari Muarojambi, hanya dalam desain itu ada nama konvensional. Jadi rencananya akan diubah dan mengubah desain ini tentunya dianggarkan pada 2016. Desain itu tidak terlalu mahal paling anggarannya sekitar Rp 2 miliar,” ujar Ir PB Panjaitan MM saat dia menjabat Kadis PU Provinsi Jambi 2016 lalu.

Disebutkan, bahwa Jembatan Batanghari-III itu akan disatukan dengan jalur lintas kereta api Trans-Sumatera dan rencana jalan tol, namun itu masih dalam usulan. 

“Nanti kami satukan trasenya, sekarang desainnya dulu. Soal pelaksanaan pembangunanya mungkin pada 2017 melalui APBN, mudah-mudahan disetujui. Untuk pembangunan jalannya itu dari APBD," katanya.

Disebutkan, Pemprov Jambi akan mengusulkan rencana pembangunan Jembatan Batanghari III yang diusulkan oleh Pemkab Muarojambi ke pusat bisa diintegrasikan dengan pembangunan jalur kereta api trans sumatera yang menghubungkan Sumatera Selatan dengan Provinsi Riau. 

PB Panjiatan mengatakan, usulan pembangunan Jembatan Batanghari III tersebut telah diterima oleh Pemprov Jambi lewat PU Provinsi Jambi. “Ide kita itu sebenarnya memang sudah lama dan kita minta bupati membuat desainnya dan beberapa bulan llau sudah kita terima desainnya,” kata PB Panjaitan.

Dikatakan, usulan pembangunan Jembatan Batanghari III terpikir untuk bisa mengintegrasikan dengan jalur kereta api Trans Sumatera dan menurutnya usulan tersebut sedang dikonsultasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan juga Bappenas.

“Setelah desain disiapkan, muncul pemikiran baru, yakni mengintegritaskan jembatan dengan jalur kereta api trans Sumatera penghubung Riau dan Palembang. Sebab jalur dari batas Riau dan batas Palembang itu tanggung jawab kita,” ujar PB Panjiatan.

Dikatakan, jika usulan tersebut disetujui tentunya akan ada desain ulang pembangunan jembatan yang diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 276 miliar ini.

“Andai kata itu terjadi pasti akan redesain lagi. Kita sudah beritahukan ini kepada Gubernur Jambi. Pemikiran kita seperti itu, sebab ini kan sekali jalan termasuk juga kereta api nanti akan lewat di sana, itu konsepnya. Gubernur Jambi saat itu menyerahkan kepada PU Provinsi Jambi untuk berkoordinasi dengan Kementerian PU,” ujar PB Panjaitan. (ADV-Lee)


Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar