Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Pendaki Dilarang Rayakan Pergantian Tahun di Puncak Gunung Kerinci


Seorang pendaki Usman Muhammad yang pernah berdiri di Puncak Gunung Kerinci . Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci menyebutkan status Gunung Kerinci saat ini berada pada level II (waspada) di mana rentang 1-24 Desember 2014 telah terjadi 80-250 kali gempa hembusan dan rata-rata 1-6 kali gempa vulkanik dangkal per hari, sehingga masih tertutup untuk pendakian. (Foto Usman Muhammad-Tuntas Adventure Community-FB)
Seorang pendaki Usman Muhammad yang pernah berdiri di Puncak Gunung Kerinci . Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci menyebutkan status Gunung Kerinci saat ini berada pada level II (waspada) di mana rentang 1-24 Desember 2014 telah terjadi 80-250 kali gempa hembusan dan rata-rata 1-6 kali gempa vulkanik dangkal per hari, sehingga masih tertutup untuk pendakian. (Foto Usman Muhammad-Tuntas Adventure Community-FB)




Tuntas Adventure Community Menuju Puncak Gunung Kerinci . (Foto Usman Muhammad-Tuntas Adventure Community-FB)

Seorang pendaki Usman Muhammad bersama Tuntas Adventure Community di Puncak Gunung Kerinci . (Foto Usman Muhammad-Tuntas Adventure Community-FB)

Tuntas Adventure Community Menuju Puncak Gunung Kerinci . (Foto Usman Muhammad-Tuntas Adventure Community-FB)

Jambipos Online, Jambi - Sedikitnya 250 orang pendaki yang siap merayakan malam pergantian tahun di Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi merasa kecewa menyusul adanya larangan pendakian ke puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.805 meter tersebut.

Larangan pendakian ke puncak gunung tertinggi di Sumatera itu dikeluarkan pihak Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci karena gunung tersebut masih berstatus waspada dan masih sering menyemburkan debu vulkanik.

“Kami mengimbau para pendaki tidak merayakan malam pergantian tahun di puncak Gunung Kerinci untuk mencegah jatuhnya korban bila sewaktu-waktu aktivitas gunung meningkat," kata Kepala Seksi Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kerinci, Agusman didampingi petugas Pos Jaga Pendakian Gunung Kerinci, Aprizal kepada wartawan di Kerinci, Jumat (30/12/2016). 

"Kami hanya mengizinkan pendakian di Gunung Kerinci hingga pemberhentian (shelter) II, sekitar tiga kilometer dari puncak gunung. Kalau ada pendaki yang mencapai puncak gunung dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, itu di luar tanggung jawab kami,” Aprizal menambahkan.

Menurut Agusman,beberapa bulan terakhir, aktivitas Gunung Kerinci meningkat. Semburan debu vulkanik gunung tersebut sering terjadi tanpa diduga. Kemudian cuaca ekstrem juga sering terjadi di kawasan Gunung Kerinci. Karena itu pendakian ke puncak gunung tersebut dibatasi. Pembatasan pendakian ke puncak Gunung Kerinci dibatasi mencegah jatuhnya korban.

Agusman menjelaskan, jumlah pendaki yang hendak merayakan malam pergantian tahun di Gunung Kerinci hingga Jumat (30/12) mencapai 250 orang. Banyaknya pendaki tersebut terdata dari hasil penjualan tiket masuk ke kawasan Gunung Kerinci. Para pendaki tersebut tidak hanya berasal dari Jambi, tetapi juga ada dari Medan, Sumatera Utara, dan dari Jepang.

Sementara itu beberapa orang pendaki yang siap merayakan malam pergantian tahun di puncak Gunung Kerinci merasa kecewa menyusul adanya larangan tersebut. Namun beberapa pendaki yang sudah biasa merayakan malam pergantian tahun di puncak Gunung Kerinci tetap mendaki hingga puncak.

“Ya, kami agak kecewa karena adanya imbauan agar pendaki tidak merayakan malam pergantian tahun di puncak Gunung Kerinci. Padahal para pendaki sudah berada di Kerinci dan siap mendaki hingga ke puncak Gunung Kerinci. Namun saya dan beberapa rekan tetap merayakan malam pergantian tahun di puncak Gunung Kerinci,” kata Prendi (30), seorang pendaki asal Kota Jambi. (JP-03)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar