Home » , , » Banyak Lahan Persawahan Telantar di Sarolangun, Camatnya Cuek

Banyak Lahan Persawahan Telantar di Sarolangun, Camatnya Cuek

Written By jambipos-online on Friday, November 25, 2016 | 10:57


Banyak Lahan Persawahan Telantar di Sarolangun, Camatnya Cuek


Banyak Lahan Persawahan Telantar di Sarolangun, Camatnya Cuek

Jambipos Online, Sarolangun-Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun hingga kini masih menelantarkan lahan ratusan hektar areal persawahan di Kabupaten Sarolangun. Sebenarnya potensi persawahan untuk tanaman padi sangat potensial di Kabupaten Sarolangun, namun hingga kini belum dimanfaatkan oleh pihak terkait.

Bahkan bantuan alat pertania, bibit yang diharapkan petani padi sawah di Kabupaten Sarolangun juga tak pernah berjalan dengan baik. Sehingga para petani membiarkan lahan mereka telantar karena sulitnya mendapatkan modal serta bibit padi unggul. Kemudian bangunan irigasi juga tak pernah ada.

Kelompok Tani Beringin Harapan dua Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun, mengharapkan kepada Bupati Sarolangun, minta sawah  lebih kurang 10 ha bisa diolah juga bisa di tanam padi, sekarang susah untuk tanam padi disebabkan airnya dalam.

Anggota kelompok tani mengatakan, sekarang  sawah mereka yang sudah dibajak juga dicangkul sangat susah menanam padi. Karena airnya dalam terus. Untuk pintu keluar air ditutup oleh yang punya tanah.

Pada tahun 2014 sudah dibuat DAM guna untuk mengeringkan airnya. Tapi Dam itu di tengah tengah, di belakang ada lagi sawah. Sekarang sawah yang di belakang dam dia tutup jadi dam itu tidak berfunsi.

Ketua Kelompok Tani, Nasran membenarkan kondisi lahan sawah itu tergenang tak bisa ditanam padi. “Seharusnya pemerintah tahu dengan keluhan masyarakat yang ingin bersawah. Sekarang ekonomi lagi macet harga getah murah  juga sawit masih murah. Jadi kalau masyarakat yang mau bekerja membuat sawah mungkin ada juga kemewahan,” katanya. 

“Kalau ada padi murah beritung, kalau banyak beras mudah digantang. Padahal pak camat tau bahwa sawah di tepi mata tidak diolah oleh masyarakat, tapi pak camat tidak pernah menayakan keluhan kami juga desa ini ada kepala tapi tidak pernah bertanya  kenapa sawah seluas ini warga tanam padi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan NR, warga setempat. “Camat kami ini tidak ada pernah tau  keluhan masyarakat Pulau Pandan ini juga kepala desa. Mana mikir seperti saya tidak ada yang mempehatikan. Saya semenjak di tinggal suami tidak pernah dapat bantuan kartu  sehat tidak dapat. Sekarang sakit kemana saya harus minta tolong. Juga seperti rumah bantuan saya tidak dapat,” keluh NR.

Camat Dahlan saat dikomfirmasi, ditanya masalah sawah yang tidak bisa diolah oleh warga, dia  menjawab, dirinya terima kasih infonya. Ditanya apa komentar pak camat tentang sawah itu, “saya tidak ada komentar, TAPI saya tau, juga belum ada laporan dari warga,” katanya.

Dijawab langsung oleh LSM INRTRAWIN. “Camat Pulau Pandan Cuma 3 DD datang kekantor, duduk diam katanya, hanya berjalan di tempat, kapan Kecamatan Limun ini  maju,” tegas FH Sianturi dari LSM Intrawin. (Yah)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos