Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Lahan WTC Batanghari Ambruk, Ketika Amdal Diabaikan dengan Dalih PAD



Lahan WTC Batanghari Ambruk.IST
Jambipos Online, Jambi
-Sejak dibangun 10 tahun silam, komplek WTC Batanghari Angso Duo Kota Jambi sudah mendapat perlawanan dari para aktivis di Jambi. Namun dengan dalih investasi, pembangunan bangunan WTC Batanghari di Pasar Tradisional Angso Duo Kota Jambi terus dilakukan hingga berdiri gagah. 

Tak sampai 15 tahun, baru jalan 10 tahun, tanah-tanah timbunan di komplek WTC Batanghari terus tergerus oleh aliran Sungai Batanghari. Bangunan itu melanggar tata ruang dan tidak memiliki amdal yang sesuai dengan Prosedur. Undang-undang Tata Ruang jelas melarang bangunan di bantaran aliran sungai, namun demi “PAD” Pemerintah setempat melegalkannya.

Struktur tanah yang labil, membuat lahan WTC Batanghari rentan terhadap longsor. Bahkan bangunan WTC Batanghari itupun belum jaminan berdiri kokoh dan kini masyawakat harus hati-hati jangan sampai bangunan WTC Batanghari menelan korban jiwa.

Namun ambruknya sebagian jalan dan parkir di Komplek Ruko WTC ternyata sudah pernah diprediksi oleh LSM WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Cabang Jambi, sebelum dilakukan pembangunan sekitar sepuluh tahun lalu.

Ketua WALHI Musri Nauli mengatakan Kontruksi Bangunan WTC bukan dibangun untuk daerah bantaran sungai. “Kontruksinya bukan dibangun untuk daerah bantaran sungai, ketika orang mencoba mengakali karena kekuasaan itu lah akibatnya tidak bisa dibohongi, tidak bisa ditutupi," ungkap Ketua WALHI Musri Nauli.

Musri menjelaskan, bahwa dirinya tidak menyangka kejadiannya lebih cepat dari prediksi WALHI, yanh pada saat itu memperkirakan paling lama 15 tahun, dan tanda-tandanya dimulai dari 10 tahun awal.

“Kitakan perkirakan paling lama 15 tahun, ternyata kita dak nyangko secepat itu ternyata kontruksi nya betul-betul lemah," kata Musri Nauli. 

Musri mengatakan menurut Undang-undang bantaran sungai tidak boleh dibangun bangunan, karena sangat rawan terjadi longsor atau amblas nya tanah.

Musri juga meminta Gubernur Jambi Zumi Zola untuk mengembalikan fungsi daerah-daerah atau area yang memang tidak boleh di bangun dan memperbaiki tata ruang.

"Banyak yang tidak boleh, Angso duo, dan juga Abadi Suite gedung nya sekarang sudah retak, tata ruang Jambi sudah banyak yang salah, tata ruang diperbaiki lah, bahaya itu, jangan sampai nanti ada korban jiwa," ujarnya.

Musri juga meminta Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jambi untuk lebih menggunakan fungsinnya dalam menganalisa dampak lingkungan dari suatu bangunan.

Lahan WTC Jambi Ambruk

Kini ambruknya lahan WTC Batanghari Kota Jambi semakin dalam. Awalnya tanah ambruk hanya turun kurang dari satu meter, kini tanah turun hampir dua meter. Bahkan kondisi tiang listrik di lokasi ambruk sudah sangat miring dan sampai saat ini masih juga belum dipindahkan oleh pihak PLN.

Pekerja PLN yang berada dilokasi, Rifai, mengatakan kondisi listrik di WTC masih padam dan direncanakan tiang akan dipindahkan ke areal depan. “Ada tiga tiang yang akan dipindahkan, kita pasang gardu induk sementara didepan, kemungkinan tiang ini juga di pindahkan di depan," katanya.

Tanggungjawab Pengelola 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi Dodi Irawan, mengatakan lokasi longsornya tanah di komplek ruko WTC merupakan tanggung jawab Pengelola WTC.

“Ini kan berada di dalam areal konsesi WTC, jadi ada pengelolanya dari WTC. Ini areal parkiran mereka yang bangun juga. Kalau kita bisa bangun itu di luar areal WTC  yang jadi kewenangan badan wilayah sungai. Yang dipinggir sungai,  jadi untuk yang ambruk ini sifatnya kita berkoordinasi," ungkap Dodi Irawan usai melakukan peninjauan bersama Gubernur Jambi H Zumi Zola di lokasi ambruknya tanah komplek ruko WTC, Minggu (16/10/2016).

Dodi menjelaskan, longsor terjadi bukan berarti gagal dalam pembangunannya, karena daerah longsor tersebut bukan bangunan utama yang memiliki struktur sendiri. “Tapi kalau ini timbunan dan memang dari dulu areal timbunan. Bukan struktur bangunannya yang rusak. Struktur timbunan untuk parkir, bangunan pelengkapannya," kata Dodi.

Disebutkan, pembangunan kembali adalah tanggung jawab pihak WTC. “Karena bangunan ini kan mereka yang bangun, ya areal ini tetap dari pengelola, kita hanya memberikan saran kepada pengelola," ujarnya.

Sementara pihak pengelola WTC yang juga hadir saat Gubernur Zumi Zola meninjau lokasi, pihak WTC enggan memberikan komentar. "Nantilah, jangan dulu," ujarnya.

Tidak Menyebar

Gubernur Jambi Zumi Zola mengatakan, dirinya mengambil langkah pertama dengan meminta PLN untuk memindahkan tiang listrik yang berada di lokasi ambruk agar dapat dilakukan penimbunan.

“Setelah diambil tiang, mereka langsung bekerja menimbun semua. Karena memang kita lihat pasir semua dibawahnya. Kalau kita lihat itu ada perbedaan, ada garis yang merah itu kan yang kuatnya tetapi karena bawahnya banyak pasir jadi ketika hujan besar jadi jebol, kita berharap agar tidak terjadi lagi dan kita timbun nanti, ini butuh waktu,” kata Zumi Zola.

Dikatakan, dia telah melakukan pengecekan ruko-ruko lain disekitar lokasi dan masing-masing telah mempunyai tiang pancang sendiri. “Jadi tidak seperti ini, insyallah tidak masalah ruko-ruko, kita berharap yg lainnya saja tidak jadi masalah dan tidak menyebar," ujarnya.

Menurut Zumi Zola, aliran sungai yang berada di pinggir lokasi harus dipindahkan agar nanti jika hujan tidak menghantam dan mengikis lokasi yang sama terus. Dia juga meminta agar pengunjung WTC Batanghari Jambi agar lebih berhati-hati saat mengunjungi komplek WTC Batanghari Kota Jambi. (JP-03/Lee)

 
Kadis PU Provinsi Jambi Dodi Irawan saat melakukan peninjauan bersama Gubernur Jambi H Zumi Zola di lokasi ambruknya tanah komplek ruko WTC, Minggu (16/10/2016). IST


Lahan WTC Batanghari Ambruk.IST



Lahan WTC Batanghari Ambruk.IST



Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar