Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Bupati Tebo Sarankan Tempat Temuan Harta Karun Diberi Police Line

Bupati Tebo Sarankan Tempat Temuan Harta Karun Diberi Police Line
ILUSTRASI
Jambipos Online, Tebo-Soal temuan perhiasan emas dalam berbagai macam bentuk di Desa Jambu Kecamatan Tebo Ulu kini memunculkan kekhawatiran, sampai saat ini warga yang mengekspolitasi wilayah itu masih terus berlanjut.
Pemerintah Kabupaten Tebo takut, proses eksploitasi meluas bahkan melakukan penggalian di sekitar kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) tersebut.
Bupati Tebo Sukandar menyebut akan melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait, agar untuk sementara lokasi bisa diberi police line atau garis polisi.
"Kita nanti akan koordinasi dengan pihak Polres dan Dandim," kata Sukandar Senin (1/8/2016).
Kemudian, Sukandar juga memberi saran agar masyarakat mengumpulkan terlebih dahulu setiap benda berharga yang ditemukan untuk ditelusuri asal muasalnya, karena bisa jadi ada sejarah menarik dari harta karun tersebut dan diketahui sejak kapan ada di sana.
"Jangan buru-buru dijual, kita datangkan ahli sejarah, kita gali sejarahnya dulu, ini sebenarnya apa, ini dianggap sebagai cagar budaya Kabupaten Tebo, dan mudah-mudahan bisa mengungkap sejarah besar," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, bantaran Sungai Batanghari di Desa Jambu Kecamatan Tebo Ulu kini ramai dikunjungi warga, bukan untuk berwisata, mereka datang untuk mendulang karena sebelumnya ada warga yang mendapat beberapa perhiasan emas yang diduga peninggalan masa lalu.
Pertama kali emas itu ditemukan oleh seorang warga, Sabli, sepekan lalu saat mancing di malam hari.
Ketika itu senternya mengarah ke satu benda yang mengkilap, karena penasaran ia mengambil benda tersebut dan setelah dilihat ternyata emas.
Kabar penemuan logam berharga itu menyebar di tengah-tengah masyarakat malam itu juga, hingga keesokannya masyarakat sekitar berbondong menggali lokasi tersebut.
"Memang banyak juga yang dapat, ada yang dalam bentuk perhiasan, ada juga dalam bentuk batangan. Sekarang sudah pada dijual semua," kata seorang warga, Sibawaihi, kemarin.
Emas murni yang ditemukan berupa berbagai macam bentuk, ada berbentuk liontin, cincin, koin dan batangan.

Lokasi Temuan Harta Karun Tebo Dulunya Pasar yang Diterjang Banjir

 

Setelah melalui pembicaraan panjang di Desa Jambu Kecamatan Tebo Ulu, masyarakat setempat coba menelusuri garis sejarah yang paling memungkinkan mengapa satu titik di wilayah tersebut terdapat banyak perhiasan emas atau harta karun.

Tokoh masyarakat setempat, Abdurahman bercerita bahwa beberapa warga setempat pernah mendapat cerita turun temurun soal keberadaan kampung.

Satu kisah dinilai memiliki hubungan erat dengan perhiasan-perhiasan emas tersebut. Dipastikan bahwa dulunya di lokasi penemuan itu pemukiman warga keturunan Tionghoa.

Di sekitar tahun 1950-an, di lokasi atau Desa Jampu merupakan pusat niaga atau pasar yang sangat mudah diakses melalui jalur sungai dari berbagai wilayah karena aliran sungai memanjang jauh sampai ke laut lepas di Tanjab Timur, yang merupakan akses transportasi antar negara.

"Tak sedikit pelaku usaha di pasar itu warga Tionghoa, termasuk beberapa diantaranya pemilik toko emas," kata Abdurahman.

Pada agresi kedua, Belanda masuk ke Desa Jambu, lalu oleh pemilik emas tersebut disembunyikan dalam tanah agar tak dirampas oleh penjajah.
Selang berapa waktu lanjut Abdurahman, kawasan itu dilanda banjir besar dengan durasi waktu yang cukup lama, sehingga banyak penduduk pindah.

"Ketika pemilik akan mengambil kembali harta yang dikuburnya, tanda dimana ia sembunyikan emas tersebut sudah tidak ada lagi," cerita dia. (JP-03)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar