Home » , , » Pasokan Berkurang, Ayam Kampung Naik Rp 70 Ribu/Kg

Pasokan Berkurang, Ayam Kampung Naik Rp 70 Ribu/Kg

Written By jambipos-online on Friday, June 10, 2016 | 9:49 AM


Agen Ayam kampung di Pasar Handil Jaya, Jelutung, Kota Jambi, Jumat (10/6/2016). Pembeli dan penjual lagi memilih ayam yang mau dibeli. Foto Asenk Lee Saragih/Jampos Online.


Kios Ida Agen Ayam kampung di Pasar Handil Jaya, Jelutung, Kota Jambi, Jumat (10/6/2016). Menerima Jual Beli Ayam Kampung. HP 0812 74952441. Foto Asenk Lee Saragih/Jampos Online.
Jambipos Online, Jambi-Memasuki hari ke lima bulan puasa, harga ayam kampung di Kota Jambi merangkak naik. Kenaikan dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat beberapa pedagang kesulitan mendapatkan ayam kampung dari peternak sejak bulan Ramadan. Banyak peternak ayam menjual ayamnya langsung kepada konsumen tanpa melalui pedagang ayam.

Pantauan Jambipos Online di Pasar Handil Jaya, Jelutung, Kota Jambi, Jumat (10/6/2016), tampak pasokan ayam kampung di sejumlah pedagang ayam kampung berkurang. Tidak seperti sebelum Ramadhan yang setiap harinya pedagang ayam kampung minimal memiliki stok ayam hingga 100 ekor.

Ida, agen ayam kampung di Pasar Handil Jaya, Jelutung, Kota Jambi, Jumat (10/6/2016) kepada Jambipos Online mengatakan, kini harga ayam kampung Rp 70.000/kg (timbang hidup). Harga itu terpaksa naik karena pasokan ayam kampung berkurang drastis.

“Sebelum puasa, harga ayam kampung paling mahal Rp 50.000/kg. Namun sejak awal puasa, harga kisaran Rp 65.000 hingga Rp 70 Ribu. Sekarang harganya Rp 70 Ribu, karena stok ayam minim. Banyak peternak ayam langsung menjual ayam mereka ke warga tanpa perantara agen penjual. Stok terbatas sementara permintaan tetap tinggi,” ujar Ida.

Menurut Ida, tingginya harga ayam kampung itu, tak terpengaruh dengan permintaan pembeli. Karena warga kini memburu ayam kampung karena harganya jauh lebih terjangkau daripada harga daging sapi yang dikisaran Rp 140.000/kg. 

Sementara pengamat ekonomi dari Universitas Jambi (Unja), Pantun Bukit, mengatakan, pemerintah daerah perlu menggelar operasi pasar (OP) untuk menjamin stabilitas harga dan persediaan daging di pasaran selama Ramadan hingga Idul Fitri nanti. 

“Tanpa OP, harga daging sapi bakal terus melejit seperti Ramadan tahun sebelumnya. Kenaikan harga daging tidak terkendali setiap Ramadan karena permintaan meningkat, sementara pasokan daging sapi di pasaran tetap,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi, Akhdiyat mengatakan, kenaikan harga daging sapi di Kota Jambi dan kabupaten lainnya bukan akibat persediaan kurang.  

“Kenaikan harga daging sapi di Jambi selama Ramadan Hingga Idul Fitri sudah menjadi tradisi setiap tahun. Bahkan beberapa hari menjelang Idul Fitri, pedagang bisa menaikkan harga daging hingga Rp 150.000 oer kg,”katanya.

Provinsi Jambi memiliki persediaan sapi sekitar 6.264 ekor menghadapi Ramadan dan Idul Fitri. Sedangkan kebutuhannya hanya 4.455 ekor. “Dinas Peternakan Provinsi Jambi belum melakukan OP daging saat ini. Kami baru melakukan OP pada H-3 Idul Fitri,” katanya. (Lee)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos