Home » , » Zumi Zola Ikut "Mengobati" Suku Anak Dalam

Zumi Zola Ikut "Mengobati" Suku Anak Dalam

Written By jambipos-online on Thursday, May 19, 2016 | 5:42 AM


Gubernur Jambi H Zumi Zola saat ikut "mengobati" anak SAD dalam acara Pengobatan Massal SAD di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten  Sarolangun, Provinsi Jambi, Rabu (18/5/2016). Foto Mustar Hutapea

Jambipos Online, Sarolangun-Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP,MA menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan dan mendekatkan pelayanan bagi Suku Anak Dalam (SAD). Pemberian pelayanan kesehatan secara gratis tersebut, yang terdiri dari pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, merupakan salah satu upaya pemerintah dengan pihak terkait untuk meningkatkan dan mendekatkan pelayanan bagi SAD. 

Hal tersebut dikemukakan Zumi Zola dalam Pembukaan Hari Bakti Dokter Indonesia ke-108 Tahun 2016, bertempat di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Rabu (18/5/2016) siang. (Baca Juga: Keunikan SAD)

Pemberian pelayanan kesehatan itu diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia. TNI juga ikut berpartisipasi dalam acara tersebut melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), yaitu penyuluhan KB Kes dalam rangka TMMD ke-96 Tahun 2016 di Wilayah Kodim 0420/Sarko serta pembangunan pendopo warga SAD oleh TNI.

Zola mengatakan, momen ini sangat istimewa dan dia sangat mengapresiasi acara peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi SAD.

Zola mengatakan, pemberian pelayanan kesehatan secara gratis tersebut, yang terdiri dari pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, merupakan salah satu upaya pemerintah dengan pihak terkait untuk meningkatkan dan mendekatkan pelayanan bagi SAD. 

Zola menegaskan, pelayanan kesehatan harus dirasakan oleh semua masyarakat, termasuk warga SAD, dan tuntutan masyarakat akan pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan semakin hari semakin meningkat. "Pemerintah akan terus memberikan perhatian bagi SAD. Jangan sampai ada yang tidak mendapat layanan kesehatan," ungkap Zola.

Dikatakan oleh Zola, akses pelayanan kepada warga SAD, baik akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan akses pembangunan lainnya harus terus ditingkatkan.

Gubernur Jambi ini menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi juga terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, mulai dari Puskesmas sampai Rumah Sakit Umum Raden Mattaher. "Pelayanan kesehatan harus meningkat dan membaik," ujar Zola.

Zola mengatakan, jumlah dokter perlu ditambah di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Terkait rencana pemberian lahan bagi SAD yang ditujukan untuk lahan bercocok tanam, sesuai dengan usulan yang mengemuka saat kunjungan Presiden Indonesia, Jokowi mengunjungi SAD di Desa Bukit Suban Kabupaten Sarolangun pada Oktober 2015 yang lalu, Zola menyatakan bahwa dia terus memperjuangkannya kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, serta meminta Dinas Kehutanan untuk terus memonitor perkembangannya.

Selain itu, Zola mengemukakan, dirinya berencana mendudukkan bersama para bupati yang di daerahnya ada warga SAD, untuk membuat program yang sinergi dari Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kabupaten dalam peningkatan pelayanan bagi SAD.

Selanjutnya, bersama Bupati Sarolangun, Bupati Tebo, H.Sukandar, Wakil Bupati Sarolangun, H.Pahrul Rozi, Dandim Sarko, Ketua PB IDI dan rombongan, Zola meninjau pemberian pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga SAD, yaitu pemeriksaan dan pengobatan sakit batuk dan pilek, pengobatan gigi, pemeriksaan pernafasan, dan pelayanan KB Kes.

Zola juga menyempatkan untuk melihat langsung Penyiaran Radio Benor 88,8 FM, Radio Komunitas Orang Rimba dengan slogan "Mengutamakan Kearifan Lokal." Bahkan, Zola sempat menyapa para pendengar radio tersebut melalui siaran langsung.

Bupati Sarolangun, Drs.H.Cek Endra menyatakan, suatu kehormatan bagi Sarolangun, dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia, Ketua Umum PB IDI datang ke Kabupaten Sarolangun untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga SAD. 

Cek Endra berharap agar acara tersebut bisa menambah motivasi masyarakat, khususnya SAD untuk hidup sehat dan rajin memeriksa klesehatan. Cek Endra mengemukakan, sebentar lagi Pemerintah Kabupaten Sarolangun akan membangun Kampung Terpadu Kawasan Suku Anak Dalam, mulai dari pusat layanan belajar mengajar sampai layanan kesehatan, termasuk tenaga medis khusus, yang stand by untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga SAD.

Cek Endra mengharapkan supaya gubernur menguatkan lagi kepada presiden untuk merealisasikan pemberian lahan bercocok tanam bagi SAD. Cek Endra berpesan kepada para warga SAD Bukit Duabelas, apabila nanti pemerintah telah memberikan lahan, jangan sampai lahan itu dijual. "Kalian buatlah hukum adat untuk mengatur penggunaan lahannya nantinya, termasuk sanksi bagi yang menjualnya," ujar Cek Endra.

Dikatakan oleh Cek Endra, 2 bulan terakhir, Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah membuat KTP bagi warga SAD, supaya SAD terdata di statistik, sehingga bisa mendapat bantuan beras raskin dari pemerintah. Namun, karena pola hidup SAD yang melangun, alamat di KTP tidak mencantumkan alamat dan nomor rumah, hanya dibuat Kawasan Bukit Duabelas.

Cek Endra menegaskan, pemerintah tidak akan membedakan pelayanan publik bagi SAD. "Kita tidak akan membedakan pelayanan kepada SAD," tutur Cek Endra.

Ketua Umum PB IDI, Prof. Dr. Ilham Oetomo Marcis, SpOG menyatakan, IDI memberikan pelayanan kesehatan merupakan sinergi dengan program pemerintah, yakni untuk mengupayakan kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat, dengan penekanan pada daerah tertinggal dan daerah terpencil.

"IDI ingin bekerjasama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah. Kami berharap, apa yang kami lakukan mendapat dukungan dari gubernur, bupati, dan walikota," harap Ilham Oetomo Marcis.

Ketua Panitia, dr. Nirwan Satria, SP.An, dalam laporannya pada intinya menyampaikan bahwa pemberian layanan kesehatan bagi warga SAD ditujukan untuk membantu SAD dan upaya untuk meningkatkan kesehatan SAD.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU IDI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) oleh Gubernur Jambi kepada perwakilan warga SAD, dan penyerahan bantuan sembako bagi SAD. (Mustar Hutapea-Humas Prov Jambi)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos