Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Memprihatinkan, Puluhan Warga Suku Anak Dalam Terserang Penyakit

Memprihatinkan Puluhan Warga Suku Anak Dalam Terserang Penyakit
Tampak anggota TNI saat mengobati Suku Anak Dalam yang terserang penyakit di hutan belantara.(Nanang Fahrurozi/iNews TV)
Jambipos Online, Sarolangun-Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) atau sering dikenal warga rimba, saat ini kondisinya semakin memprihatinkan. 

Bahkan puluhan warga rimba yang tinggal di pedalaman hutan kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) saat ini terserang berbagai macam penyakit.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, berbagai penyakit yang diderita yakni cacar, demam, sakit perut, penyakit kulit dan penyakit lainnya.

Mendapat informasi adanya puluhan warga rimba terkena penyakit, anggota TNI yang kebetulan sedang melakukan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi langsung mendatangi lokasi warga rimba.

Satu Persatu warga rimba diperiksa oleh tim Satgas Kesehatan TMMD ke 96, dan rata-rata mereka mengalami sakit batuk dan demam.

"Ya, rata-rata mereka sakit batuk, demam, cacar dan sakit maag. Kita sudah lakukan pengobatan langsung ke lokasi warga rimba, dan satu minggu sekali selama kegiatan TMMD akan selaku kita cek perkembangan kesehatan warga rimba ini," jelas Darma petugas kesehatan Satgas TMMD.

Sementara itu Meluring salah satu warga rimba mengatakan sangat berterima kasih terhadap kepedulian anggota TNI.

"Kami merasa terbantu dengan adanya kepedulian bapak-bapak tentara yang mau mengobati kami tanpa pamrih, semoga pemerintah bisa lebih seperti bapak tentara," pungkasnya.

Warga Suku Anak Dalam Jambi Tagih Janji Presiden Jokowi

 

Warga Suku Anak Dalam Jambi Tagih Janji Presiden Jokowi
Kondisi warga Suku Anak Dalam Jambi yang berada di Tanam Nasional Bukit Dua Belas(Nanang Fahrurozi/iNews TV)

Warga Suku Anak Dalam (SAD) di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD), Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi menagih janji Presiden Jokowi untuk mensejahterakan mereka.

Pasalnya, hingga kini kondisi warga SAD yang tahun lalu sempat dijanjikan dan dikunjungi Presiden Jokowi itu masih memprihatinkan.

Pantauan di lokasi, perumahan yang dibangun oleh pemerintah agar warga SAD tidak hidup berpindah ternyata banyak dikosongkan dan warga SAD yang berjumlah sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) itu masih banyak memilih hidup di hutan dekat dengan perkebunannya.

Hal ini dijelaskan Temenggung Grip saat ditemui SINDOnews di dalam hutan belantara kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas.

"Kalau kami tinggal di rumah yang disediakan pemerintah, kami mau makan apa, Pemerintah hanya menyiapkan perumahan tapi tidak memikirkan lahan penghidupan kami," kata Temenggung Grip.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini kelompoknya terpaksa masih hidup melangun (berpindah-pindah). "Ya kami masih hidup berpindah-pindah untuk memenuhi kebutuhan makan kami," jelasnya lagi.

Temenggung Grip menagih dan mempertanyakan janji Presiden Jokowi mengenai kesejahteraan warga SAD.

"Mana janji Pak Presiden, kami dilihat dan kami juga dijanjikan hidup layak tapi ternyata kami masih belum manusiawi. Walau sudah dikunjungi Presiden kami tidak ada perubahan" pungkasnya.(*)

 

 

Sumber: sindonews.com 



Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar