Home » , , , » Danau Sipin “Septik Tank” Raksasa Limbah Cair RSUD Raden Mattaher Jambi?

Danau Sipin “Septik Tank” Raksasa Limbah Cair RSUD Raden Mattaher Jambi?

Written By jambipos-online on Tuesday, April 12, 2016 | 8:11 AM


Tercemar : Air Danau Sipin Kota Jambi yang memiliki luas 42 hektar kini tercemar bakteri berbahaya E.Coli, Nitrat dan Amoniak. Danau tersebut merupakan lokasi pengembangan budidaya ikan keramba di Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih/Jambipos Online



Jambipos Online, Jambi-Kalau anda singgah di Kota Jambi, disebelah Timur Kota Jambi tepatnya di Kecamatan Telanaipura ada sebuah danau yang namanya Danau Sipin. Danau Sipin seharusnya bisa dikekola sebagai salah satu obyek wisata menarik di Kota Jambi. Namun Danau Sipin kini hanya sebagai tempat budidaya ikan keramba milik masyarakat.

Disisi lain, ada yang menarik dibalik keberadaan Danau Sipin Kota Jambi. Ternyata Danau Sipin diduga  merupakan septic tank atau bak penampungan raksasa terakhir limbah cair Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi. 

Walaupun pihak  RSUD Raden Mattaher Jambi mengaku proses sterilisasi limbah cairnya sudah dilakukan sebelum dibuang ke Danau Sipin, hasil pengujian akan hal tersebut belum dilakukan oleh pihak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Jambi.

Sementara ratusan petani keramba ikan nila, mas dan patin di Danau Sipin Kota Jambi kini terancam akan limbah cair oleh RSUD Raden Mattaher Jambi. BLHD Provinsi Jambi menyatakan jika Danau Sipin telah tercemar limbah cair diduga kuat dari RSUD Jambi.

Muslihin (36) seorang petani budidaya keramba ikan nila di Danau Sipin Kota Jambi mengatakan, jika air Danau Sipin ini tercemar, akan mengancam petani keramba.

“Limbah ke Danau Sipin diduga kuat dari RSUD Raden Mattaher Jambi. Hal itu sudah dicurigai petani keramba selama ini. Karena jarak rumah sakit ke danau cukup dekat. Jadi kemungkinan besar limbah cairnya mengalir ke danau,”kata Muslihin.

Hal senada juga dikatakan Reza (42), petani keramba Danau Sipin lainnya. Menurutnya, dengan terjadinya musim kemarau dan air tercemar limbah cair, sangat mengancam petani keramba Danau Sipin.

Muslihin dan Reza meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan agar air danau tersebut tidak tercemar limbah cair. Kini Danau Sipin, Kelurahan Buluran, Kecamatan Telanaipura Kota Jambi memiliki luas sekitar 42 hektar dan saat ini merupakan lokasi pengembangan budidaya ikan keramba di Kota Jambi.

Sementara dari hasil penelitian BLHD Provinsi Jambi mengatakan kalau Danau Sipin telah tercemar. Kepala BLHD Provinsi Jambi, pernah menyebutkan hasil uji air yang dilakukan pihaknya memang air di Danau Sipin diambang batas normal.

“Indikasi tercemar memang ada, namun masih dalam katagori ringan. Asumsi kami sementara adalah akibat dari endapan pakan ikan hasil keramba yang ada di danau tersebut dan limbah domestik warga yang mengalir,”katanya.

Disebutkan, sementara indikasi tercemar akibat sisa pembuangan IPAL RSUD Raden  Mattaher Jambi juga diduga kuat. Namun limbah domestik warga melalui anak sungai yang mengalir ke danau penyebab pencemaran tersebut.

“Danau Sipin kadar airnya tercemar bakteri berbahaya E.Coli, Nitrat dan Amoniak dalam jumlah ringan. Untuk membuktikan apakah ada hubunganya dengan limbah rumah sakit, akan dilakukan uji labor tahap II untuk membutikan apakah pencemaran terkait dengan IPAL RSUD Raden Mattaher. Seminggu kedepan akan kita lihat hasilnya, jika memang akibat limbah IPAL RS, maka BLHD akan mengeluarkan rekomendasi khusus ke pihak RS,”katanya.(JP-03)


Air Danau Sipin Kota Jambi yang memiliki luas 42 hektar kini tercemar bakteri berbahaya E.Coli, Nitrat dan Amoniak. Danau tersebut merupakan lokasi pengembangan budidaya ikan keramba di Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih/Jambipos Online


Air Danau Sipin Kota Jambi yang memiliki luas 42 hektar kini tercemar bakteri berbahaya E.Coli, Nitrat dan Amoniak. Danau tersebut merupakan lokasi pengembangan budidaya ikan keramba di Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih/Jambipos Online

Air Danau Sipin Kota Jambi yang memiliki luas 42 hektar kini tercemar bakteri berbahaya E.Coli, Nitrat dan Amoniak. Danau tersebut merupakan lokasi pengembangan budidaya ikan keramba di Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih/Jambipos Online


Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos