Home » , , » Pemkot Tentukan NJOP, Penghasilan Notaris di Jambi Anjlok Hingga 300 Persen

Pemkot Tentukan NJOP, Penghasilan Notaris di Jambi Anjlok Hingga 300 Persen

Written By jambipos-online on Tuesday, March 15, 2016 | 10:36 AM

 
Sebuah Bangunan bertingkat di samping RM Aroma Cempaka Kotabaru Jambi yang disebut-sebut Rencana Rumah Sakit milik para dokter di Jambi. Hingga kini Amdal bangunan itu belum ada dan pengagunan pemodal ke salah satu bank swasta di Jambi ditolak karena tak ada Amdal dan NJOP diluar taksiran. Foto Asenk Lee Saragih.
Jambipos Online, Jambi-Sejak Walikota Jambi Syarif Fasha menerapkan kebijakan soal penentuan harga Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) bagi transaksi jual beli tanah, rumah, atau bangunan di Jambi, penghasilan Notaris di Jambi anjlok 300 persen. Sebelumnya Notaris bisa berpenghasilan Rp 40 Juta sebulan dalam mengurus susar-surat tanah dan lainnya, kini maksimal bisa didapat hanya Rp 10 Juta per bulan.  

Seorang pegawai salah satu Notaris di Jambi kepada Jambipos Online mengatakan, kini penentuan harga NJOP transaksi jual beli ditentukan oleh Pemkot Jambi untuk meningkatkan pendapatan pajak.

“Misalnya penjual dan pembeli sudah sepakat transaksi harga jual tanah sebidang dengan Rp 500 juta, namun Pemkot Jambi bisa menaikkan harga NJOP sampai Rp 1 Miliar. Hal itu hanya untuk mengejar pajak. Padahal penjual dan pembeli sudah sepakat harga dinotariskan Rp 500 Juta. Inilah membuat masyarakat enggan melakukan transaksi jual beli tanah, bangunan atau lainnya,” kata sumber tersebut.

Kebijakan sepihak Pemkot Jambi dalam menentukan NJOP membuat masyarakat enggan melakukan transaksi jual beli. Sehingga Notaris juga berimbas terhadap kondisi tersebut. (

“Target pendapatan pajak bukan hanya dari NJOP. Tapi masih banyak pos-pos lain. Misalnya retribusi perdangan. Pajak penghasilan ritel dan toko-toko serta restoran dan lainnya. Peningkatan pendapat pajak jangan seperti ini caranya,” katanya.

Terpisah, salah seorang pegawai kreditor perbankan swasta di Jambi juga mengeluhkan kebijakan Walikota Jambi tersebut. Karena menurutnya, pihak bank juga kesulitan dalam melakukan survei taksiran harga obyek yang akan ditransaksi atau diborohkan ke bank. (Asenk Lee)  
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos