Semarak HUT ke-9 Paroki Santo Gregorius Agung Jambi: Meneguhkan Kasih, Menatap Masa Depan

Foto: Komsos Paroki St. Gregorius Agung.

Jambipos Online, Jambi- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Paroki Santo Gregorius Agung Jambi berlangsung penuh khidmat sekaligus semarak, Minggu, 6 September 2026. Perayaan yang mengusung semangat kebersamaan, meneguhkan kasih dan menatap masa depan itu menjadi momentum bagi umat untuk mensyukuri perjalanan iman sekaligus melihat tantangan dan harapan perkembangan paroki ke depan.

Perayaan puncak HUT diawali dengan Perayaan Ekaristi yang berlangsung pukul 08.00 WIB. Ekaristi dipimpin Ekonom Keuskupan Agung Palembang, Romo Emmanuel Belo Sede, didampingi Pastor Paroki Santo Gregorius Agung, Romo Felix Astana Atmaja SCJ, serta Romo Budi Haryono SCJ dan Romo Stepanus Supardi sebagai imam konselebran.

Suasana perayaan berlangsung khidmat. Umat hadir tidak hanya dari lingkungan sekitar gereja, tetapi juga dari berbagai wilayah di Kota Jambi dan luar kota, termasuk Batanghari dan Muaro Jambi.


Dalam homilinya, Romo Emmanuel Belo Sede mengajak umat untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi kasih, termasuk ketika menghadapi perbedaan, persoalan maupun kesalahan sesama.

Ia mengangkat semangat correctio fraterna atau teguran persaudaraan. Menurutnya, koreksi terhadap sesama hendaknya dilakukan dengan niat untuk membangun, bukan menjatuhkan.

“Menegur sesama dengan penuh kasih berarti kita menghargai dirinya dan membantunya menjadi lebih baik, tanpa harus membuatnya malu atau terluka,” pesan Romo Emmanuel.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah kehidupan komunitas yang semakin berkembang. Semakin besar sebuah komunitas, semakin beragam pula karakter, pemikiran dan persoalan yang dihadapi. Karena itu, komunikasi yang sehat dan dilandasi kasih menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga persatuan umat.

Romo Emmanuel juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Paroki Santo Gregorius Agung yang dinilai menunjukkan pertumbuhan pesat. Perkembangan tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah umat, tetapi juga dari semakin besarnya peran dan potensi paroki dalam kehidupan Gereja di wilayah Jambi.

Dalam konteks perkembangan tersebut, muncul harapan agar Paroki Santo Gregorius Agung pada masa mendatang dapat dipersiapkan menjadi salah satu calon katedral baru.

Harapan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi umat untuk terus memperkuat kehidupan menggereja, baik dari sisi iman, pelayanan, persaudaraan maupun kesiapan sarana dan prasarana.

Pastor Paroki: Persatuan Umat Menjadi Fondasi

Pastor Paroki Santo Gregorius Agung, Romo Felix Astana Atmaja SCJ, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan paroki selama sembilan tahun. Menurutnya, perkembangan yang terjadi merupakan buah dari kebersamaan dan keterlibatan umat.

Paroki saat ini terus melakukan berbagai pembenahan. Salah satunya penyempurnaan sarana aula paroki yang diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan umat.

Selain itu, paroki juga tengah mempersiapkan kemungkinan pemekaran di sejumlah wilayah seiring dengan perkembangan komunitas umat.

“Harapannya, persatuan kita semakin kuat, iman semakin kokoh, dan kasih semakin nyata, tidak hanya untuk internal umat, tetapi juga berbuah bagi masyarakat luas,” tegas Romo Astana.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan sebuah paroki tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik. Pertumbuhan iman, kualitas persaudaraan dan kepedulian umat terhadap masyarakat sekitar juga menjadi bagian penting dari perjalanan paroki.


Tradisi, Gotong Royong dan Penggalangan Dana (Klik Video Ini)

Semarak HUT ke-9 tidak berhenti pada Perayaan Ekaristi. Setelah misa, umat berkumpul dalam rangkaian pesta penggalangan dana untuk mendukung penyelesaian pembangunan aula paroki.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari Satti atau pemberian sumbangan, Manortor, lelang benda-benda rohani dan ulos, lelang makanan, makan bersama hingga undian berhadiah.

Suasana semakin meriah ketika umat mengikuti Manortor. Tradisi budaya Batak Toba tersebut menjadi bagian dari perayaan dan berhasil menghadirkan suasana persaudaraan yang melibatkan umat dari berbagai latar belakang suku.

Koordinator Penggalangan Dana Gereja Santo Gregorius Agung Jambi, Robinson Sigalingging, menyebut rangkaian acara tersebut menjadi wujud nyata sukacita umat sekaligus gerakan bersama untuk mendukung penyelesaian pembangunan aula.

Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti umat dari berbagai wilayah Kota Jambi maupun dari luar kota, antara lain Batanghari dan Muaro Jambi.

Keterlibatan umat dalam Manortor juga memperlihatkan bagaimana budaya dapat menjadi ruang perjumpaan dan persaudaraan. Tarian yang berakar dari tradisi Batak Toba tersebut tidak hanya dilakukan oleh warga Batak, tetapi turut menghidupkan suasana kebersamaan umat lintas suku.

“Adopsi budaya Batak Toba menjadi bagian dari sukacita bersama. Ribuan umat ikut menari tortor dan suasana sangat bersukacita,” ujar Robinson.

Rangkaian Syukur Dimulai dari Lingkungan Sekitar

Semangat kebersamaan dalam HUT ke-9 sebenarnya telah dimulai beberapa hari sebelum puncak perayaan. Pada Kamis, 3 September 2026, pihak paroki menggelar kenduri dan tumpeng bersama warga sekitar RT 8 Talang Gulo, Kota Jambi.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk keterbukaan dan kepedulian paroki terhadap masyarakat di lingkungan sekitar. Perayaan hari jadi gereja tidak hanya dimaknai sebagai agenda internal umat Katolik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun relasi yang baik dengan masyarakat.

Dengan demikian, rangkaian HUT ke-9 Paroki Santo Gregorius Agung memperlihatkan tiga wajah penting kehidupan menggereja: perayaan iman melalui Ekaristi, penguatan persaudaraan melalui kebersamaan umat, serta kepedulian sosial melalui relasi dengan masyarakat sekitar.

Menatap Masa Depan

Sembilan tahun perjalanan Paroki Santo Gregorius Agung Jambi menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang telah dicapai sekaligus mempersiapkan langkah berikutnya.

Pertumbuhan umat membawa konsekuensi terhadap kebutuhan pelayanan, pembinaan iman, pengembangan wilayah serta ketersediaan fasilitas pendukung. Penyelesaian aula, rencana pemekaran wilayah dan kemungkinan meningkatnya peran paroki di tingkat Keuskupan Agung Palembang menjadi bagian dari dinamika tersebut.

Namun, di balik pembangunan fisik dan perkembangan organisasi, pesan utama perayaan HUT ke-9 tetap berada pada penguatan iman dan persaudaraan.

Pesan correctio fraterna yang disampaikan dalam homili menjadi pengingat bahwa komunitas yang bertumbuh membutuhkan komunikasi yang semakin dewasa. Perbedaan tidak harus menjadi sumber perpecahan apabila dihadapi dengan kasih, keterbukaan dan semangat untuk saling membangun.

Perayaan HUT ke-9 akhirnya bukan sekadar perayaan bertambahnya usia paroki. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk memperbarui komitmen umat dalam menjaga persatuan, memperkuat iman, mengembangkan pelayanan dan menghadirkan kasih di tengah masyarakat.

Dari Ekaristi hingga Manortor, dari doa hingga gotong royong, seluruh rangkaian perayaan menunjukkan bahwa perjalanan Paroki Santo Gregorius Agung Jambi dibangun melalui keterlibatan bersama. Sembilan tahun telah dilalui. Kasih diteguhkan, persaudaraan dirawat, dan masa depan disambut dengan harapan. (JPO-AsenkLeeSaragih)

Foto-Foto: Komsos Paroki St. Gregorius Agung.





Koordinator Penggalangan Dana Robinson Sigalingging SPd.


0 Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE