![]() |
| Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, Edi Purwanto (tengah kemeja merah), ke Kabupaten Tebo, Jumat (11/9/2026).(IST) |
Jambipos Online, Jambi- Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Tebo, Jambi, kembali menjadi perhatian. Rencana dukungan anggaran untuk sejumlah ruas jalan mencuat dalam kunjungan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, Edi Purwanto, ke Kabupaten Tebo, Jumat (11/9/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung sehari sebelum agenda peninjauan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bungo. Di Tebo, pembahasan infrastruktur diarahkan pada upaya mendorong peningkatan konektivitas jalan yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Padang Lamo. Untuk pembangunan ruas tersebut, disebut terdapat dukungan anggaran sekitar Rp29 miliar.
Rencana tersebut menjadi bagian dari pembahasan pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap kondisi jalan yang membutuhkan peningkatan kualitas dan penanganan lebih lanjut.
Namun, agenda pembangunan jalan di Tebo tidak hanya mencakup Jalan Padang Lamo. Ruas lain yang turut menjadi perhatian adalah jalan yang menghubungkan Blok F, Kecamatan Rimbo Ilir, hingga Jalan 21, Kecamatan Rimbo Bujang.
Untuk pembangunan ruas tersebut, terdapat rencana dukungan anggaran sekitar Rp39 miliar. Rencana ini memiliki keterkaitan dengan pembangunan Jalan 21 yang sebelumnya telah dikerjakan melalui proyek yang bersumber dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dengan nilai sekitar Rp46 miliar.
Dengan adanya tambahan dukungan anggaran sekitar Rp39 miliar, pembangunan ruas jalan tersebut diharapkan dapat tersambung dengan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Jika terealisasi, dua agenda pembangunan tersebut memiliki nilai sekitar Rp68 miliar, di luar proyek Jalan 21 yang sebelumnya dibiayai melalui pinjaman PT SMI.
Besarnya nilai anggaran menunjukkan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan perbaikan badan jalan pada satu titik, tetapi juga menyangkut upaya memperkuat jaringan konektivitas antarkawasan di Kabupaten Tebo.
Infrastruktur dan Aktivitas Ekonomi
Bagi masyarakat di wilayah yang dilintasi ruas jalan tersebut, kualitas infrastruktur memiliki hubungan langsung dengan aktivitas sehari-hari.
Jalan menjadi jalur mobilitas masyarakat, distribusi barang, akses menuju fasilitas pelayanan publik, serta pendukung kegiatan ekonomi. Kondisi jalan yang baik dapat memangkas hambatan mobilitas dan membantu memperlancar pergerakan orang maupun barang.
Karena itu, pembangunan jalan dengan nilai anggaran puluhan miliar rupiah memiliki konsekuensi yang lebih besar daripada sekadar menyelesaikan pekerjaan konstruksi.
Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran publik harus mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang. Perencanaan, kualitas konstruksi, pengawasan pekerjaan, hingga pemeliharaan menjadi bagian yang menentukan apakah investasi tersebut benar-benar menghasilkan perubahan bagi masyarakat.
Di tengah rencana tambahan anggaran tersebut, aspek pengawasan juga menjadi perhatian. Pekerjaan Jalan 21 yang sebelumnya menggunakan pembiayaan melalui pinjaman PT SMI dengan nilai sekitar Rp46 miliar sempat mendapat sorotan publik terkait kondisi pekerjaan di lapangan.
Sorotan tersebut menjadi pengingat bahwa besarnya anggaran pembangunan harus berjalan beriringan dengan transparansi dan pengawasan.
Setiap tahapan pekerjaan perlu dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari perencanaan dan penganggaran, proses pengadaan, pelaksanaan konstruksi, hingga hasil akhir pekerjaan.
Masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui apakah pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi, volume, kualitas, dan tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.
Terlebih, pembangunan infrastruktur menggunakan sumber pembiayaan publik yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Bukan Sekadar Selesai Dibangun
Pembangunan jalan di Tebo pada akhirnya tidak cukup diukur dari apakah proyek telah selesai secara administratif.
Indikator yang lebih penting adalah apakah jalan tersebut dapat digunakan secara optimal, memiliki kualitas sesuai perencanaan, bertahan dalam jangka waktu yang layak, serta memberikan manfaat terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah yang dilayani.
Rencana dukungan sekitar Rp29 miliar untuk Jalan Padang Lamo dan sekitar Rp39 miliar untuk ruas Blok F hingga Jalan 21 menjadi bagian dari agenda pembangunan yang perlu dikawal sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Pemerintah daerah, pemerintah pusat, legislatif, pelaksana pekerjaan, serta masyarakat memiliki peran dalam memastikan pembangunan tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Transparansi anggaran dan keterbukaan terhadap perkembangan pekerjaan juga menjadi penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran.
Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan semata persoalan panjang ruas atau besarnya nilai proyek. Ukuran keberhasilannya terletak pada manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.
Jika pembangunan dapat dilakukan dengan perencanaan yang matang, kualitas pekerjaan yang terjaga, serta pengawasan yang konsisten, investasi infrastruktur di Tebo berpotensi memperkuat konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, tanpa pengawasan yang memadai, besarnya anggaran tidak otomatis menjamin kualitas pembangunan.
Dari Tebo, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur kemudian berlanjut ke Kabupaten Bungo. Agenda peninjauan ruas jalan di daerah tersebut menjadi bagian berikutnya dari pembahasan mengenai kebutuhan konektivitas dan kualitas infrastruktur di wilayah Jambi.(JPO-AsenkLeeSaragih)

0 Komentar
Komentar Dilarang Melanggar UU ITE