Peresmian Nasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Pemkab Merangin Perkuat Semangat Ekonomi Gotong Royong

Peresmian Nasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Pemkab Merangin Perkuat Semangat Ekonomi Gotong Royong.

Jambipos Online, Merangin -Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melaksanakan peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Sabtu (16/05/2026), di Koperasi Desa Merah Putih Desa Rejosari, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Peresmian nasional tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik, gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Kedatangan Gubernur Jambi Al Haris selaku orang nomor satu di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah disambut langsung oleh Wakil Bupati Merangin H. Abdul Khafid bersama Bupati Sarolangun H. Hurmin, SE.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi, S.I.K., M.H. yang diwakili Kompol Simsal Siahaan, S.AP, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., Ketua DPRD Merangin Muhammad Rifaldi, S.Tr., AP, Ketua DPRD Sarolangun H. Ahmad Jani, Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Angga Luvianto, S.H., M.H., serta Kapolsek Pamenang Iptu Purnawarman, S.H.

Peresmian operasional 1061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting bersama Presiden RI Prabowo Subianto yang berpusat di Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi tonggak penting dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, tetapi juga sarana menyerap hasil produksi desa agar memiliki nilai ekonomi lebih besar.

“Hari ini adalah tonggak bersejarah. Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih akan menjadi pusat kekuatan ekonomi rakyat di desa,” ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

Presiden Prabowo menjelaskan, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan membuat perekonomian desa semakin mandiri. Setiap unit koperasi nantinya akan menyerap hasil produksi desa, mendistribusikan produk desa ke wilayah lain, hingga menyalurkan produk bersubsidi bagi masyarakat setempat.

“Secara fisik gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pickup, ada kendaraan tiga roda,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan peresmian koperasi tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan instrumen keadilan ekonomi bagi masyarakat desa di Indonesia.

“Bapak Presiden tidak meresmikan gedung, tidak meresmikan jalan atau jembatan. Yang Bapak Presiden resmikan hari ini adalah instrumen keadilan. Keadilan ekonomi, keadilan bagi desa Indonesia,” kata Zulhas.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang siap beroperasi sebanyak 1.061 unit. Sementara bangunan fisik koperasi yang telah rampung hingga saat ini mencapai 9.294 unit dan terus bertambah setiap hari.


Menurutnya, pemerintah juga tengah melakukan rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta 5.476 manajer koperasi nelayan Merah Putih guna memastikan koperasi berjalan optimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.

Pemerintah menargetkan sebanyak 30.000 koperasi dapat beroperasi sebelum 17 Agustus 2026 sehingga implementasi program prioritas nasional tersebut semakin masif pada paruh kedua tahun 2026.

Melalui surat Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 100.4.4/4139/SJ tanggal 13 Mei 2026 dan surat lanjutan Nomor 100.4.4/4155/SJ tanggal 15 Mei 2026, pemerintah pusat menegaskan keterlibatan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota dalam mendukung pelaksanaan kegiatan nasional tersebut, baik secara langsung maupun melalui sambungan daring di daerah masing-masing.

Di tengah derasnya arus ekonomi modern yang sering menjauh dari rakyat kecil, koperasi kembali dihadirkan sebagai ruang harapan. Sebab pada akhirnya, kekuatan ekonomi bangsa tidak hanya diukur dari tingginya investasi, tetapi dari seberapa jauh negara mampu memastikan masyarakat kecil ikut tumbuh, bertahan, dan berdaya di tanahnya sendiri. (JPO-Arjuna)

0 Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE