Jambipos Online, Merangin - Keterlambatan pembayaran gaji terhadap pegawai di RSUD Kolonel Abundjani Bangko memicu ketegangan internal dan berpotensi mengganggu layanan kesehatan kepada masyarakat.
Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh sejumlah pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebelumnya telah berdampak pada operasional rumah sakit. Situasi tersebut diperparah dengan terungkapnya kondisi serupa yang juga dialami oleh tenaga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tenaga BLUD mengaku belum menerima gaji selama sekitar empat hingga lima bulan. Meski demikian, mereka tetap diminta menjalankan pelayanan secara penuh, termasuk menutupi kekosongan tenaga akibat aksi mogok PPPK.
Salah seorang tenaga BLUD yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi tersebut menimbulkan tekanan baik secara ekonomi maupun psikologis.
“Kami tetap bekerja seperti biasa, bahkan harus menutupi kekurangan tenaga. Namun, hak kami belum dibayarkan,” ujarnya.
Para tenaga BLUD juga menyampaikan kekhawatiran bahwa jika kondisi ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan terjadi aksi serupa dari pihak mereka.
“Kami berharap pembayaran dilakukan secara menyeluruh. Jika tidak, kami juga mempertimbangkan langkah lain,” katanya.
Penjelasan Manajemen Dipertanyakan
Manajemen rumah sakit disebut telah memberikan sejumlah alasan terkait keterlambatan pembayaran, di antaranya keterlambatan pencairan dana dari BPJS Kesehatan serta adanya proses pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Namun, sejumlah pegawai mempertanyakan penjelasan tersebut. Mereka menilai perlu adanya transparansi lebih lanjut terkait kondisi keuangan rumah sakit, termasuk realisasi pencairan dana yang diterima.
Selain itu, muncul pula dugaan adanya tekanan internal terhadap pegawai agar tetap bekerja di tengah kondisi keterlambatan gaji. Informasi mengenai hal ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak manajemen.
Pengamat menilai, jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan, maka risiko terganggunya pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan semakin besar.
RSUD Kolonel Abundjani Bangko merupakan salah satu fasilitas kesehatan rujukan di Kabupaten Merangin, sehingga stabilitas operasionalnya dinilai sangat krusial.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Kolonel Abundjani Bangko belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pembayaran gaji maupun dugaan permasalahan internal yang terjadi.(JPO-FS/Lee)

0 Komentar
Komentar Dilarang Melanggar UU ITE