Jambipos Online, Jambi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi menggelar rapat paripurna, yang membahas laporan penjelasan Gubernur terhadap LKPJ Gubernur Jambi tahun 2025, Senin (30/3/2026).
Rapat paripurna tersebut, dipimipin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi M Hafiz Fattah yang dihadiri oleh Wakil Ketua I Ivan Wirata dan Wakil Ketua II Samsul Ridwan serta Gubernur Jambi Al Haris.
Selain itu, ada sekitar 35 anggota DPRD Provinsi Jambi dan, Sekretaris Daerah (Sekda) Sudirman dan Asisten Gubernur serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Jambi.
Ketua DPRD Provinsi Jambi M Hafiz Fattah mengatakan, bahwa dalam rapat paripurna ini telah disampaikan bahwa kondisi makro Provinsi Jambi menunjukkan pertumbuhan yang positif.
"Tentu yang menjadi sorotan hari ini, tadi pak gubernur sudah menyampaikan secara makro bahwa pertumbuhan masih baik, angka kemiskinan menurun," ujarnya.
Hanya saja, disampaikan dia, yang menjadi perhatian bagi DPRD Provinsi Jambi ini target pendapatan daerah sebesar Rp 4,44 triliun dan terealisasi Rp 4,10 triliun atau sebesar 92,33 persen. Belum tercapainya target ini disebabkan belum optimalnya penerimaan diberbagai komponen.
"Ini sangat disayangkan, maka dari itu kita minta kepada dinas-dinas terkait yang tergetnya jauh dari target yang sudah ditetapkan, untuk kembali mengevaluasi diri dan jajaran dimana permasalahan sehingga terget tercapai," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, bahwa penyampaian LKPJ ini merupakan agenda konstitusional tahunan. Hal ini diatur secara yuridis formal dalam Pasal 69 dan Pasal 71 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
"LKPJ memiliki makna startegis dan diharapkan dapat lebih transparan memberikan informasi dan pertanggungjawaban atas penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada publik," ujarnya.
Al Haris menyebutkan, bahwa kondisi makro ekonomi Provinsi Jambi pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang begitu positif sebesar 4,93 persen yang didorong oleh pertumbuhan hampir seluruh lapangan usaha.
Sektor transportasi dan pergudangan juga menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi adalah transportasi dan pergudangan yaitu 8,88 persen.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi sendiri dari ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 5,75 persen. Struktur PDRB Jambi sendiri tidak menunjukkan perubahan berarti.
Masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 34,49 persen serta lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 13,79 persen.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, pengangguran terbuka Agustus 2025 turun menjadi 4,26 persen, dibandingkan Agustus 2024 yang masih pada 4,48 persen. Bahkan pada November 2025 turun menjadi 4,08 persen.
"Demikian pula penduduk miskin kita berhasil menurunkan menjadi 6,89 persen atau turun 0,3 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,37 persen poin terhadap September 2024," katanya.
Target pendapatan daerah sebesar Rp 4,44 triliun dan terealisasi Rp 4,10 triliun atau sebesar 92,33 persen. Belum tercapainya target ini, Al Haris mengakui disebabkan belum optimalnya penerimaan diberbagai komponen.
"Itu baik dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer maupun lain-lain pendapatan daerah yang sah," kata Al Haris.
Sedangkan, realisasi pendapatan daerah mencapai 92,90 persen dari target yang ditetapkan. Belanja daerah yang ditargetkan sebesar Rp 4,507 triliun terealisasi Rp 4,187 triliun atau sebesar 92,90 persen.
Sementara, capaian reformasi birokrasi sebagai bagian dari sasaran strategis pembangunan daerah. "Capaian indeks reformasi birokrasi Jambi sudah mencapai nilai, hal ini tidak terlepas kita bersama khususnya dalam mencapai nilai itu," sebutnya.
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah melaksanakan berbagai program kegiatan. Sehingga pada akhirnya berhasil menurunkan tingkat kemiskinan hingga mencapai 6,89 persen.
Tidak hanya berhasil menurunkan tingkat pengangguran terbuka, namun juga berhasil memperluas lapangan kerja dengan peningkatan presentasi 41,65 persen Agustus 2024 dan terus meningkat menjadi 43,48 persen di November 2025.
Capaian yang baik juga terlihat pada sasaran strategis, meningkatkan ketersedian pangan dan kemudahan akses terhadap pangan yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks ketahanan pangan menjadi 76,16 di tahun 2025.


0 Komentar
Komentar Dilarang Melanggar UU ITE