. Harga Kedelai Meningkat, Ukuran Tempe di Jambi Menyusut | Jambipos
Home » , » Harga Kedelai Meningkat, Ukuran Tempe di Jambi Menyusut

Harga Kedelai Meningkat, Ukuran Tempe di Jambi Menyusut

Written By jambipos-online on Selasa, 05 Januari 2021 | 06:54

Keripik tempe dan rempeyek produksi Ilham Snack di Kota Jambi. Produksi makanan rumahan sempat anjlok pada masa awal pandemi namun kini meningkat lagi. (Foto: Beritasatu Photo)

Jambipos, Jambi-
Produsen atau pembuat tempe di Kota Jambi terpaksa memperkecil ukuran tahu dan tempe sebagai solusi menghadapi naiknya harga kedelai.

“Kami terpaksa memperkecil ukuran tempe agar harga tempe tidak sampai naik akibat naiknya harga kedelai. Bila ukuran tempe dipertahankan dan harganya dinaikkan, bisanya penjualan drastis menurun,” kata Wahyudi (45), produsen tempe dan tahu di Talang Bakung, Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa (5/1/2021).

Menurut Wahyudi, selama ini sebelum harga kedelai naik, 1 Januari lalu, Dia menjual tempe Rp 30.000/batang. Satu batang tempe tersebut dijual di pasar dengan ukuran 15 potong dengan harga Rp 2.000/potong. Setelah harga kedelai naik dari Rp 7.000/kg menjadi Rp 9.000/kg, ukuran tempe diperkecil hanya cukup untuk 10 potong.

“Untuk tahu, kami terpaksa menaikkan harganya. Kami tidak bisa memperkecil ukuran tahu karena cetakan tahu sulit diubah. Jadi kami harap konsumen maklum jika tempe yang kami jual semakin kecil ukurannya dan harga tahu naik,”katanya.

Sementara itu, Yani (50), pedagang tempe dan tahu di Pasar Talang Banjar, Kota Jambi, mengatakan, penjualan tempe dan tahun merosot menyusul naiknya harga tempe dan tahu saat ini.

“Biasanya saya bisa menjual 100 potong tempe dan 500 buah tahu sehari. Namun setelah harga naik, penjualan tempa rata-rata hanya 80 potong dan tahu rata-rata 400 buah/hari,”katanya.

Dikatakan, sebelum harga kedelai naik, dia menjual tempe Rp 2.000/potong. Saat ini dia menjual tempe Rp 2.500/potong. Kemudian hara tahu yang dijual Yani saat ini Rp 600/buah, naik dari harga sebelumnya Rp 500/buah.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Rosnifa mengatakan, kenaikan harga kacang kedelai dipicu berkurangnya pasokan kedelai impor. Sedangkan pasokan kedelai dalam negeri di Jambi relatif sedikit.

Dikatakan, solusi mengatasi kenaikan harga kedelai tersebut hanya meningkatkan kembali pasokan kedelai di Jambi. Pihak yang berwenang menambah pasokan kedelai tersebut, yaitu Bulog Jambi.(JP-SP)
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE

Garis Tangan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni Jadi Wali Kota dan Wali Kota Sungaipenuh

Garis Tangan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni Jadi Wali Kota dan Wali Kota Sungaipenuh
Nyaris Gagal Maju Pilkada Karena Gerakan Rival Borong Partai

Bersyukur Sebagai Kader Alumni GMKI

Bersyukur Sebagai Kader Alumni GMKI
Tinggi Iman Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian #UtOmnesUnumSint. Robinson Hutapea.

Rasa Optimisme Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Jambi Bersama St Radipoh Hasiholan Sinaga SH

Rasa Optimisme Pembangunan GKPS Tanah Kanaan Jambi Bersama St Radipoh Hasiholan Sinaga SH
KLIK Benner Untuk Beritanya

Sebesar Rp 211 Miliar Refokusing APBD Provinsi Jambi Seperti “Menggarami Laut”

Sebesar Rp 211 Miliar Refokusing APBD Provinsi Jambi Seperti “Menggarami Laut”
KLIK Benner Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
HPN 2021
 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA