Home » , » Ini Kronologi Pembunuhan Sadis Puluhan Pekerja di Papua

Ini Kronologi Pembunuhan Sadis Puluhan Pekerja di Papua

Written By jambipos-online on Rabu, 05 Desember 2018 | 08:31

Pasukan Brimob dari Timika tiba di Wamena, 4 Desember 2018. Pasca penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga menewaskan 31 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada 2 Desember lalu, aparat keamanan pun ditambah untuk mengamankan situasi di daerah tersebut. ( Foto: Antara / Iwan Adisaputra )

Sekitar pukul 15.00 WIT, kelompok mendatangi Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar selanjutnya digiring menuju kali Karung

Jambipos Online, Jayapura-Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, memastikan bahwa 24 orang pekerja PT. Istaka Karya tewas dibantai oleh Kelompok Sipil Kriminal Bersenjata di Distrik Yigi Kabupaten Nduga Papua pada Minggu (2/12/2018).

Aidi mengatakan, dari keterangan salah seorang korban karyawan PT Istaka Karya berinisial JA yang selamat dari pembantaian KKSB membeberkan kronologis kejadian. Diungkapkan JA, pada tanggal 1 Des 2018 seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja karena pada hari itu ada upacara peringatan 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKSB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Namun kata Aidi, sekitar pukul 15.00 WIT, kelompok mendatangi Kamp PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar selanjutnya digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standard militer.

"Keesokan harinya, Minggu (2/12/2018) sekitar pukul 07.00 WIT, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo, di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok. Tidak lama kemudian para KKSB menembaki para pekerja dengan sadis, sebagian pekerja tertembak mati di tempat sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah," ungkapnnya, Rabu pagi

Setelah menembak para pekerja, KKSB meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo. 11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun malangnya mereka terlihat oleh KKSB sehingga merek dikejar.

"Dalam pengejaran itu, 5 orang tertangkap dan digorok oleh KKSB (meninggal di tempat), sementara 6 orang berhasil melarikan diri ke arah Mbua, dan 2 orang diantaranya belum ditemukan, sedangkan 4 orang selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua," bebernya.

Lanjut Aidi, pada Senin (3/12/2018) sekitar pukul 05.00 WIT, Pos TNI 755/Yalet tempat korban diamankan diserang oleh KKSB bersenjata standar militer campuran panah dan tombak.

"Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet, Serda Handoko membuka Jendela sehingga tertembak dan meninggal dunia," terangnya.

Anggota pos kemudian membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 pagi hingga 21.00 WIT. Namun karena situasi tidak berimbang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan, maka komandan pos memutuskan untuk mundur dan mencari medan perlindungan.

"Saat mundur itulah salah satu anggota kita Pratu Sugeng tertembak di lengan," katanya.

12 Pekerja di Evakuasi

Untuk kondisi saat ini kata Aidi, pasukan gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban.

Dikatakan, pasukan gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi 12 masyarakat terdiri dari 4 orang karyawan PT. Istaka Karya, 6 orang petugas Puskesmas Mbua dan 2 orang guru SMP Mbua dengan menggunakan Hellycopter milik TNI AD.

"Diantara 12 yang dievakuasi, terdapat 3 orang karyawan PT Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKSB dan saat ini sedang di evakuasi ke RSUD Wamena," tandasnya. (*)



Sumber: Suara Pembaruan
Share this article :

Posting Komentar