Home » , » Ribut Soal Tempe dan Harga Cabai Adalah Politik Membuat Takut

Ribut Soal Tempe dan Harga Cabai Adalah Politik Membuat Takut

Written By jambipos-online on Selasa, 11 September 2018 | 11:28

Sandiaga Uno berdialog dengan pedagang ketika mengunjungi Pasar Cik Puan di Pekanbaru, Riau, 4 September 2018. ( Foto: Antara / Rony Muharrman )
"Pada akhirnya orang melihat pemimpin itu dari perkataannya, apakah jujur atau provokasi."

Jambipos Online, Jakarta- Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai calon wakil presiden Sandiaga Uno sedang berusaha membangun ketakutan atas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan "isu hantu" krisis ekonomi.

Semisal melalui pernyataan 'tempe setipis kartu ATM', dan sebelumnya membuat narasi bahwa uang Rp 100.000 hanya cukup untuk membeli bawang merah dan cabai.

"Ya ini bagian dari cara Pak Sandi yang mencoba menakut-nakuti masyarakat. Ini politics of fear, mengorganisasi politik ketakutan pada masyarakat," kata Antoni, Senin (10/9/2018).

Pernyataan demikian berusaha memaksakan narasi bahwa saat ini harga barang-barang melambung tinggi. Padahal, faktanya, uang Rp 100.000 saat ini sudah cukup untuk membeli bahan makanan sehat termasuk ayam, tahu, tempe, sayuran, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah, ujarnya.

Bagi Antoni, cara-cara demikian bukanlah hal aneh bila mengingat track record Sandiaga di pemilihan gubernur DKI Jakarta lalu saat melawan Basuki Tjahaja Purnama. Tujuannya untuk meningkatkan popularitas diri sendiri.

"Pada akhirnya orang akan melihat pemimpin itu dari perkataannya, apakah dia berkata jujur atau hanya sebagai provokasi. Kita lihat saja, mana ada tempe setipis ATM," kata Antoni.(*)



Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Posting Komentar