Home » , , » Juara Dunia Zohri Tiba di Tanah Air, Jokowi Sambut di Istana Bogor

Juara Dunia Zohri Tiba di Tanah Air, Jokowi Sambut di Istana Bogor

Written By jambipos-online on Rabu, 18 Juli 2018 | 18:36

Atlet Indonesia juara dunia atletik nomor Lari 100 meter U-20 Lalu Muhammad Zohri (kedua kiri) berjalan menuju terminal kedatangan setibanya dari Finlandia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 Juli 2018. ( Foto: Antara / Muhammad Iqbal )

Menpora minta segala polemik "yang tidak menarik" segera disudahi. Zohri segera dipersiapkan untuk mengikuti Asian Games ke-18 di Jakarta.

Jambipos Online, Jakarta - Juara dunia lari 100 meter U-20 Lalu Muhammad Zohri telah kembali ke Tanah Air. Sorak-sorai dan pelukan menyambutnya di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/7/2018) malam.

Zohri dan pelatihnya tiba di Indonesia menumpang maskapai penerbangan Garuda Indonesia, sekitar pukul 23.10 WIB. Usai mengurus administrasi keimigrasian, pemuda yang mengenakan jaket warna merah itu langsung menuju ke lokasi penyambutan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) bergantian menyalami dan merangkul sang juara dunia junior itu. Masyarakat yang berada di bandara juga sangat antusias menyambutnya.

Kendati terlihat lelah, Zohri tetap bersemangat dalam mengikuti prosesi penyambutan. Kalungan bunga disematkan kepada Zohri. Bendera Merah Putih pun tidak lepas dari genggamannya.

"Lalu Muhammad Zohri, juara dunia yang saya banggakan dan kita semua pasti bangga, selamat datang kembali ke Tanah Air. Sejak Juni kemarin meninggalkan Indonesia, dan pulang ke Indonesia membawa kabar baik, akan memotivasi kita semua karena Zohri telah berhasil mengibarkan Bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya," ujar Imam.

Dikatakan, pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Zohri, pelatih, pengurus PB PASI, serta semua pihak yang terus mendampingi Zohri hingga berhasil menyabet mendali emas kejuaraan dunia di nomor paling bergengsi tersebut.

"Semoga terus mendampingi dan mengawal, karena karir Zohri masih panjang, sangat panjang. Apalagi di Asian Games nanti yang dihadapi adalah orang-orang yang tidak ikut di kejuaraan dunia kemarin. Tentu Zohri harus berlatih lebih kuat lagi, lebih hebat lagi dan jangan berubah. Saya ingin tetap melihat Zohri masa depan seperti halnya Zohri saat ini. Orangnya ramah, baik banget," ungkapnya.

Ia meminta, Zohri selanjutnya fokus berlatih dan berkonsentrasi mempersiapkan diri menghadapi perhelatan Asian Games 2018, Agustus mendatang.

"Sekarang faktanya Zohri telah menjadi juara dunia, Merah Putih dikibarkan. Maka segala polemik yang tidak menarik tolong disudahi, karena Zohri akan konsentrasi ke Asian Games untuk kembali meraih prestasi yang terbaik. Kita doakan semoga Zohri sabar, ikhlas dan kuat menjadi yang terbaik di ajang berikutnya Asian Games, Insya Allah Olimpiade di masa-masa yang akan datang," kata Imam.

Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor M Tanjung turut menyampaikan, terima kasih atas dukungan pemerintah dan pihak lainnya terhadap Zohri.

"Kami atas nama keluarga besar PB PASI, pada malam ini dalam kebahagian yang luar biasa, ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, di mana dalam hal ini hadir bersama kita bapak menteri, terima kasih juga jajaran deputi yang luar biasa mendukung kami. Kami juga ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang memberikan apresiasi kepada atlet kami ini. Kami sama sekali tidak pernah menyangka bahwa begitu besar perhatian pemerintah Indonesia kepada dunia atletik Indonesia," jelasnya.

"Kami memohon kepada yang simpatik kepada kami agar juga memperhatikan pertumbuhan Lalu Muhammad Zohri yang masih berusia sangat muda, masa depannya terbuka lebar, perjalanan karirnya masih panjang sebagai atlet, mari kita dukung bersama-sama agar dia tetap fokus, berkonsentrasi pada latihan," tambahnya.

Sementara itu, Zohri menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, karena berkat doa masyarakat dirinya bisa menjadi juara.

"Terima kasih banyak atas dukungan pemerintah, seluruh masyarakat Indonesia. Berkat doa kalian semua saya bisa menjadi seperti ini. Terima kasih banyak semua. Saya juga berterima kasih kepada Pak Bob Hasan sebagai Ketua PB PASI yang selalu memperhatikan saya," tandasnya.

Pemuda berusia 18 tahun, asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu, mendadak tenar setelah berhasil menggondol mendali emas Kejuaraan Atletik Dunia (IAAF) U-20 dalam kategori lari 100 meter, di Finlandia.

Zohri yang berlari di lintasan 8, menjadi yang paling tercepat dengan catatan waktu 10,18 detik, mengungguli dua sprinter asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

Kalung emas yang diperoleh anak ketiga dari pasangan Saeriah dan Lalu Ahmad itu, merupakan mendali pertama yang diraih Indonesia sepanjang mengikuti ajang itu.

Presiden Minta Zohri Terus Tingkatkan Prestasi
Atlet Indonesia juara dunia atletik nomor Lari 100 meter U-20 Lalu Muhammad Zohri (kanan) membentangkan Bendera Merah Putih setibanya dari Finlandia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, 17 Juli 2018. ( Foto: Antara / Muhammad Iqbal )


Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan kepada juara dunia lari 100 m Lalu Muhammad Zohri untuk terus meningkatkan prestasi olah raganya.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan kepada juara dunia lari 100 m Lalu Muhammad Zohri untuk terus meningkatkan prestasi olah raga atletiknya.

"Saya titip bahwa prestasi ini jangan berhenti. Tapi terus ditingkatkan dengan kegigihan, latihan, dengan jadwal latihan yang lebih padat lagi sehingga kita harapkan nanti betul-betul memberikan yang terbaik," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (18/7/2018).

Menurut Presiden Jokowi, prestasi yang diraih Zohri merupakan bekal bagi Indonesia menapak ke kompetisi di Asian Games 2018 maupun pada kejuaran kejuaraan besar lainnya.

"Sekali lagi saya sangat bangga dan rakyat sangat bangga. Dan mengucapkan kasih atas prestasi yang telah diberikan Zohri kepada bagsa dan negara ini," kata Presiden Jokowi.

Dalam keterangannya Presiden Jokowi mengungkapkan ada sesuatu yang agak mengganjal mendengar jawaban Zohri atas pertanyaan apakah bersedia ke Istana Presiden.

"Agak mengganjal di hati saya saat Zohri diwawancarai apa mau ke Istana, apa jawaban Zohri, mau banget ketemu orang besar," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, hal itulah yang mengganjal hatinya. "Ini yang keliru, orang besarnya bukan di sini tapi Zohri . Dia yang orang besar karena dengan segala keterbatasan, dengan segala kekurangan fasilitasnya, dengan ambisi yang besar, dengan kerja keras, dengan kegigihan, Zohri bisa memenangkan kejuaraan dunia bergengsi," jelasnya.

Menurut Jokowi, juara dunia lari 100 meter U20 merupakan prestasi yang luar biasa yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia. "Ini sebuah prestasi yang sekali lagi, seluruh rakyat bangga kepada Zohri," kata Jokowi.

Zohri Minta Polemik soal Bendera Dihentikan
Juara dunia lari 100m putra U20 Lalu Muhammad Zohri (tengah) tiba di Jakarta, 17 Juli 2018. ( Foto: Beritasatu / Bayu Marhaenjati )

"Untuk bendera, kita sudahi saja," kata Zohri. Zohri sempat kesulitan mendapatkan bendera Indonesia usai menjuarai lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

Juara dunia lari asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri meminta polemik asal bendera yang digunakan saat selebrasi usai Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia, Rabu (11/7/2018) tidak diperpanjang.

"Untuk bendera, kita sudahi saja," kata Zohri di sela penyambutannya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa malam (17/7/2018).

Saat finis tercepat di kejuaraan dunia, Zohri terlihat mencari ofisial dari Indonesia. Namun, untuk mencarinya terlihat membutuhkan waktu yang lama. Kondisi berbeda didapat dua sprinter Amerika Serikat yang langsung mendapatkan bendera untuk selebrasi.

Dalam video yang tersebar di media sosial, Zohri akhirnya mendapatkan bendera Merah Putih. Hanya saja atlet asal Lombok Utara Nusa Tenggara Barat ini tidak menjelaskan dengan detail bendera yang digunakan untuk selebrasi.

"Yang saya lakukan hanya ingin memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Sebelumnya saya tidak yakin. Ternyata kondisi di lapangan berbeda. Ini ada campur tangan Tuhan," kata Zohri dengan tersedu.

Lalu Muhammad Zohri merupakan atlet Indonesia pertama yang sukses menjadi juara dunia lari 100 meter meski untuk kategori U-20. Atlet berusia 18 tahun ini meski berada di lintasan delapan mampu menggebrak atlet negara lain yang selama ini menguasai nomor tersebut.

Salah satu atlet yang disiapkan untuk Asian Games 2018 ini mampu membukukan catatan waktu 10,18 detik. Zohri mampu mengalahkan dua sprinter asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang masing-masing mencatatkan perolehan waktu 10,22 detik.

Waktu yang dicatatkan oleh atlet asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Timur ini hanya terpaut tipis dengan catatan waktu mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo yaitu 10,17 detik yang ditorehkan pada SEA Games 2009 di Laos.

Atas prestasi tersebut, Zohri banyak mendapatkan apresiasi termasuk dari Presiden Joko Widodo. Bonus juga terus mengalir pada atlet yatim piatu ini. Kementerian Pemuda dan Olahraga memberi bonus Rp 250 juta, selaih itu juga perbaikan rumahnya di Lombok Utara.(JP)

Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Posting Komentar