Home » , , , , » Caroline, Atlet Muaythai Cilik Berprestasi dari Keluarga Miskin Butuh Bantuan Biaya Sekolah

Caroline, Atlet Muaythai Cilik Berprestasi dari Keluarga Miskin Butuh Bantuan Biaya Sekolah

Written By jambipos-online on Rabu, 18 Juli 2018 | 21:23

Ayah Seorang Buruh Kebun, Ibu Mengurus Rumah Tangga
Caroline atlet Muaythai cilik Jambi dari keluarga pra sejahtera menorehkan prestasi dalam Kejurnas Muaythai di Bogor Tahun 2017 dengan raihan medali perak. Tahun ini 2018 putri dari pasangan Pardi-Riris ini meraih medali emas pada LIGANAS Muaythai.IST-FB Remynovita Sitohang
Jambipos Online, Muarojambi-Seorang atlet Muaythai cilik Jambi dari keluarga pra sejahtera menorehkan prestasi dalam Kejurnas Muaythai di Bogor Tahun 2017 dengan raihan medali perak. Tahun ini 2018 putri dari pasangan Pardi-Riris ini meraih medali emas pada LIGANAS Muaythai.

Adalah Caroline yang akrab dipanggil Olin. Gadis cilik ini adalah seorang anak cerdas dan berprestasi juga anak yang tegar. Pasalnya orang tuanya merupakan keluarga kurang mampu. Ayahnya hanya berprofesi seorang buruh kebun dan juga hanya mengandalkan hasil jerat di hutan. Sedangkan ibunya Riris hanya mengurus rumah tangga.

Olin, atlet Muathai cilik penuh prestasi ini lahir di Jambi, 9 Oktober 2006. Olin merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Mereka tinggal di Desa Leban Karas, RT 21, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

Rumah berdinding papan tanpa lantai semen ini berada tepatnya ditengah-tengah kebun karet milik orang lain. Pardi dan Riris bersama ketiga anaknya tidak memiliki rumah pribadi, mereka hanya menumpang di kebun itu. 

Tidak ada fasilitas apapun, baik listrik ataupun air PDAM, mereka masak di tungku dengan kayu bakar, menggunakan lampu togok sebagai penerang pada malam hari, termasuk untuk belajar bagi Olin dan adiknya.

Walaupun Olin dan adik- adiknya jauh dari kehidupan layaknya anak-anak se usia mereka, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk berprestasi, baik di sekolah maupun dibidang olahraga.

Adik Olin bernama Karine selalu mendapat peringkat 10 besar dikelasnya, sekarang naik kelas 4 SD, Sedangkan Olin sendiri sejak kelas 2 sampai kelas 6 (10 semester) selalu meraih juara 1 dikelasnya. Namun dari prestasi di sekolahnya itu, Olin tak pernah mendapatkan sesuatu yang bisa membanggakan orangtuanya. 

Kini Olin melanjutkan sekolah di SMPN Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Kini Olin kesulitan untuk mencukupi keperluan sekolahnya, termasuk beli buku-buku sekolah dan seragam sekolahnya.

Olin Hidup Jauh Dari Kata Layak

Kehidupan keluarga Caroline jauh dari kata layak. Hal itu tampak dari kehidupannya sehari-hari. Kadang mereka harus puasa makan seharian, karena tak ada hasil jerat babi hutan dari ayahnya. Bahkan kalaupun Olin bisa mengenakan pakaian bagus itu juga karena donasi dari orang-orang yang terketuk hatinya melihat keadaan Olin dan adik-adiknya.

Namun demikian, mereka luar biasa tegar tidak sedikitpun berniat untuk meminta belas kasihan, mereka hidup dengan penuh rasa syukur.

Pemerintah Kabupaten Muarojambi atau instansi terkait sudah sepatutnya memperhatikan Olin dan keluarganya. Sebab mereka tidak memiliki tempat tinggal (menumpang hidup) dan Olin hingga kini belum pernah merasakan beasiswa.

Meskipun orangtua mereka telah mengusulkan bahkan mengajukan formulir untuk memperoleh beasiswa prestasi, namun tidak terealisasi hingga saat ini. “Jangankan beasiswa, sebuah bukupun ngak pernah didapat oleh anak kami,” ujar Riris, ibu Olin kepada wartawan baru-baru ini.

Miris sekali apa yang dialami oleh Olin dan adiknya, kini Olin telah lulus SD dan punya cita-cita tinggi, untuk melanjutkan sekolah, namun hingga saat ini Olin tidak memiliki dana untuk melanjutkan sekolahnya. Baik membeli buku- buku pelajaran ataupun seragam sekolah.

Kini Caroline terancam tak bisa konsentrasi belajar karena belum memiliki seragam sekolah dan keperluan sekolah lainnya. Termasuk juga soal uang masuk sekolah di SMPN Sungai Duren, Muarojambi.

Olin dan adik-adiknya membutuhkan dermawan untuk mendukung cita-cita mereka dalam meraih prestasi pendidikan dan masa depan mereka. Olin dan adiknya berharap memperoleh besiswa atau bantuan dari pemerintah.

Peduli Olin

Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.

“Kami dari Alumni PPAK tergerak hatinya melihat keadaan Olin dan keluarganya. Jadi kami berikan bantuan sedikit untuk membantu beban keluarga Olin dan adik-adiknya, “ ujar Melva Manurung.

#PeduliKasih#GerakanPeduliPrestasi. Terimakasih buat sahabat yang telah berdonasi untuk keluarga Olin. Sekecil apapun bentuk kepedulian sahabat itu sangat berarti. Terimakasih atas semua doa sahabat,” ujar Remynovita Sitohang. (JP-Asenk Lee)
Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB



Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB
Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Caroline bersama Pelatihnya Remynovita Sitohang.FB


Alumni Komunitas Program Pembinaan Agama Kristen (PPAK) Bandung, Melva Br Manurung CS mengunjungi keluarga Olin di kediamannya Senin, 9 Juli 2018 lalu. Olin juga didampingi pelatihnya Remynovita Sitohang.FB

Share this article :

Posting Komentar