16 Hektare Lahan di Pantai Timur Jambi Terbakar

Written By jambipos-online on Jumat, 27 Juli 2018 | 08:46

16 Hektare Lahan di Pantai Timur Jambi Terbakar
Ilustrasi kebakaran lahan. ( Foto: Antara/Nova Wahyudi )
 

Jambipos Online, Jambi - Sedikitnya 16 hektare (ha) lahan di kawasan pantai timur Provinsi Jambi terbakar. Sekitar 10 ha kebakaran lahan tersebut terjadi di Desa Sungaisayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjungabung Timur (Tanjabtim) dan enam hektare di Desa Pematangbuluh, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar).

Kebakaran lahan di Desa Sungaisayang, Sadi, Tanjabtim belum bisa dipadamkan hingga Kamis (26/7/2018). Helikopter pemadam kebakaran hutan dan lahan sangat dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran lahan tersebut dari udara. Sedangkan kebakaran lahan di Desa Pematangbuluh, Sadu, Tanjabbar sudah bisa dipadamkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabtim, Rahmad Hidayat di Muarasabak, Tanjabtim, Kamis (26/7/2018) menjelaskan, sekitar 10 ha lahan yang terbakar di Desa Sungaisa berada di areal pertanian masyarakat.

“Satuan gabungan BPBD, Polri dan TNI di Tanjabtim sudah berupaya memadamkan kebakaran lahan tersebut, Rabu (25/7). Namun karena lahan yang terbakar cukup luas dan jauh, kebakaran belum bisa dipadamkan. Kami mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi melakukan pemadaman melalui bom air (water bombing) menggunakan helikopter hari ini, Kamis (26/7/2018),”katanya.

Dijelaskan, meluasnya kebakaran lahan di kawasan pertanian Desa Sungaisayang, Sadu, Tanjabtim karena kurang cepat terpantau. Setelah meluas, barulah kebakaran tersebut terpantau dan langsung dilakukan pemadaman.

“Kebakaran lahan di Sadu ini diduga disengaja petani untuk membuka lahan. Pemilik lahan sudah diamankan petugas,” ujarnya.

Sementara itu Camat Betara, Toni Ermawan Putra mengatakan, kebakaran enam hektare lahan di areal perusahaan perkebunan PT AMM di Desa Pematangbuluh, Betara, Tanjabbar sudah berhasil dipadamkan, Rabu (25/7/2018). 

Pemadaman kebakaran lahan itu dilakukan tim gabungan BPBD Tanjabbar, Manggala Agni, TNI, Polri dan perusahaan hutan tanaman industri, PT WKS. Pemadaman kebakaran lahan tersebut dibantu pengebomam air (water bombing) menggunakan helikopter milik PT WKS.

“Penyebab kebakaran lahan tersebut masih diselidiki. Pihak perusahaan PT AMM sudah dipanggil polisi,”ujarnya.

Secara terpisah Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Nurangesti Widyastuti di Jambi, mengatakan, karhutla di Jambi masih terus terjadi menyusul musim kemarau berkepanjangan di daerah itu. Jumlah hot spot (titik api) di Jambi pada Rabu (25/7/2018) terpantau di lima lokasi.

Dua hot spot tersebut berada di wilayah Kecamatan Teboulu, Kabupaten Tebo. Kemudian di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Kecamatan Sadu, Tanjabtim dan Betara, Tanjabbar masing-masing terpantau satu hot spot.

Dijelaskan, sejak Januari hingga 25 Juli 2018, jumlah hot spot di Jambi mencapai 110 titik. Sedangkan hot spot paling banyak di daerah itu terjadi Juni - 25 Juli, yakni 53 titik. Luas hutan dan lahan yang terbakar di Jambi sejak Januari – 25 Juli mencapai 130,5 hektare.

Kawasan hutan yang terbakar sekitar 41,5 ha (32 persen) dan kawasan APL (Areal Peruntukan Lain) sekitar 89 ha (68 persen). Kawasan gambut yang terbakar di daerah tersebut sekitar 9,1 ha dan kawasan mineral sekitar 121, 4 ha.

Sementara itu pantauan Suara Pembaruan, asap yang menyelimuti Kota Jambi beberapa hari terakhir mulai menghilang, Kamis (26/7/2018) pagi. Hilangnya asap tersebut disebabkan hujan deras yang mengguyur Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, dan Batanghari, Rabu (25/7/2018) sore.

Hujan deras yang berlangsung hampir tiga jam Rabu sore menyebabkan kebakaran lahan dan semak belukar di wilayah Kabupaten Muarojambi, Batanghari dan Kota Jambi padam.(JP)


Sumber: Suara Pembaruan
Share this article :

Posting Komentar