Home » » Perusahaan di Merangin Tak Patuh Pemerintah

Perusahaan di Merangin Tak Patuh Pemerintah

Written By jambipos-online on Kamis, 17 Mei 2018 | 17:02

Memperingati acara bulan Keselamatan Kerja dan Kesehatan (K3) Tahun 2018 dihalaman depan kantor Bidang Ketenagakerjaan Dinas PMPTSP-TK Kabupaten Merangin, Kamis (17/5/2018). 
Perusahaan Tolak Beri uang Proposal

Jambipos Online, Merangin-Sejumlah perusahaan yang beroperasional dan berkedudukan di Kabupaten Merangin tergolong pembangkang. Pasalnya sestai diundang oleh Pemkab Merangin, selalu mangkir. Hal ini dikesalkan Sekretaris Pemkab Merangin Sibawahi dan merasa gerah terhadap sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Merangin.

"Pasalnya setiap kali perusahaan tersebut diundang rapat selalu tidak pernah datang tanpa alasan. Bukan hanya saat undangan rapat saja, sejumlah perusahaan ini tidak datang, tapi ketika didatangi oleh pejabat dari instansi terkait Pemerintah untuk meminta, namun sejumlah perusahaan tersebut selalu mengajukan sikap yang kurang baik," katanya.

Menurut Sekda, dirinya mendengar keluhan dari adik media, yang pertama susah sekali kalau wartawan yang mau berkunjung untuk meminta konfirmasi.

"Karena mau menghadap menejer harus lalui satpam dulu, satpam di tanya seribu alasan, menejer keluar lah, menejer cuti lah, sehingga wartawan pulang tanpa berita.Yang saya dengar kalau ada proposal cukup diisi 50.000 saja kalau 500.000 harus lapor ke Jakarta. Kalau bisa jangan seperti itulah, setiap perusahaan ada punya CSR salahnya kita membantu mereka kalau kita mampu tidak usah sampai jauh-jauh nian," katanya Sibawahi.

Sibawahi dalam memperingati acara bulan Keselamatan Kerja dan Kesehatan (K3) Tahun 2018 dihalaman depan kantor Bidang Ketenagakerjaan Dinas PMPTSP-TK Kabupaten Merangin, Kamis (17/5/2018) secara gamblang mengatakan, pihaknya mengundang rapat sejumlah perusahaan tersebut tidak pernah datang, bahkan saat didatangi ke kantornya karyawannya menunjukkan sikap yang kurang baik.

Menurut Sibawahi, setiap perusahaan harus tahu, bila ada kemelut di perusahaan itu baik dengan karyawan maupun dengan masyarakat, pasti selalu membutuhkan peran pemerintah dalam mengatasinya.

Kemudian dalam merekrut karyawan hendaknya pihak perusahaan memprioritaskan anak-anak daerah lokal Merangin, sebab bila terjadi keributan atau aksi demo, tentu yang akan menghadapi dibarisan depan para putra daerah tersebut.

“Jadi antara perusahaan dengan pemerintah itu saling membutuhkan. Tidak perlu perusahaan alergi dengan pemerintah. Jadi jangan sampai komunikasi antara perusahaan dengan pemerintah itu tersumbat," terangnya.

Jambipos pernah konfirmasi ke PT. SAL untuk meminta kejelasan masalah Payo Langantuk di Desa Limbur Merangin dengan PT. SAL. Sayang sampai di POS satpam seribu alasan.(JP-Yah)




Share this article :

Posting Komentar