Home » , , » Gubernur Jambi Zola : Angka Stunting Jambi Rendah

Gubernur Jambi Zola : Angka Stunting Jambi Rendah

Written By jambipos-online on Kamis, 29 Maret 2018 | 07:55

Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA mengikuti stunting summit di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/3/2018). Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Johansyah,SE,ME ikut mendampingi Gubernur Jambi.Humas
Jambipos Online, Jakarta-Usai mengikuti acara Stunting Summit yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (28/3/18) sore, Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA mengungkapkan meskipun angka stunting di Provinsi Jambi rendah namun dirinya tetap memperhatikan serta berupaya menekan angka stunting di Provinsi Jambi. 

"Statement dari Ibu Menteri Kesehatan ketika datang ke Jambi melihat angka stunting di Jambi, salah satu yang terbaik artinya rendah secara nasional," ujar Zola.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupannya, dari janin hingga umur 2 tahun.

“Kalau kita perhatikan satu Kabupaten Kerinci, kita ada data-datanya, kalau kabupaten yang lain, alhamdulillah bagus," lanjut Zola. 

Zola menjelaskan, dari beberapa kabupaten hanya beberapa desa saja yang terdapat permasalah stunting. "Capaian ini harus kita tingkatkan, artinya ibu-ibu di Posyandu harus paham dan juga ada keinginan untuk dapat memperhatikan janin sebelum dan sesudah lahir. Ketika anak lahir kekurangan gizi, selanjutnya sekolah, menjadi tenaga kerja, berpengaruh semua kalau ini dibiarkan," kata Zola. 

Mengatasi masalah stunting di Provinsi Jambi, Zola akan mengupayakan dinas terkait untuk menekan serta terus memperhatikan agar angka stunting terus menurun. 

"Kita upayakan Dana Desa, Posyandu, tenaga kesehatan, kades, kecamatan sampai kabupaten, provinsi memperhatikan terutama dari Dinas Kesehatan," tegas Zola. 

Selanjutnya, Zola mengimbau agar perhatian terhadap masalah stunting tidak hanya dikalangan masyarakat yang ekonomi rendah, namun ada masalah lain yang mesti diperhatikan. 

"Kita akan perhatikan betul sampai tingkat desa mengenai pola makan empat sehat lima sempurna, jangan sampai kekurangan sayur, ikan, buah-buahan. Stunting tidak hanya terjadi pada masyarakat miskin, di kalangan masyarakat yang berkecukupan jika kekurangan informasi bisa juga terjadi," terang Zola. 

Sementara Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, H.Jusuf Kalla mengatakan permasalahan stunting bisa berakibat besar pada kemajuan bangsa dimana generasi yang terkena stunting bisa berpengaruh pada daya saing bangsa. "Seribu hari pertama sangat menentukan anak stunting atau tidak," tegas Wapres. 
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, H.Jusuf Kalla.
Wapres menjelaskan terkait stunting harus punya perencanaan yang baik yang mempunyai tujuan jangka panjang. "Memang terjadi "lingkaran setan" miskin maka tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai akibatnya stunting, menyebabkan kecerdasan rendah yang selanjutnya akan menyebabkan kemiskinan. Jadi kita harus buat terobosan, pemerintah bertanggung jawab untuk keluar dari "lingkaran setan" tersebut," kata Wapres. 

Wapres mengungkapkan bahwa permasalahan stunting bisa terjadi pada anak dari keluarga kaya jika tidak memperhatikan beberapa penyebab stunting. 

"Bukan hanya orang miskin, orang kaya bisa kena stunting kalau tidak diberi gizi yang cukup, tidak menyusui dengan ASI sejak awal atau sanitasi yang tidak baik. Ini bukan hal baru di Indonesia, kita hanya meningkatkan apa yang selama ini sudah dilakukan sebelumnya," ujar Wapres. (JP-Hms-Raihan)


















Share this article :

Posting Komentar