Home » , » Jalan Nes Batanghari-Muarojambi Rawan Kecelakaan

Jalan Nes Batanghari-Muarojambi Rawan Kecelakaan

Written By jambipos-online on Sabtu, 24 Februari 2018 | 07:55

Sebuah kendaraan minibus dan sebuah sepeda motor terlibat kecelakaan lalu lintas di jalur Nes Muarojambi Jumat, 23 Februari 2018 16:51 WIB. (Muhamad Hanapi)
Jambipos Online, Muarojambi-Jalan Nes, jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muarojambi sekaligus akses ke Kota Jambi rawan kecelakaan lalu lintas.

"Bila dirata-rata satu minggu sekali terjadi kecelakaan di jalan Nes ini, terutama jalan di sepanjang Desa Muhajirin dan jalan yang terletak di PTP VI," kata Santoso warga Desa Muhajirin Kecamatan Jaluko Kabupaten Muarojambi Santoso di Jaluko, Jumat (23/2/2018).

Santoso mengatakan sebagian besar laka yang terjadi di jalan Nes tersebut menyebabkan pengendara meninggal dunia. Terhitung sejak januari hingga pertengahan Februari 2018 sudah terjadi sekitar 6 kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan Nes tersebut.

Kasat Lantas Polres Batanghari AKP La Ode Prasetyo Fuad mengatakan sepanjang tahun 2018 sudah terjadi tiga kecelakaan lalu lintas di jalan Nes dalam wilayah Kabupaten Batanghari.

"Dua orang pengendara meninggal dunia dari tiga kecelakaan lalu lintas di jalan nes tersebut," kata Akp La Ode Prasetyo Fuad.

Jalan tersebut rawan akan kecelakaan lalu lintas di karenakan jalan itu sempit. Terlebih jalur tersebut banyak lubang dan tikungan tajam. Selain itu banyak pengendara mobil travel dengan kecepatan tinggi melintas.

"Kami mengimbau masyarakat yang melintas di jalan tersebut untuk lebih berhati-hati. Dan yang perlu diperhatikan yakni kelengkapan dalam berkendara seperti memakai helm untuk pengendara roda dua," kata AKP La Ode Prasetyo Fuad.

Berdasarakan data kecelakaan lalu lintas tahun 2017 di Polres Batanghari, Dari 64 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, 23 orang diantaranya tidak memakai helm. Terdiri dari 10 orang pengendara dan 13 orang penumpang.

Sementara itu, sejak januari hingga pertengahan Februari 2018, sudah terdapat 10 orang yang meninggal dunia di daerah itu akibat kecelakaan lalu lintas.

"Baik pengendara maupun penumpang wajib pakai helm, karena itu untuk keselamatan diri mereka sendiri," katanya. (JP)

Sumber: Antara

Share this article :

Posting Komentar