Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Zola Koordinasikan Penanganan Hukum Kasus CPNS dan PETI dengan Kapolda Jambi


Tim Sar (Polisi, TNI dan Brimob) Saat Hendak Melakukan Evakuasi Korban di Pintu Masuk Lubang Jarum PETI di di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Upaya Tim Sar hingga Jumat pagi  (28/10/2016) belum berhasil mengevakuasi para korban. IST


Jambipos Online, Jambi-Gubernur Jambi, H.Zumi Zola melakukan pertemuan dengan Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani beserta jajaran guna mengkoordinasikan penanganan kasus CPNS dan pertambangan emas ilegal di Jambi. Pertemuan itu berlangsung di di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (27/10) siang.

H.Zumi Zola menegaskan bahwa penanggulangan PETI butuh dukungan semua pihak. Zola mengatakan, pertemuannya dengan Kapolda Jambi adalah koordinasi tentang permasalahan penipuan CPNS, penanganan pungutan liar (pungli), dan penanggulangan PETI.

“Masalah PETI, kita sudah koordinasi dan apresiasi juga tim kemarin sudah bergerak di Tebo, ada dompeng dibakar. Kami sudah melakukan segala macam upaya, baik pendekatan persuasif maupun penindakan yang tegas sudah kami lakukan, bukan kami diam saja. Dari kepolisian, termasuk Pak Kapolda langsung, Pak Danrem juga langsung, Pemprov dan Pemkab setempat juga melakukan hal itu. PETI ini memang banyak dan tersebar, dan lokasi-lokasinya memang pedalaman-pedalaman semua yang sulit untuk dijangkau,” ujar Zola.

“Saya mohon, ini kalau mau selesai, harus ada dukungan dari semua pihak, semua pihak harus mendukung, kalau tidak akan seperti ini, kita akan main kucing-kucingan, kita bakar 1 keluar 5, kita bakar 5 keluar 20. Yang punya dana itu kemungkinan besar bukan orang Jambi, dan tidak peduli dengan kondisi lingkungan, setelah tidak ada lagi emasnya ditinggal, rusak alamnya, sungainya tercemar dengan merkuri. Jadi saya mohon betul dukungannya, kalau ingin ini selesai, bantu kami, bantu Pemprov, Pemkab, Pak Kapolda, Pak Danrem,” Jelas Zola.

Terkait penanganan pungli, Zola menyatakan bahwa pungli juga harus diberantas. “Upaya penanganan pungi ini sudah ada arahan dari Kapolri, tetapi sebelumnya selama ini kita sudah lakukan, sudah berjalan,” ungkap Zola.

Zola mengatakan adanya kasus penipuan CPNS di Jambi. “Kemarin kepolisian mendapatkan kasus penipuan CPNS, saya apresiasi sekali, banyak sekali korbannya 200 orang lebih, ini kan salah satu bentuk pungutan liar juga, dalam jumlah besar malah, besar sekali ini,” tutur Zola.

“Tentu kita dari Pemprov sangat mendukug itu, sangat mendukung sekali. Justru dengan adanya temuan ini, kasus ini, kita berharap ada laporan lagi yang mungkin selama ini jadi korban tetapi takut melapor, kita harap seperti itu. Jadi betul-betul kita akan bongkar itu. Jadi tidak ada yang berani main-main lagi. Saya katakan, siapapun dia, itu harus tunduk kepada hukum di negara ini, termasuk yang statusnya PNS, kalau melanggar hukum, kita dukung untuk diindaklanjuti secara tegas,” pungkas Zola.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani menambahkan, dalam penanggulangan PETI, pihak dari kepolisian Jambi dan tim terpadu sedang berusaha melakukan evakuasi. “Sekarang, Brimob, Pak Kapolres dan seluruh anggota Polres, didukung juga oleh BNPB, lagi berkerja di sana, juga dari teman-teman TNI, kita ke sana untuk melakukan upaya evakuasi. Prisipnya PETI tidak boleh, tetapi kita sekarang pada tataran bagaimana mengevakuasi korban,” ujar Kapolda Jambi. (JP-03)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar