Home » , , » BHIKSU: Budi Pekerti Tibet Diadopsi dari Muarojambi

BHIKSU: Budi Pekerti Tibet Diadopsi dari Muarojambi

Written By jambipos-online on Monday, September 26, 2016 | 12:19 PM




Jambipos Online, Jambi-Ketua rombongan Bhiksu yang melakukan perjalanan suci ke situs komplek percandian Muarojambi Jangchup Choeden, mengatakan bahwa budi pekerti umat Buddha di Tibet diadopsi dari ajaran Maha Guru 'Atisha' dari Candi Muarojambi, Provinsi Jambi.
Hal tersebut dikatakannya usai melaksanakan perjalanan suci (wisata religi) di komplek percandian Muarojambi bersama dengan tujuh bhiksu dari negara India, Nepal dan Bhutan, Minggu.

Jangchup Choeden menjelaskan, Budi pekerti umat Budhha di Tibet diadopsi dari Candi Muarojambi, karena beberapa abad silam Candi Muarojambi itu adalah sebagai kampus atau pusat pendidikan ajaran Buddha.

"Kemudian ajaran budi pekerti itu dibawa kembali ke Tibet, dan sampai sekarang ajaran budi pekerti itu masih dilestarikan oleh masyarakat oleh komunitas Buddhist Internasional di Tibet," katanya.

Guru Bhiksu Jangchup Choeden atau yang dipanggil "Lama" (pemimpin keagamaan) itu menjelaskan, saat masih berjayanya pada abad ke-11 Masehi, Maha Guru Budhha Atisha dari Tibet pernah tinggal menetap dan belajar di Candi Muarojambi, Sumatera, selama 11 tahun lamanya atau sekitar tahun 1011-1023 Masehi.

"Jadi ajaran Maha Guru 'Atisha' di Tibet itu masih ada kaitannya dengan ajaran agama Buddha dari Candi Muarojambi khususnya ajaran coedi cita atau budi pekerti, hal itu tentunya sudah dibuktikan dari beberapa temuan sejarah perkembangan Candi Muarojambi," katanya menjelaskan.

Dalam perjalanan suci ke komplek percandian Muarojambi yang merupakan candi terluas di Asia Tenggara itu, Jangchup Choeden mengatakan dirinya bersama rombongan bhiksu lainnya merasa sangat terkesan dengan kemegahan bangunan candi.

"Candi Muarojambi milik bangsa Indonesia, dan itu termasuk cagar budaya dan arkeologi dan tidak boleh dirusak dan tidak bisa disentuh sesuka kita. Tapi harus dilindungi dan dilestarikan bersama karena ini peninggalan sejarah dunia," ujarnya.

Setelah dari perjalanan suci di Candi Muarojambi, rombongan bhiksu dan ahli sejarah dari tiga negara itu akan melanjutkan perjalanan sucinya ke Candi Borobudur, Provinsi Jawa Tengah. (JP-03)
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos