Legenda tinju dunia asal AS Muhammad Ali berpose pada acara Crystal Award di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, dalam foto yang diambil pada 28 Januari 2006. Ali mengecam komentar bakal calon presiden AS Donald Trump yang menyerukan larangan masuk bagi umat Muslim ke AS.

Legenda tinju dunia asal AS Muhammad Ali berpose pada acara Crystal Award di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, dalam foto yang diambil pada 28 Januari 2006. Ali mengecam komentar bakal calon presiden AS Donald Trump yang menyerukan larangan masuk bagi umat Muslim ke AS. (Reuters )

Jambipos Online,Arizona-Legenda tinju dunia, Muhammad Ali, Jumat (3/6) waktu setempat atau Sabtu (4/6) WIB meninggal dunia di usia 74 tahun di rumah sakit di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Kondisi kesehatan Ali terus memburuk dan menderita berbagai komplikasi penyakit setelah menderita parkinson.

Ali dibawa ke rumah sakit pada Kamis (2/6) waktu setempat setelah menderita gangguan pernapasan.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari BBC, Ali akan dimakamkan di kota kelahirannya di Louisville, Kentucky.

Muhammad Ali (Foto 24 Mei 2011)

Ali yang sebelumnya bernama Cassius Marcellus Clay, mulai menapaki ketenaran setelah memenangi medali emas pada pertandingan tinju kelas berat ringan di Olimpiade Roma 1960.

Kemudian, Ali yang mendapat julukan "The Greatest" mengalahkan Sonny Liston pada 1964 dan meraih gelar juara dunia pertamanya. Ketika itu Ali berusia 22 tahun.

Ali juga tercatat menjadi orang pertama yang merebut gelar juara dunia tinju kelas berat selama tiga kali, yakni pada 1964 sampai 1967, lalu 1974-1978, dan 1978-1979. 

Ali akhirnya menyatakan mundur dari dunia tinju pada 1981, setelah memenangi 56 partai dari 61 pertarungan profesionalnya. Dari 56 pertandingan tinju yang dilakoninya, sebanyak 37 kali Ali memukul knock-out (KO) lawannya. 

Anselmus Bata/AB
BBC