Home » , » Pembalakan Liar Merajalela, Hutan di Jambi Makin Merana

Pembalakan Liar Merajalela, Hutan di Jambi Makin Merana

Written By jambipos-online on Saturday, April 9, 2016 | 10:10 AM

Lahan HTI Milik PT WKS di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Foto Asenk Lee Saragih/Jampos Online.

Lahan HTI Milik PT WKS di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Foto Asenk Lee Saragih/Jampos Online.
Jambipos Online, Jambi-Pembalakan liar (illegal logging) ditenggarai sebagai penyebab utama deforestasi atau kegundulan hutan di Provinsi Jambi selama ini. Pembalakan liar tersebut masih terus berlangsung hingga kini dan sulit diberantas akibat semakin mudahnya akses ke kawasan hutan di tengah pesatnya pembangunan perkebunan maupun hutan tanaman industri (HTI). Pemberantasan pembalakan liar tersebut sulit karena tenaga pengamanan hutan dari polisi kehutanan hangat terbatas, sementara hutan di Jambi cukup luas.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah Rachman terkait pelestarian hutan menyongsong Hari Bumi di Jambi, Jumat (8/4/2016).

"Penyebab utama deforestasi atau berkurangnya tutupan hutan Jambi selama ini, yaitu pembalakan liar dan penyebab lainnya, perambahan hutan dan kebakaran hutan. Karena itu solusi utama untuk menyelamtkan hutan di Jambi dari kehancuran hanyalah pemberantasan pembalakan liar, perambahan hutan dan penghentian kebakaran hutan," katanya.

Dijelaskan, luas hutan di Jambi yang hingga kini dalam kondisi rusak mencapai 934.000 hektare (ha) atau sekitar 44 persen dari 2,1 juta ha total luas hutan di daerah itu. Perbaikan kerusakan hutan di daerah itu relatif lambat karena minimnya anggaran rehabilitasi hutan dan program penghijauan yang dimiliki pemerintah daerah.

Menurut Irmansyah, untuk memperbaiki kondisi hutan di Jambi, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi sudah melakukan rehabilitasi hutan sekitar 1.200 ha sejak 2010-2015.

"Dana rehabilitasi hutan tersebut bersumber dari anggaran pemerintah daerah. Kemudian dilakukan juga rehabilitasi 20.000 ha hutan menggunakan anggaran pemerintah pusat," tambah Irmansyah.

Sementara itu, aktivis lingkungan Perkumpulan Hijau, Ferry Irawan, mengatakan, masih tingginya kasus pembalakan liar, perambahan hutan dan kebakaran hutan di Jambi hingga kini banyak dipengaruhi lemahnya pengawasan dan penindakan yang dilakukan jajaran dinas kehutanan dan aparat penegak hukum. Merajalelanya para pelaku perusakan hutan tersebut membuat deforestasi di Jambi semakin parah.

"Pengawasan dan penegakkan hukum, terutama dari pemerintah provinsi sampai tingkat kabupaten sangat lemah baik dari sisi pengawasan dan penindakan. Hal tersebut membuat para pelaku pembalakan liar, perambah hutan dan pembakar hutan masih banyak yang merusak hutan," katanya.

Menurut Ferry, para pelaku pembalakan liar, perambah hutan dan pembakar hutan harus ditindak tegas agar kasus-kasus perusakan hutan di Jambi tidak berulang lagi. Kemudian operasi pencegahan dan pemberantasan pembalakan liar di Jambi perlu dilakukan secara intensif.

"Jajaran pemerintah daerah perlu juga menghidupkan kembali tim terpadu pemberantasan pembalakan liar yang terdiri dari unsur TNI, kepolisian dan polisi kehutanan," kata Ferry. (Rds/SP)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos