APBD Kota Jambi Pecah Rekor Rp2 Triliun, DPRD Apresiasi Kinerja Fiskal Pemkot Jambi


Jambipos Online, Jambi -Pemerintah Kota Jambi mencetak sejarah baru pada Tahun Anggaran 2025. Untuk pertama kalinya, APBD Kota Jambi berhasil menembus angka Rp2 Triliun. Capaian itu langsung mendapat apresiasi dari DPRD Kota Jambi.

Total APBD Kota Jambi 2025 tercatat sebesar Rp2,013 Triliun. Angka tersebut naik 14% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,765 Triliun. Kenaikan signifikan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, Senin (13/7/2026) di Ruang Swarnabhumi. 

Agendanya Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025. Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, SE.

Pendapatan Asli Daerah PAD menjadi penopang utama kenaikan APBD. PAD 2025 mencapai Rp615,09 Miliar. Jumlah itu melonjak 36% dari tahun sebelumnya Rp455,25 Miliar. Yang lebih membanggakan, realisasi PAD juga melampaui target yang ditetapkan.

“PAD yang ditargetkan 606,28 Miliar pada tahun 2025, terealisasi 615,09 Miliar atau 101,45%. Hal itu sangat kami apresiasi,” ujar Mukhlis saat membacakan pandangan Fraksi Nasdem. Sektor belanja daerah juga ikut mengalami kenaikan. Belanja 2025 tercatat Rp2,84 Triliun, naik 4,7% dari Rp1,80 Triliun pada 2024.

Fraksi-fraksi DPRD menyebut peningkatan ini bukan terjadi secara kebetulan. Ada sejumlah faktor pendorong yang dinilai berkontribusi. Di antaranya investasi yang terus meningkat, penguatan sektor unggulan daerah, dorongan untuk UMKM, pembangunan infrastruktur, serta terobosan Wali Kota Maulana melalui kemudahan layanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan BPHTB.

Fraksi PDI Perjuangan menilai capaian ini menunjukkan kinerja fiskal yang baik. “Kami mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi yang mampu merealisasikan Pendapatan Daerah melampaui target, serta menghasilkan surplus anggaran,” ucap Azhar selaku juru bicara.

Namun Azhar mengingatkan agar capaian angka diimbangi dengan manfaat nyata bagi masyarakat. “Diharapkan capaian tersebut tidak hanya dipandang dengan angka semata, melainkan harus turut diukur sejauh mana asas manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari Fraksi Demokrat Persatuan Indonesia. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian pengelolaan keuangan daerah dan kerja keras dari Pemerintah Kota Jambi,” kata Effendi.

Selain capaian anggaran, DPRD juga menyoroti prestasi tata kelola keuangan. Kota Jambi kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian WTP ke-10 kali berturut-turut dari BPK RI. “Prestasi ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel,” lanjut Mukhlis.

Meski mengapresiasi, DPRD tetap memberikan sejumlah catatan. Fraksi-fraksi mendorong Pemkot untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD. Selain itu juga meningkatkan kualitas pelayanan publik, optimalisasi pengelolaan aset dan retribusi daerah, serta penguatan pengawasan realisasi program pembangunan.

“Kami mendorong agar Pemerintah Kota Jambi terus menggali potensi PAD tanpa harus membebani masyarakat,” tambah Azhar.

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyambut baik seluruh masukan dari DPRD. “Saya kira semuanya memberikan masukan konstruktif tentang penganggaran, termasuk pos-pos belanja mana yang belum optimal,” ucapnya.

Terkait retribusi, Maulana menjelaskan UU HKPD telah membatasi jenis retribusi yang bisa dipungut. “Pada akhirnya retribusi tidak lagi menjadi pendapatan utama daerah, karena retribusi adalah bagian dari pelayanan publik yang harus digratiskan. Namun masih ada yang diperbolehkan, seperti retribusi parkir,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh saran akan menjadi bahan evaluasi ke depan. “Seluruh saran dan rekomendasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah ke depan,” pungkasnya.

Rapat ditutup dengan penyerahan pandangan umum fraksi-fraksi oleh pimpinan DPRD kepada Wali Kota Jambi.

Data Singkat APBD 2025

Total APBD: Rp2,013 Triliun

Kenaikan: 14% dari 2024

PAD: Rp615,09 Miliar, naik 36%

Realisasi PAD: 101,45% dari target

Belanja: Rp2,84 Triliun, naik 4,7%

Prestasi: WTP BPK 10 kali berturut-turut. (JPO-Red)

0 Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE