Jambipos Online, Jambi - Sejak Februari tahun 2023 penulis mendapat tugas sebagai Pengawas Eksternal dalam penerimaan calon Taruna/i Akademi Kepolisian Republik Indonesia (AKPOL) untuk Panitia Penerimaan Daerah (PANDA) Kepolisian Daerah (POLDA)Provinsi Jambi.
Tugas ini kami terima dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Provinsi Jambi yang bekerjasama dengan POLDAJambi dalam penerimaan terpadu Calon Siswa (Casis) Polri untuk semua tingkatan TAMTAMA,BINTARA, AKPOLsampai Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIP-SS). Kami sangat Terkesima/terkejut sekaligus bangga dengan Semboyan penerimaan Casis POLRI dengan Falsafah "Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH).
Semboyan lain yang ikut membuat bulu kuduk agak "merinding" adalah semboyan PRESISI (Efektip, Efisien, Tepat sasaran seperti hasil seorang Pemanah yang tepat pada titik tengah / pusat Papan sasaran atau "Hole in One "dalam istilah Olahraga GOLF).
Kami sempat berfikir agak ragu apa benar dalam realisasinya proses penerimaan Casis Polri dilaksanakan sesuai semboyan diatas?. Setelah mengawasi dan mengikuti proses penyeleksian dari Pemeriksaan Administrasi Rikmin), Pemeriksaan Kesehatan I (Rikes pertama) dilanjutkan dengan test Physicology I, kami menilai bahwa semboyan Rekrutmen calon anggota Polisi yang diatas dilaksanakan oleh Panitia Penerimaan yang dikomandoi Biro SDM POLDA Jambi sesuai prosedur dan tepat waktu.
Dalam Rikes I peserta test sudah banyak yang mengalami kegagalan yang otomatis tidak diperbolehkan lagi untuk mengikuti test phisicology karena test menganut system "One Stop Service" hasil di umumkan begitu selesai test tanpa menunggu waktu lama.
Nilai test phisicology juga menggunakan nilai batas minimum senilai 61 sehingga Casis yang nilainya dibawah 61 dinyatakan gagal (Tidak Memenuhi Syarat/ TMS). Selanjutnya peserta yang Memenuhi Syarat dilanjutkan dengan test Akademik dengan materi Pengetahuan Umum, Pendalaman Numerik/MTK, Pengetahuan Umum, Wawasan Kebangsaan dan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Semua test ini dipandu secara Online /zoom oleh Markas Besar (Mabes) POLRI dari Jakarta dalam waktu yang sama untuk seluruh Polda se Indonesia jadi tidak ada celah untuk berbuat curang. Untuk penerimaan terpadu calon anggota POLRI tahun 2026 di PANDA Polda Jambi di awasi secara langsung dari Tim PAMINAL MABES POLRI.
Kebijaksanaan ini berlaku untuk seluruh Polda se Indonesia. Panitia dan peserta juga masih di awasi oleh Pengawas Internal (PAMINAL & PROVOS)serta pengwas Eksternal PWI serta LSMPSHK-ODA. Ketatatnya pengawasan ini membuktikan sulitnya untuk bermain "kotor" bagi Panitia peneriman.Untuk tingkat Taruna/i AKPOL serta tingkat Bintara sebelum memasuki Uji kesehatan II ada uji Komputer ditambah Elektro Kardio Grafi (EKG) untuk Tingkat AKPOL.
Sementara untuk Bintara dengan Kompetensi Khusus (Bakomsus) juga ada test Kompetensi Keahlian Aspek Ketrampilan dan Perilaku selanjutnya masuk Sidang menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II.
Dalam Sidang ini peserta akan dirangking sesuai dengan kuota penerimaan yang ditetapkan dari Mabes Polri dan sudah pasti lebih banyak yang gugur (TMS) daripada yang Memenuhi syarat (MS). Casis yang berhasil lulus RIKES tahap II tidak otomatis lulus masuk calon Anggota Polri, karena masih ada seleksi yang harus dilalui berupa Pemeriksaan Kesehatan tahap II yang memerksa darah, urine (General Chek Up) yang diikuti dengan Cek Kesehatan Jiwa (Keswa).
Dalam pemeriksaan ini juga masih ada saja Casis yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan tidak berhak mengikuti seleksi berikutnya yaitu Kemampuan Jasmani (Olahraga) Lari, full- up,Push- up, shit- up ditambah Renang.
Dalam seleksi ini juga banyak yang gagal karena tidak mampu berenang sejauh 25 dengan kedalaman air 2 meter lebih. Jika Casis mampu melewati seleksi diatas masih diperiksa lagi bentuk / struktur tubuh yang disebut Antropho Metrik.
Seleksi ini juga rawan karena bisa saja seorang casis mampudalamkemampuanjasmani tapi struktur tubuhnya tidak memadai. Keadaan ini jika terjadi sungguh sangat menyedihkan karena si calon jika sudah lulus Kemampuan Jasmani dan Antropho Metrik, tinggal mengikuti Phisikology tahap II (Wawancara) dan Wawancara Penelusuran Mental Kepribadian (PMK).
Dalam setiap rekrutmen penerimaan Tenaga Kerja (SDM) di lembaga manapun baik Pemerintah maupun Swasta, falsafah yang dilakukan adalah " Gold In for Gold Out". Untuk proses penerimaan calon tenaga kerja tentu perinsipnya hampir sama dengan "Mendulang Emas" lumpuran tanah pasir sungai dimasukkan ke tampi ayakan lalu di goyang/ ayak bersama air sungai, yang pasir dan kerikil dibuang ke sungai serta yang tinggal di tampi dulangan adalah biji Emas.
Prinsip diatas juga dilakukan oleh POLRI, hanya saja dengan cara kerja yang berdeda dengan pendulang emas. Proses penerimaan oleh POLRI menyebut Bersih,Transparan, Akuntabel dan Humanis.
Dengan perinsip Humanis ini maka urutan seleksi diatas sebaiknya di tinjau ulang. SDM POLRI yang akan di seleksi sebaiknya, Administrasinya jelas (bio data calon siswa), Sehat Jasmani ( Rikes I), Sehat Rohani/Jiwa (Keswa) dilanjutkan dengan bentuk Tubuh ( Antropho Metrik) dilanjutkan test Phisicologi tahap pertama ( ada standard nilai 61) dan dilanjutkan test Akademik dan sterusnya.
Kesehatan Jasmani, Kesehatan Jiwa dan bentuk Tubuh sangatlah Vital untuk seseorang Calon Angggota Polisi untuk semua tingkatan karena tugas mereka tertuangdalam TRIBRATA disamping sebagai bagian dari aparat penegak hukum. Pertanyaan lain apakah aparat penegak hukum lain menerapkan seleksi seketat POLRI di Institusinya seperti Kejaksaan dan Kehakiman?.
Adalah sangat tidak humanis jika seseorang calon siswa anggota Polri yang sudah mengikuti seleksi dari tahap awal dan lolos masuk seleksi tahap II serta gagal dalam Antropho Metrik yang mendekati garis finish. Jika Calon Siswa gugur dalam tahap Wawancara Phisicology tahap II dan PMK (Penelusuran Mental Kepribadian) dapat masuk akal karena Kepribadian manusia tidak dapat di robah terutama yang berkepribadian LGBT termasuk penganut paham aliran sesat / Radikalis .Semoga POLRI makin konsisten dalam proses Penerimaan calon Anggota untuk masa mendatang "Salam TRIBRATA". (JPO-Nalom Siadari/pengawas eksternal panda Polda Jambi)

0 Komentar
Komentar Dilarang Melanggar UU ITE