Ketua DPRD Provinsi Jambi Desak Hasil Audit Forensik Bank Jambi Dibuka, Publik Menanti Kepastian dan Akuntabilitas


Jambipos Online, Jambi- Hasil audit forensik atas insiden serangan siber yang mengguncang Bank Jambi akhirnya dikabarkan telah rampung. Namun bagi masyarakat dan para nasabah, selesainya audit bukanlah akhir dari persoalan. Justru kini muncul tuntutan yang lebih besar, yakni keterbukaan informasi, pemulihan layanan secara menyeluruh, serta kejelasan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden yang menyebabkan kerugian miliaran rupiah tersebut.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, mengonfirmasi bahwa pihak manajemen Bank Jambi telah menyampaikan informasi mengenai selesainya audit forensik kepada DPRD. Informasi tersebut diterima melalui komunikasi langsung dengan jajaran direksi bank.

"Kami memang sempat komunikasi bersama pihak-pihak. Direktur Utama beliau memang sempat mengabari bahwa hasil audit forensik sudah keluar. Kami dikabari melalui telepon," ujar Hafiz usai Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jambi, Kamis (18/6/2026).

Pernyataan tersebut menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus yang sejak Februari 2026 menyita perhatian publik. Serangan siber yang menimpa Bank Jambi tidak hanya mengganggu operasional layanan digital perbankan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan dana nasabah serta efektivitas sistem pengamanan teknologi informasi yang dimiliki bank daerah tersebut.

Audit Rampung, Tindak Lanjut Jadi Ujian Sesungguhnya

Meski audit forensik telah selesai dilakukan, DPRD menilai pekerjaan terbesar justru berada pada tahap tindak lanjut. Hasil audit diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen internal, melainkan menjadi dasar perbaikan menyeluruh terhadap sistem keamanan dan tata kelola teknologi informasi Bank Jambi.

Menurut Hafiz, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa seluruh celah keamanan yang memungkinkan terjadinya serangan telah diidentifikasi dan diperbaiki. Sebab, kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan sangat bergantung pada kemampuan bank menjamin keamanan transaksi dan dana nasabah.

DPRD pun mendesak manajemen Bank Jambi bergerak cepat menjalankan seluruh rekomendasi yang tercantum dalam audit forensik tersebut.

"Yang ditunggu masyarakat saat ini adalah kepastian. Bagaimana perbaikannya, bagaimana langkah ke depan, dan kapan seluruh layanan bisa kembali berjalan normal," katanya.

Mobile Banking Jadi Harapan Ribuan Nasabah

Salah satu dampak paling dirasakan masyarakat pasca-insiden adalah terganggunya layanan perbankan digital, khususnya mobile banking. Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap transaksi elektronik, keterbatasan layanan digital tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi sehari-hari.

Bagi sebagian nasabah, mobile banking bukan lagi sekadar layanan tambahan, melainkan sarana utama untuk melakukan transfer, pembayaran tagihan, transaksi usaha, hingga aktivitas keuangan rutin lainnya.

Karena itu, DPRD menilai pemulihan total layanan elektronik harus menjadi prioritas utama Bank Jambi. Keberhasilan pemulihan layanan akan menjadi indikator penting bagi publik dalam menilai sejauh mana bank mampu bangkit dari krisis yang terjadi.

"Nasabah ingin layanan kembali normal seperti sebelum terjadi serangan siber. Itu yang paling ditunggu masyarakat," tegas Hafiz.

Pertanyaan Besar: Serangan Eksternal atau Ada Kelalaian Internal?

Selain fokus pada pemulihan layanan, perhatian publik kini mulai mengarah pada substansi hasil audit forensik itu sendiri. Audit tersebut diyakini tidak hanya menelusuri metode dan pola serangan yang digunakan pelaku, tetapi juga mengidentifikasi kemungkinan adanya kelemahan sistem maupun pelanggaran prosedur di lingkungan internal Bank Jambi.

Pertanyaan mengenai kemungkinan kelalaian internal menjadi krusial mengingat insiden tersebut dilaporkan menyebabkan hilangnya dana dalam jumlah miliaran rupiah. Dalam berbagai kasus kejahatan siber di sektor perbankan, faktor teknologi sering kali hanya menjadi satu bagian dari persoalan. Aspek tata kelola, pengawasan internal, kepatuhan terhadap standar keamanan, hingga manajemen risiko juga menjadi faktor yang menentukan.

Jika audit menemukan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden, maka konsekuensi hukum maupun administratif tidak dapat dihindari.

Karena itu, DPRD menilai hasil audit harus menjadi dasar evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan teknologi informasi dan keamanan digital Bank Jambi.

DPRD Dorong Keterbukaan dan Penegakan Hukum

Dalam pernyataannya, Hafiz secara tegas meminta agar seluruh temuan yang memiliki indikasi pelanggaran hukum diserahkan kepada aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah (Polda) Jambi.

Menurutnya, transparansi merupakan bagian penting dalam proses pemulihan kepercayaan publik. Masyarakat berhak mengetahui penyebab insiden, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Itu diserahkan ke Polda. Masyarakat menunggu, silakan dibuka dan ditindaklanjuti, karena masyarakat ingin tahu," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa DPRD tidak hanya menyoroti aspek teknis pemulihan sistem, tetapi juga mendorong adanya akuntabilitas terhadap setiap pihak yang terbukti lalai atau terlibat dalam peristiwa tersebut.

Kepercayaan Publik Menjadi Taruhan

Bagi Bank Jambi, penyelesaian kasus ini bukan semata persoalan teknologi atau operasional perbankan. Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan masyarakat terhadap salah satu institusi keuangan milik daerah yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Provinsi Jambi.

Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber terhadap sektor keuangan nasional, kasus Bank Jambi menjadi pengingat bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan sistem keamanan dan tata kelola yang baik.

Kini publik menunggu langkah konkret berikutnya: apakah hasil audit forensik akan dibuka secara transparan, apakah rekomendasi perbaikan akan dijalankan secara menyeluruh, dan apakah aparat penegak hukum akan mengusut tuntas setiap temuan yang mengandung unsur pelanggaran.

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan seberapa cepat Bank Jambi dapat memulihkan kepercayaan yang sempat terguncang akibat salah satu insiden siber terbesar yang pernah menimpa lembaga keuangan daerah di Provinsi Jambi.(JPO-AsenkLee/Adv)

0 Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE