. Cerita Minyak Karo Cap Mejuah-juah Hingga Tembus ke Jambi | Jambipos
Home » , , » Cerita Minyak Karo Cap Mejuah-juah Hingga Tembus ke Jambi

Cerita Minyak Karo Cap Mejuah-juah Hingga Tembus ke Jambi

Written By jambipos-online on Senin, 28 September 2020 | 07:29

Kisah 100 Dollar Penuh Berkat Dari St RK Purba
Foto Kolase FB/Asenk Lee Saragih.

Jambi-Kini banyak minyak balur hasil produksi tradisional yang sungguh bermanfaat bagi kesehatan. Salah satunya yang kini terkenal dan banyak digunakan masyarakat adalah Minyak Karo Cap Mejuah-juah. Bahkan kini Minyak Karo Cap Mejuah-juah tembus hingga ke Jambi dan bisa dibeli secara online di sosial media. 

Lalu bagaimana ceritanya hingga Minyak Karo Cap Mejuah-juah bisa masuk ke Jambi, tidak seperti sebelumnya hanya pemasaran prioritas wilayah Sumatera Utara. Tetapi seiring tingginya permintaan, Minyak Karo Cap Mejuah-juah ini sudah terjual secara nusantara, salah satunya ke Kota Jambi.

Agen distribusi Minyak Karo Cap Mejuah-juah di Kota Jambi saat ini adalah St Rusmian Tondang. Ceritanya Minyak Karo Cap Mejuah-juah hingga masuk ke Kota Jambi ternyata punya kisah.   

“Sekali setahun kami pulkam ke Deli Tua, Kota Medan, Sumatera Utara. Di Deli Tua banyak minyak Karo yang kami temukan. Sehingga bukan hal aneh kalau minyak Karo selalu ada di rumah mertua,” ujar Rusmian Tondang membuka perbincangan dengan penulis, Senin (28/9/2020). 

Cerita Rusmian Tondang, tepatnya hari Minggu 25 Desember Tahun 2017 lalu, suaminya  A Munthe dan  sekeluarga ibadah di GBKP  Nogio Deli Tua, Kota Medan. Seperti biasa sebelum masuk gereja, suaminya beli permen. 

“Tanpa sengaja bapak kami melihat warung tersebut ada jual Minyak Karo Cap Mejuah-juah dibawah binaan Pertamina. Ukurannya yang simple dan kemasannya ada lambang pertamina membuat pak Munthe membeli minyak karo itu sebanyak 3 botol. Panas, Hangat dan Dingin. Itulah oleh-oleh minyak karo kami ke Jambi. Pulkam lagi tahun 2018 oleh-oleh kami tetap minyak karo itu. Belinya juga pas mau masuk gereja,” ujar Rusmian Tondang. 

Menurut Rusmian Tondang, pada Tahun 2018 lalu, dirinya ke Singapura sebagai perawat pendamping St RK Purba. Perjalanan yang melelahkan dari Jambi ke Singapura membuat St RK Purba sakit semua badannya apalagi ada delay pesawat di Bandara Singapura. 

“Sampai di Rumah Sakit tempat bapak St RK Purba dirawat, saya memberanikan diri mengurut Op Sam dengan minyak karo ini. Sesuai pesan abangmu supaya kakak urut Op Sam pakai minyak karo ini. Karena minyak karo ini tidak lengket dan tidak bau,” cerita Rusmian Tondang. 

“Waktu itu Saya urut Op Sam pakai yang hangat. Setelah Saya urut Op Sam nanya. Minyak urut apa tadi itu mak Lira ? Kubilang minyak urut karo Pak. Kok bisa aku jalan karena minyak itu. Pesan lagi dari Deli Tua ya. Iya kakak bilang. Setelah enak rasa badan bapak itu. Diambilnya tasnya dikasinya kakak 100 Dolar sama nilainya dengan 1 Juta. Kakak tolak. Lalu Inang Op Sam bilang gini, biarlah aku yang ngasi uangnya ke mama Lira. Op Sam bilang , aggak. Harus dari tanganku ini ngasi ke tangan Mama Lira. Senangnya luar biasa kakak pada saat itu,” kenang Rusmian Tondang, saat ikut merawat (Alm) St RK Purba di Singapura.

Kata Rusmian Tondang, tahun 2019 Minyak Karo Cap Mejuahjuah itu kembali dipesan dari Deli Tua, Medan. Dan sampai akhirnya Op Sam (St RK Purba) tutup usia.

Pada hari Senin 17 Juni 2019 Pukul 18.20 WIB di RS Siloam Kota Jambi, St RK Purba yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan GKPS di Jambi pergi untuk selamanya. Tokoh Pekabaran Injil di tanah Melayu Jambi ini lahir di Desa Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun pada 12 Februari 1939. Tokoh Simalungun ini dimakamkan di Makam Hinalang pada Kamis 20 Juni 2019.


“Sebelumnya tak ada niat sedikitpun dibenakku untuk jual minyak karo itu. Akhir bulan Juli 2020 mamak saya dirawat di Medan karena sakit. Pulang dari rumah sakit mamak tetap sakit. Dan bilang ke saya kalau dia tidak saya jemput,  akan menyesal karena mamakku sakit parah,” ujar Rusmian Tondang. 
“Kemudian saya sarankan naik pesawat tapi nggak bisa karena kurang fit. Mamak telepon. Jemputlah aku nang. Akhirnya kakak putuskan tanggal  10 Agustus 2020 kakak jemput mamak naik Bus RAPI. Padahal kakak pinjam uang sana sini karena menutupi biaya perobatan mamak dan uang jemput mamak dan sampai Jambi mamak harus kubawa berobat lagi. Mana kakak harus bayar uang kuliah anak. Sambil mikir sambil hutang sana sini sambil kakak jemput mamak,” sambung Rusmian Tondang.
FB Rusmian Tondang

Rusmian Tondang melanjutkan, sampai di Medan ada berit sukacita Lira bebas uang kuliah karena dapat bantuan dari kampus. “Kakak lagi di Medan abangmu telepo dari kantor bilang ke saya, tolong beli minyak karo yang di depan GBKP 3 botol ya. Okey kakak bilang. 10 menit lagi abangmu telepon, orang kantor dengar saya pesan minyak karo, bawalah 20 botol, okey saya bilang,” kata Rusmian Tondang bercerita.

“Karena warung GBKP hanya ada 1 botol. Saya beli lagi di Apotik Deli 16 botol. Total 17 botol. Padahal abangmu nyuruh 20 botol. Pikir punya pikir. Kakak balik lagi ke apotik tempat kakak beli minyak karo tadi. Saya bilang ada nggak no hp yang bisa saya hubungi untuk minyak karo ini. Awalnya mereka bilang tidak ada. Lalu kakak teringat kalau yang punya apotik teman lama abangmu. Lalu abangmu telepon dan minta tolong supaya diberikan no hp minyak karo itu,” kata Rusmian Tondang. 

Cerita Rusmian Tondang, sampai di rumah, dirinya share di FB dan WA siapa yang butuh minyak karo. Diluar dugaan yang pesan 120 botol. Akhirnya kakak telepon no hp yang dikasi apotik tadi. Setelah tersambung. Rusmian Tondang mengira salesnya yang bicara, ternyata yang bicara langsung pemiliknya.

“Pemiliknya masih berumur 35 tahun. Pernah kerja di Jepang 5 tahun. Marga Ginting Munthe. Karena sama marganya sama abangmu. Abangmu juga ada bau-bau pertaminanya. Akhirnya pemilik minyak karo itu menunjuk kami distributor tunggal di Jambi. Bermodalkan Rp 5 Juta dan pinjam uang eda kami. Akhirnya minyak karo ini membawa berkat buat kami pak Moses. Berawal mau jemput mamak yang sakit ternyata ada misi Allah didalamnya pak Moses. Sehingga Minyak karo ini membawa berkat buat keluarga kakak dan membawa kesembuhan buat yang memakainya,” cerita Rusmian Tondang kepada Penulis. 

“Teringat akan kebaikan Op Sam dulu pernah bilang bagus kali minyakmu. Bisa aku jalan karena minyakmu. Sudah tidak adapun dia masih membawa berkat buat kami pak Moses. Jemput mamak kakak yang sakitnya tujuan kakak. Malah kakak jualan minyak. Sampai temanku ada yang bilang, alasannya aja jemput mamaknya padahal dia mau jemput barang minyak karo nya itu ke Medan. Semua tidak pernah kuduga karena minyak Karo Cap Mejuah-juah ini diminati Muslim dan Non Muslim karena Halal. Minyak Karo Cap Mejuah-juah ini mulai ada sejak tahun 2015,” pungkas Rusmian Tondang.

Penulis juga sudah menggunakan Minyak Karo Cap Mejuah-juah karena jatuh pada 1 Oktober 2019 lalu dan hingga kini masih belum pulih pada kaki sebelah kiri. Mencoba Minyak Karo Cap Mejuah-juah ini kaki sudah terasa kuat untuk melangkah dan sudah mulai bisa jongkok, meski hanya sebentar. Semoga Minyak Karo Cap Mejuah-juah ini bisa memulihkan kondisi kaki kiri Penulis hingga pulih. Semoga Tuhan Memberkati dan memberikan Berkat kepada Distributor dan pengguna Minyak Karo Cap Mejuah-juah ini. Semoga. Bagi yang memesan bisa lewat Facebook Rusmian Tondang dan Facebook Jerry Munthe.(Asenk Lee Saragih) 
Share this article :

Posting Komentar

 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA