Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Bukan Sekadar Wacana, Jokowi Membangun Infrastruktur Hingga Jauh Ke Ujung Indonesia

#JokowiUntukIndonesia

Jambi-Saya suka dengan kepemimpinan Presiden satu ini. Jadi saya ingin menuliskan apa saja yang saya tahu soal kinerja dan kebijakannya. Saya tipe orang yang tak suka “mencemooh” seorang Kepala Negara, bukan seperti mereka yang sok intelek dan orang baik, tapi berlumur ujaran kebencian. 

Rakyat Indonesia mungkin awalnya tak pernah bermimpi memiliki seorang Presiden seperti perawakan Joko Widodo (Jokowi). Contohnya saya sendiri. Saat saya melihat perawakan Jokowi yang disebut banyak orang “sikerempeng” dan hanya berlatar berkarier politik  dari Wali Kota Solo, sangat pesimis melihat perawakannya untuk jadi seorang Presiden.

Namun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri justru berkata lain. Berkat kepiawaian politik Megawati mengusung Jokowi ke DKI Jakarta ternyata berbuah manis. Bahkan Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada  September 2012 lalu.

Tak hanya sebatas Pilkada DKI Jakarta, ternyata PDIP juga berani mengusung Jokowi sebagai calon Presiden. Kemudian pada pemilihan Presiden RI 9 Juli 2014 lalu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla meraih 53,15% suara mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang mengumpulkan 46,85% suara.

Guna menjalankan Mandat Rakyat Indonesia, Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR Senin 20 Oktober 2014 lalu. Jokowi adalah orang ke-7 yang menjadi Presiden RI. Jokowi menjadi Presiden ke-16 (kata dosen Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Hendra Gunawan, (http://sains.kompas.com Edisi 20 Oktober 2014).

Pilpres Rabu 17 April 2019, PDIP dan Partai Koalisi kembali mempercayakan Jokowi sebagai Capres dan Kyai Mar’uf Amin jadi Cawapresnya. 

Sebagai ungkapan syukur dalam mengisi pembangunan serta menyambut 74 Tahun Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 2019), sebagai rakyat biasa tentunya tidak salah menuliskan opini dalam menilai hasil kinerja Presiden Jokowi dan kabinetnya sejak dilantik hingga sekarang.

Kebijakan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan dan sarana transportasi udara, laut dan darat menjadi prioritas sejak Jokowi dilantik Presiden RI. Gebrakan Jokowi dalam membangun infrastruktur di Indonesia, seperti “Sungai Begawan Solo” mengalir hingga jauh.

Lewat akun sosial media (Fanfages Facebook) Presiden Joko Widodo, selalu rutin memberitahukan kegiatan pembangunan yang ditinjaunya. Bahkan akun fanfages FB Presiden Joko Widodo hingga tertanggal 30 Mei 2017 telah disukai 7.187.139 netizen. Bahkan tak sedikit memberikan ribuan komentar dukungan penyemangat kepada Jokowi setiap postingan kegiatannya.

Target Jokowi 2015-2019

Seperti dilansir finance.detik.com pada Rabu 19 November 2014 lalu, Pemerintahan Presiden Jokowi akan menggenjot aneka proyek infrastruktur di dalam negeri dalam lima tahun ke depan. Banyak dana tersedia setelah harga bahan bakar minyak (BBM) subdisi dinaikkan, Negara akhirnya bisa menghemat hingga lebih dari Rp 100 triliun dari pengalihan subsidi tersebut. Dana sebesar itu akan digunakan di sektor produktif, salah satunya adalah infrastruktur.

Program Pembangunan Infrastruktur Jokowi Tahun 2015-2019 berada pada lokasi 15 bandara dan 24 pelabuhan dari Aceh hingga Papua. Data Bappenas RI menunjukkan program infrastruktur itu yakni jalan baru 2.650 Km, Jalan Tol 1000Km.

Pemeliharaan Jalan 46.770Km, Pembangunan Jalur KA 3.258 Km di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan terdiri dari KA Antar Kota 2.150Km, KA Perkotaan 1099Km. Kemudian Pembangunan 15 Bandara baru, Pengadaan 20 Pesawat Perintis, Pengembangan Bandara untuk pelayanan Cargo Udara di 6 lokasi, Pembangunan 24 Pelabuhan baru, Pengadaan 26 Kapal Barang Perintis, Pengadaan 2 Kapal Ternak, Pengadaan 500 unit Kapal Rakyat.

Selanjutnya pembangunan pelabuhan penyeberangan di 60 lokasi, pengadaan kapal penyeberangan perintis sebanyak 50 unit, pembangunan BRT di 29 kota, pembangunan angkutan massal cepat di kawasan perkotaan (6 kota metropolitan, 17 kota besar).

Capain Dua Tahun Pertama

Mengutip pemberitaan Kompas.com edisi 16 Agustus 2016 pada Pukul 14:45 WIB, di awal memerintah, Presiden Jokowi telah mempercepat pembangunan jalan nasional sepanjang 2.225 kilometer, jalan tol sepanjang 132 kilometer dan jembatan sepanjang 16.246 meter atau 160 jembatan.

Pada Tahun 2016 lalu, target pembangunan jalan nasional, yakni sepanjang 703 kilometer dan jembatan sepanjang lebih dari 8.452 meter. Jokowi saat itu mengatakan, di pemerintahannya, kereta api bukan hanya milik Pulau Jawa, tapi juga ada di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Bahkan pembangunan Jalan Trans Sumatera sudah menggeliat sejak pembangunan Tol di Pulau Jawa, Tol-Lampung-Palembang-Pekanbaru-Dumai, Pelabuhan Laut Sibolga, MRT di Jakarta, MRT di Palembang, Jembatan Ampera Palembang dan masih banyak pembangunan lainnya.  

Tahun 2015 lalu, pemerintah telah membangun jalur rel kereta api sepanjang 179,33 kilometer spoor. Sementara, target yang harus diselesaikan pada tahun 2016 lalu yakni sepanjang 271,5 kilometer spoor.

Selain itu, pemerintah juga sedang membangun kereta untuk transportasi perkotaan. Misalnya Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Train (LRT) dan commuter line. Untuk program Tol Laut, Jokowi juga mengklaim berjalan baik. Pemerintah telah menetapkan 24 pelabuhan sebagai Simpul Jalur Tol Laut.

Sebagai pendukung, turut dibangun 47 pelabuhan nonkomersil. Sebanyak 41 pelabuhan sedang dalam pembangunan. “Target pemerintah adalah sudah terbangun 100 pelabuhan pada 2019. Pemerintah juga akan menyiapkan kapal-kapalnya, yaitu sebanyak 3 kapal pada 2015 dan 30 kapal ditargetkan pada 2016. Ini untuk mewujudkan gagasan kita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Jokowi.

Di sektor penerbangan, Jokowi juga mengklaim mempercepat pembangunannya. Tahun 2016, sebanyak sembilan bandara dikembangkan sehingga memiliki standar yang lebih tinggi. Sebanyak enam bandara di antaranya resmi beroperasi. Tentang penyediaan listrik, Jokowi mengaku, masih komitmen pada program 35.000 megawatt. Jokowi mengaku, lebih cermat dan teliti agar program itu terlaksana dengan baik.

“Kami ingin memastikan program ini terlaksana dengan lancar dan dapat mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen pada 2019. Ketika itu terjadi, Indonesia akan bebas dari byar pet,” ujar Jokowi.

Capain pembangunan infrastruktur era kepemimpinan Presiden Jokowi telah memutus mata rantai dan belenggu keterisoliran akses ekonomi rakyat Indonesia, baik di Sumatera hingga Papua. Pembangunan Tol Sumatera, Rel Kereta Api Trans Sumatera, Trans Papua menjadi “surga” pembangunan yang memerdekakan rakyat Indonesia.

Kebijakan “gila” Presiden Jokowi dalam membangun infrasstruktur di Indonesia ternyata tidak seperti perawakannya yang “kerempeng”. Tapi Jokowi lebih memilih “gemuk” dalam pengalokasian anggaran untuk Infrastruktur. Tidak seperti Presiden sebelumnya yang perawakannya gagah tinggi besar, namun “kerempeng” dalam pengalokasian anggaran pembangunan infrastruktur.

Prestasi “Gila” Jokowi

Seorang penulis Kompasiana bernama Aznil bahkan menuliskan opini berjudul (30 Prestasi “Gila” Presiden Jokowi 1 Tahun). Dalam hitungan kinerja satu tahun dicatat Kompasiana ini sudah 30 prestasi pembangunan infrastruktur dan program lainnya.

Tapi saya hanya mengutip bagian penting dari pemaparan artikel Aznil di http://www.kompasiana.com yang tayang 20 Oktober 2015 Pukul 08:55 WIB dan diperbarui pada 29 Oktober 2015 Pukul 02:46 WIB itu dibaca 458.829 pengunjung dengan komentar pembaca artikel 208 orang itu pada bidang pembangunan infrastruktur saja.

Pada tanggal 20 Oktober 2015 adalah masa 1 tahun Joko Widodo sebagai Presiden RI. “Bekerja, bekerja, bekerja” merupakan slogan dalam kepemimpinan Jokowi dalam menakhodai negara ini ternyata menghasilkan buah sangat menakjubkan yang belum pernah dicapai oleh presiden-presiden ada di dunia dalam jangka 1 tahun awal kepemimpinan.

Karena prestasi itu sulit didapat dengan kondisi Indonesia sebagai negara berkembang yang masih jauh tertinggal lalu ditambah budaya korupsi dan feodalis yang masih kental melekat di tubuh pemerintah dan perpolitikan yang berorientasi transaksional (proyek dan jabatan).

Serta masih kuatnya kekuatan lama bercokol di segala lapisan bukanlah suatu yang mudah bagi seorang pemimpin di negara ini untuk melakukan perubahan apalagi pemimpin tersebut berasal dari rakyat jelata bukan tokoh partai politik dan bukan pula seorang yang berasal dari keturunan bangsawan atau kaum bermodal besar.
Namun Jokowi mampu menghadapi kondisi tersebut untuk menjalankan program-programnya untuk memberikan terbaik kepada rakyatnya tanpa harus membusungkan dada dan tanpa terjadi konflik berdarah.

Meski Jokowi sadar dirinya adalah penguasa besar di negeri ini yang setiap orang bisa tunduk kepadanya tapi Jokowi menghadapinya dengan memberi keteladanan bekerja sebagai bhakti kepada negerinya menciptakan Indonesia negara besar dan bermartabat.

Kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki, Jokowi bersama bawahannya terus bergerak bekerja tanpa lelah dan tanpa kenal waktu melakukan terobosan-terobosan di segala sektor. Pada satu tahun masa kepemimpinan Jokowi tanggal 20 Okober 2015, banyak pihak-pihak lawan politiknya melontarkan penilian buruk pada pemerintaha Jokowi.

Dengan memanfaatkan dampak kenaikan BBM dan kondisi perekonomian global yang terjadi satu bulan belakangan ini menjadi pembenaran menilai bahwa Jokowi gagal dalam 1 tahun kepemimpinannya.

Kebijakan yang tidak populis ini kemudian didramatisir seperti Indonesia mengalami kiamat. Begitu juga berbagai berita-berita finah dan memutar balikan fakta tak luput menerjang Jokowi yang sudah masuk wilayah tidak rasional dan objektif lagi dalam berdemokrasi.

Meski Prresiden RI kerap diolok-olok dan difitnah oleh kekuatan lama dan para lawan politiknya, satu per satu dibalas dengan bukti kerja nyata dan niat lurus untuk bangsa dan negaranya.

Bidang Infrastruktur

Pembangunan Jalan Tol dalam visi Nawacita, Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur secara komprehensif. Termasuk di dalamnya adalah transportasi umum yang terintegrasi di darat, laut dan udara serta peningkatan kapasitas jalan, melalui pelebaran jalan, penambahan jalan baru dan pembangunan jalan tol.
Dengan ketersediaan infrastruktur yang beragam dan memadai, maka efisiensi lebih tercipta. Sektor riil akan lebih berpeluang tumbuh lebih besar karena para pelaku usaha kecil hingga besar sama-sama diuntungkan dengan biaya transportasi dan logistik yang lebih murah–dibandingkan jika infrastruktur kurang tersedia atau berkualitas buruk.

Oleh karena itu jalan tol masih relevan dan tetap dibutuhkan terutama untuk mempercepat konektivitas antar kota dalam sebuah pulau. Di tahun 2015 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) memfokuskan diri untuk mempercepat pembangunan sejumlah proyek jalan tol.

Tol Trans Jawa Sumatera

Pembangunan jalan tol era setahun Jokowi menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan laporan kemajuan pelaksanaan per Agustus 2015 lalu dari Menteri PUPERA pembangunan jalan tol antara lain Jalan Tol Trans Jawa.

Jalan Tol Trans Jawa yang terdiri dari 9 ruas yang mencapai kemajuan berupa pengadaan tanah dan konstruksi:Ruas 1 Cikampek-Palimanan bahkan sudah beroperasi sejak 3 Juni 2015 merupakan jalan terpanjang saat ini di Indonesia.

Kemudian Ruas 2 Pejagan-Pemalang, Ruas 3 Pematang-Batang, Ruas 4 Batang-Semarang, Ruas 5 Semarang-Solo, Ruas 6 Solo-Ngawi, Ruas 7 Ngawi-Kertosono, Ruas 8 Mojokerto-Jombang-Kertosono, Ruas 9 Mojokerto-Surabaya.

Selanjutnya Jalan Tol Non Trans Jawa yang terdiri dari 8 ruas yakni Ruas 1 Ciawi-Sukabumi, Ruas 2 Gempol-Pandaan, Ruas 3 Gempol-Pasuruan, Ruas 4 Pasuruan-Probolinggo, Ruas 5 Waru-Wonokromo-Tanjung Perak, Ruas 6 Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa), Ruas 7 Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Ruas 8 Serang-Panimbang.

Pembangunan jalan tol juga merambah ke Pulau Sumatera. Seperti pembangunan Jalan Tol Sumatera (Bakauhuni – Aceh sepanjang 2.000 KM ). Untuk Jalan Tol Trans Sumatera terdiri dari 7 ruas yakni Ruas 1 Medan-Binjai, Ruas 2 Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Ruas 3 Pekanbaru-Kandis-Dumai, Ruas 4 Palembang-Indralaya, Ruas 5 Bakauheni-Terbanggi Besar, Ruas 6 Terbanggi Besar-Kayu Agung, Ruas 7 Kayu Agung-Palembang-Betung.

Bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) khususnya masyarakat di keliling Danau Toba kunjungan Presiden Jokowi ke Danau Toba pada 21 Agustus 2016 lalu membawa secercah haparan dalam pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Wisata di Indonesia. Bahkan Jokowi menargetkan proyek Ring Road (Jalan Lingkar) Danau Toba akan selesai tahun 2019 (http://www.cometoliketoba.com).

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo juga menyaksikan pesona Danau Toba dari ketinggian di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (22/8/2016) lalu. “Kita baru melihat alternatif lokasi yang akan kita pakai untuk pengembangan kawasan Danau Toba, ini salah satu yang Sabtu malam kami rapatkan di Parapat,” kata Presiden Jokowi.

Wilayah Timur

Pembangunan era Jokowi memang adil dan merata di Indonesia. Pembangunan tol juga dibangun Sulawesi Utara. Seperti pembangunan Tol-Manado Bitung, Pengadaan lahan dari Ringroad Manado-SS Sukur, SS Sukur-SS Airmadidi.

Kemudian Tol Balikpapan-Samarinda. Untuk Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terdiri dari 5 paket yakni Paket 1 Km13-Sp. Samboja, Paket 2 Sp. Samboja-Palaran 1, Paket 3 Samboja-Palaran 2, Paket 4 Palaran-Jbt Mahkota, Paket 5 Km13-Sepinggan.

Kebijakan Jokowi dalam membangun infrastruktur di Indonesia seperti “raksasa”. Pembangunan Jalan Trans di Perbatasan Indonesia juga dibangun dan merupakan proyek luar biasa yang selama ini terabaikan oleh pemerintah.

Jalan Perbatasan

Semasa pemerintahan Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun dari pinggiran sebagaimana tertuang dalam visi Nawacita Presiden Jokowi. Pembangunan Jalan Trans Perbatasan seperti jalan perbatasan Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, terdapat 9 ruas jalan yang membentang sepanjang 771,36 kilometer dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.

Kesembilan ruas tersebut masing-masing adalah: Ruas 1 Temajuk-Aruk, Ruas 2 Aruk-Batas Kecamatan Siding/Seluas, Ruas 3 Batas Kecamatan Siding/Seluas-Batas Kecamatan Sekayan/Entikong, Ruas 4 Batas Kecamatan Sekayan/Entikong-Rasau, Ruas 5 Rasau-Batas Kapuas Hulu/Sintang.

Kemudian Ruas 6 Batas Kapuas Hulu/Sintang-Nanga Badau-Lanjak, Ruas 7 Lanjak-Mataso (Benua Martinus)-Tanjung Kerja, Ruas 8 Tanjung Kerja-Putussibau-Nanga Era dan Ruas 9 Nanga Era-Batas Kaltim.

Selanjutnya jalan perbatasan NTT terdapat 6 ruas dengan total panjang mencapai 171,56 kilometer. Keenam ruas tersebut adalah: Ruas 1 Mota’ain-Salore-Haliwen, Ruas 2 Haliwen-Sadi-Asumanu-Haekesak, Ruas 3 Turiskain-Fulur-Nualain-Henes, Ruas 4 Nualain-Dafala, Ruas 5 Dafala-Laktutus dan – Ruas 6 Laktutus-Motamasin.

Trans Papua

Kemudian Jalan Trans Papua, terdapat 12 ruas yang jika tersambung semua akan mencapai 4.325 kilometer. Keduabelas raus tersebut adalah: Ruas 1 Merauke-Tanah Merah-Waropko, Ruas 2 Waropko-Oksibil, Ruas 3 Dekai-Oksibil, Ruas 4 Kenyam-Dekai, Ruas 5 Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu.

Ruas 6 Wamena-Elelim-Jayapura, Ruas 7 Wamena-Mulia-Haga-Enarotali, Ruas 8 Wageta-Timika, Ruas 9 Enarotali-Wageta-Nabire, Ruas 10 Nabire-Windesi-Manokwari, Ruas 11 Manokwari-Kambuaya-Sorong, Ruas 12 Jembatan Holtekamp. Saat ini jalan Trans Papua yang sudah tersambung cukup panjang yaitu 3.498 kilometer – dengan kondisi aspal mencapai 2.075 kilometer dan sisanya masih berupa tanah/agregat.

 “Bergunung-gunung, berkelok-kelok menembus hutan, kiri-kanannya tebing dan lembah. Begitulah gambaran jalur jalan Trans Papua di ruas Wamena menuju Kenyam sepanjang 287 kilometer. Kemarin, saya menyusuri jalan baru itu sejauh tujuh kilometer dengan sepeda motor trail bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono. Jalan di ruas ini berada di ketinggian 3.200 meter di atas permukaan laut. Jalan ini dibuka oleh TNI dan dikerjakan bersama Kementerian PUPR. Dengan menyusurinya naik sepeda motor, kelihatan jelas kesulitannya. Bayangkanlah kerja mereka yang membangunnya. Ini supaya masyarakat di seluruh Tanah Air tahu betapa sulitnya membangun jalan di Papua. Jalan Trans Papua sepanjang 3.800 kilometer kini sudah berhasil dibuka. Meskipun banyak hambatan dan tantangan, tapi berkat kerja keras TNI dan Kementerian PU, Insya Allah pada 2019 nanti, 4.300 kilometer Trans Papua sudah terbuka dan dapat dilalui,” tulis Presiden Joko Widodo lewat akun media sosialnya, 11 Mei 2017 lalu.

MRT dan LRT

Pembangunan MRT dan LRT Pembangunan jalur Transportasi Massal di Jakarta, yaitu MRT dan LRT yang tertunda selama 24 tahun, pada massa kepemimpinan Jokowi sudah dimulai pengerjaaannya.

Pada Oktober 2013 lalu, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan MRT di kawasan Dukuh Atas. Proyek transportasi massal LRT dan MRT ini dimaksudkan supaya ada solusi permanen untuk mengatasi kemacetan parah yang terjadi selama ini di Jabotabek.

Pembangunan kedua model transportasi massal ini ditargetkan dalam 5 tahun harus selesai. Kojasi MRT direncanakan mulai dari Hotel Indonesia (HI) ke Kampung Bandan. Sedangkan LRT direncanakan mulai dari Cibubur, Halim, sampai ke Grogol, dan disambung dengan kereta ke (Bandara) Soetta Ada 7 koridor LRT.

Dua koridor yang dibangun terlebih dahulu dan ditargetkan sudah bisa beroperasi paling lambat tahun 2018 adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

Semua perlintasan LRT di Jakarta direncanakan dibangun dengan jalur layang (elevated) sedangkan perlintasan MRT yang dibangun dalam dua jenis, yakni layang dan bawah tanah (underground).

Proyek pembangunan TAHAP 1 MRT adalah rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja-Bundaran HI. Rute ini juga ditargetkan bisa beroperasi paling lambat pada tahun 2018. Perlintasan Lebak Bulus-Sisingamangaraja merupakan jalur layang, sedangkan Sisingamangaraja-Bundaran HI merupakan jalur bawah tanah.

Progres pembangunan MRT dan LRT hingga Mei 2017 sudah menunjukkan hasil yang signifikan. Sejak bulan Oktober 2015 lalu sudah tahap pengerjaan MRT memasuki proses pembuatan terowongan bawah tanah untuk rute fase I di koridor selatan-utara. Terowongan bawah tanah itu menghubungkan Bundaran Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Tol Laut

Pembangunan Pelabuhan Kapal/Tol Laut Program pembangunan Tol Laut dengan nama lain “Pendulum Nusantara” adalah sebuah program terobosan dilakukan Jokowi yang tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah sebelumnya.

Konsep ini memungkinkan Kapal-kapal besar bolak-balik membawa logistik dari barat ke timur atau sebaliknya. Pengembangan pelabuhan juga mendorong keberadaan pelabuhan laut dalam sehingga bisa disinggahi kapal-kapal besar.

Dengan terwujudnya program Tol Laut ini mampu menekan biaya logistik yang tinggi. Untuk itu perlu dibangun 5 pelabuhan dengan kategori deep sea port di pelabuhan seperti Kuala Tanjung Medan, – Tanjung Priok Jakarta-Tanjung Perak Surabaya-Makassar, dan-Sorong.

Pada bulan Mei 2015 lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan penyelesaian proyek revitalisasi alur pelayaran Barat dan pengembangan terminal Teluk Lamong di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pada waktu yang sama, Jokowi juga telah diresmikan proyek pembangunan Makassar New Port. Kondisi selama ini, pelabuhan Makassar hanya baru bisa menampung kapal-kapal yang berukuran tidak terlalu besar atau kapal kapasitas kecil.

Proyek New Port Makassar dibangun diatas lahan 300 hektar. Pada tahap pertama, pelabuhan Makasar dibangun memiliki kedalaman hingga 14 meter, panjang 320 meter dengan luas mencapai 16 hektar akan dapat menampung kapal yang berukuran 10.000 Gross Ton (GT ) yang mengangkut 4.000 peti.

Pada bulan Mei 2015, Kapal ‘Tol Laut’ pertama di Indonesia yaitu Mutiara Persada (MP) III telah dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal Tol Laut ini memiliki panjang (Lenght of All/LOA) 151 meter dan berat 15.000 Gross Tonage (GT) akan beroperasi PP rute Lampung – Surabaya. Kapasitas kapal ini dapat memuat 600 orang penumpang, 150 unit truk, dan 50 kendaraan pribadi.

Kalau menggunakan jalur darat dengan kendaraan truk, jarak tempuh antara Lampung ke Surabaya bisa memakan waktu antara 90 sampai 100 jam. Tapi bila menggunakan kapal, jarak tempuhnya hanya sekitar 39 jam G. Pada bulan Juni 2015, Presiden Joko Widodo) meresmikan beroperasinya 3 buah kapal motor penyeberangan (KMP) dan Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Ketiga kapal roll on roll off (roro) berbobot 5,000 GT yang diresmikan pengoperasiannya adalah seluruhnya merupakan hasil produksi galangan kapal nasional. Dengan dimensi panjang 109,40 meter, lebar 19,60 meter dan tinggi 5,60 meter, kapal roro ini mampu mengangkut 812 penumpang dan 142 unit kendaraan.

Tambahan 3 armada kapal roro dan satu dermaga baru yang semuanya dikerjakan anak bangsa sendiri ini, terbukti mampu mengatasi kemacetan dan antrean panjang di Pelabuhan Merak. Tak begitu mudah untuk sampai ke sini, ke Desa Tapaleo di Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah.

 “Senin pagi kemarin, saya masih di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Cuaca sedang buruk, awan pekat dan tebal di langit menuju Ternate. Bahkan hampir tidak bisa sampai ke Halmahera karena awan yang pekat untuk penerbangan. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di Tapaleo. Saya senang dapat bertemu warga di desa ini. Kata Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani, terakhir kali seorang presiden datang ke Tapaleo adalah 60 tahun lalu ketika Presiden Sukarno berkunjung ke sini tahun 1957. Di Tapaleo ini saya meresmikan tiga fasilitas pelabuhan di wilayah Tiga T (terpencil, terluar, terdalam). Pelabuhan Tapaleo di Halmahera Tengah, Pelabuhan Wayabula di Pulau Morotai, dan Pelabuhan Bicoli di Halmahera Timur menandai komitmen pemerintah membangun sarana transportasi di provinsi terluar Indonesia. Dan Maluku Utara adalah salah satu wilayah yang menjadi prioritas untuk pembangunan infrastruktur pelabuhan. Saya minta agar frekuensi kapal yang datang ke Tapaleo lebih banyak. Sekarang dua minggu sekali. Kalau bisa ditambah jadi seminggu sekali, bahkan sehari sekali. Tiga pelabuhan ini agar dijaga dan dirawat. Jangan sampai ada pungutan liar yang nanti jadi beban tambahan rakyat Maluku Utara,” tulis Presiden Joko Widodo diakun Facebook miliknya, 9 Mei 2017 lalu.

“Sebuah kehormatan dari lembaga adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tersampir di pundak saya kini: gelar Kapiteng Lau Pulo. Disematkan pada Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi di Pantai Pagatan, kemarin, gelar ini mengandung harapan untuk menjaga kedaulatan laut dan pulaunya. Pesta Adat Mappanretasi di Kabupaten Tanah Bumbu ini menjadi bukti bahwa jati diri kita, karakter kita, budaya kita adalah kodrat dari bangsa dan negara kita Indonesia, yaitu bangsa maritim. Kita telah lama memunggungi lautan, padahal kekayaan kita ada di laut. Bahkan diperkirakan sumber daya alam laut Indonesia memiliki potensi kurang lebih Rp17 ribu triliun setiap tahun, kalau kita kelola dengan baik,”tulis tulis Presiden Joko Widodo diakun Facebook miliknya, 8 Mei 2017 lalu.

Trans Kereta Api

Pembangunan Trans Kertea Api di Luar Pulau Jawa Pemerintah Jokowi akan menggenjot pembangunan infrastruktur rel kereta api di empat pulau luar Pulau Jawa. Dalam lima tahun, pemerintah ingin membangun 3.258 kilometer dengan memakan anggaran danasebesar Rp. 234 triliun.

Ini adalah sebuah proyek raksaa dalam sejarah perkeretaan api Indonesia setelah massa penjajahan Belanda. Rel KA yang akan dibangun berupa: A. Koridor KA Trans Sumatera Rencana pembangunan jalur kereta api (KA) Lampung-Aceh, yang disebut dengan Trans Sumatera Railways sudah digodok secara matang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Nantinya, jalur KA tersebut akan menembus dari ujung Sumatera hingga terhubung dengan Jembatan Selat Sunda untuk menuju Jawa. Pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp60 triliun-Rp 70 triliun.

Program Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung dengan panjang sekitar 2.500 km tersebut dibuat menjadi empat kluster. Kluster pertama di Provinsi Aceh, kluster kedua di Sumatea Utara, kluster ketiga di Sumatera Barat, dan kluster keempat di Sumatera Bagian Selatan.

Progress perkembangan pembanguna Koridor KA Trans Sumatera untuk daerah Dumai Provinsi Riau pembangunan rel kereta api sudah dimulai sejak bulan Oktober 2015 lalu. Untuk jalur dari Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu ke arah Dumai pengerjaan sudah dimulai dengan melakukan pemerataan tanah sejak bulan Mei 2015.

Proses rencana pembangunan untuk daerah daerah Provinsi Jambi sepanjang 218 KM telah selesai pada Juli 2015 dan sekarang masuk tahapan. Design Engineering Detail (DED) untuk pembangunan terowongan KA yang melewati kawasan perbukitan Setinjau Laut di Sumatera Barat telah disiapkan.

Di Sumatera Barat akan segera pengoperasian kereta bandara tahun 2016. Ini daftar pembangunan rel kereta api Koridor Trans Sumatera: a. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Sumatera: -Jalur KA baru Bireun-Lhokseumawe-Langsa-Besitang -Jalur KA baru Rantauprapat-Duri-Dumai -Jalur KA baru Duri-Pekanbaru -Jalur KA baru Pekanbaru-Muaro.

Kemudian Jalur KA baru Pekabaru-Jambi-Palembang -Jalur KA baru Simpang-Tanjung Api-Api -Jalur ganda KA Prabumulih-Kertapati -Jalur ganda KA Baturaja-Martapura -Jalur ganda KA Muara Enim-Lahat -Jalur ganda KA Cempaka -Tanjung Karang -Jalur ganda KA Sukamenanti-Tarahan -Jalur KA baru Rejosari/KM3-Bakauheni.

Selanjutnya Reaktivasi Jalur KA: -Binjai-Besitang-Padang Panjang-Bukit Tinggi-Payakumbuh -Pariaman-Naras-Sungai Limau -Muaro Kalaban-Muaro. Pembangunan Kereta Api Perkotaan/Jalur Ganda/Elektrifikasi/Jalur Baru Akses ke Pusat Kegiatan: -Perkotaan Medan (Jalur Ganda KA Medan-Araskabu-Kualanamu) -Perkotaan Padang (Padang-BIM dan Padang-Pariaman)-Perkotaan Batam (Batam Center-Bandara Hang Nadim)-Perkotaan Palembang (Monorel).

Pembangunan Kereta Api Akses Bandara: -Bandara Kualanamu, Medan (peningkatan kapasitas) -Bandara Internasional Minangkabau, Padang -Bandara Hang Nadim, Batam -Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pembangunan Kereta Api Akses Pelabuhan: -Pelabuhan Lhokseumawe -Pelabuhan Belawan -Pelabuhan Kualatanjung -Pelabuhan Dumai -Pelabuhan Tanjung Api-Api -Pelabuhan Panjang -Pelabuhan Bakauheni.

Koridor Trans Kalimantan Progres pengerjaan fisik jalur kereta api (KA) yang khusus melintasi jalur perbatasan di Kalimantan Barat (Kalbar) sudah mulai dilaksanakan sejak bulan Juni 2015 lalu. Rel kereta dibangun sepanjang 2.428 dan melintas dari Pontianak hingga Samarinda di Kalimantan Timur.

Pembangunan KA Khusus/Batubara/Akses Pelabuhan (Skema KPS): -Muara Wahau-Muara Bengalon -Murung raya-Kutai Barat-Paser-Panajam Paser Utara-Balikpapan -Puruk Cahu-Mangkatib b. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Kalimantan: -Jalur KA baru rute Tanjung-Paringin-Barabai-Kendangan-Rantau-Martapura-Banjarbaru-Bandara Syamsuddin Noor-Banjarmasin (196,27 Km).

Jalur KA baru rute Balikpapan-Samarinda (89,23 Km) -Jalur KA baru rute Tanjung-Tanah-Grogot-Balikpapan (233,78 Km), -Jalur KA baru Palangkaraya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas-Marabahan-Banjarmasin (193,73 Km), -Jalur KA baru Palangkaraya -Sangau-Pontianak-Batas Negara -Jalur KA baru Samarinda-Sangata-Tanjung Redep-Batas Negara.

Pembangunan Kereta Api Akses Bandara, Bandara Syamsuddin Noor C. Koridor KA Trans Sulawesi Jalur kereta api Trans-Sulawesi adalah jaringan jalur kereta api yang dibangun untuk menjangkau daerah-daerah penting di Pulau Sulawesi.

Proyek perkeretaapian Trans-Sulawesi ditargetkan mencapai panjang 2.000 kilometer dari Makassar ke Manado. Kereta api yang akan dikembangkan di Sulawesi berbeda dengan kereta api yang ada sebelumnya. Kereta api yang akan dibangun di Sulawesi jauh lebih modern dan berkecepatan lebih tinggi.

Koridor KA Trans Sulawesi: Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Sulawesi: -Jalur KA baru Manado-Bitung ( 48 km) -Jalur KA baru Bitung-Gorontalo-Isimu -Jalur KA baru Pare Pare-Mamuju -Jalur KA baru Makassar-Pare Pare (145 km) -Jalur KA baru Makassar-Sungguhminasa-Takalar-Bulukumba-Watampone -Jalur KA baru Mamuju-Palu-Isimu.

Pembangunan Kereta Api Perkotaan: -Perkotaan Makassar dan sekitarnya -Perkotaan Manado. Pembangunan Kereta Api Akses Bandara/Pelabuhan: -Bandara Sultan Hasanuddin -Pelabuhan Garonggong, Pelabuhan New Makassar -Pelabuhan Bitung. Koridor Trans Papua – Rute : Manokwari-Sorong, (pekerjaannya sedang dikebut) – Rute : Manokwari-Nabire.

Pembangunan Rel Kereta Api Ganda di Pulau Jawa Pembangunan lintasan Rel kereta api dua jalur (double track) yang menghubungkan ujung Barat Pulau Jawa hingga ujung Timur Pulau Jawa atau menghubungkan provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat menuju Provinsi Jawa Timur hampir selesai pengerjaanya.

Pembangunan double track saat in hanya tinggal di Jawa Timur saja terkendala oleh keberadaan titik-titik persimpangan. Untuk di wilayah tengah (perlintasan tengah di Jawa Timur) yakni di Saradan, karena adanya 4 perlintasan satu bidang dan lainnya di wilayah Lamongan, ada 2 perlintasan sebidang ditargetkan double track ini terealisasi dan bisa dipakai pada akhir 2017.

Dengan adanya double track akan mem‎bantu mengurai kemacetan dan mengurangi beban jalan di Jawa. Saat ini, jika dengan single track hanya mampu mengangkut‎ 80 trip per hari, nanti jika double track sudah selesai bisa mengangkut (peti kemas ukuran 40 feet) sampai tiga kali lipat, jumlah sekarang.

Dari pemaparan hasil pembangunan infrastruktur era Presiden Jokowi dan Kabinetnya itu, tentunya kita patut bersyukur dalam mengisi kemerdekaan RI ke 74 Tahun 2019 ini. Ternyata kebijakan Presiden Jokowi dalam menggelontorkan dana pembangunan infrastruktur yang sangat “gendut” bertolak belakang dari perawakan Jokowi yang “kerempeng”. 

Akhir Kata Saya Bangga Dengan Kinerja Presiden Jokowi dan Kabinetnya dan Saya Bangga Telah Memilih Jokowi Pada Pilpres 2014 Lalu. Pencoblosan Pilpres Rabu 17 April 2019 Saya Dan Keluarga Sudah Semakat dan Berdoa Untuk Kembali mencoblos Foto Jokowi di Kertas Suara Pilpres. (Berbagaisumber/Asenk Lee Saragih)
 

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar