Home » » Sekda M Dianto Buka FGD Menuju Pemilu Damai 2019

Sekda M Dianto Buka FGD Menuju Pemilu Damai 2019

Written By jambipos-online on Senin, 10 Desember 2018 | 19:02

Dianto: Koordinasi Pemangku Kepentingan Kunci Keberhasilan Pemilu 2019


Jambipos Online, Jambi- Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Drs.H.M.Dianto,M.Si membuka Forum Group Discussion (FGD) menuju pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden Damai 2019 untuk mewujudkan Jambi TUNTAS 2021, Senin (10/12/2018) bertempat di ruang utama kantor gubernur. 

Hadir pada kesempatan tersebut Staf Alhi Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Asraf S.Pt,M.Si, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir.Hj. Sri Anggunaini, M.Si, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Drs.H.Ahmad Bastari, M.Pd, Kaban Kesbangpol se-Provinsi Jambi, Perwakilan Kapolda, Perwakilan Perkumpulan Keluarga di Jambi.

Sekda menjelaskan bahwa pertemuan ini dinilai sangat penting dan strategis guna memperkuat jalur komunikasi, membangun sinergi dan memperkokoh komitmen sebagai penyelenggara negara, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/kota. 

“Kunci keberhasilan pelaksanaan pemilihan umum tahun 2019 yaitu meningkatkan koordinasi dan mengintensifkan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Semua permasalahan yang muncul, apabila dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan baik, harus diakui dalam proses pemilihan umum baik itu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden maupun pemilihan legisatif terdapat rentangan potensi konflik yang bisa amat panjang dan berkelanjutan bila dikelola setengah hati dan dipahami secara kelru serta tidak sistematik. Rentangan tersebut meliputi tahap pra-pemilihan, saat pemilihan dan pasca pemilihan. Dengan harus memiliki sinergitas antara satu dengan yang lain, guna lebih meningkatkan kualitas demokrasi, terutama dalam menata pemilu yang lebih baik dan bermartabat di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi”ujar Sekda.

Dilanjutkan Sekda bahwa kegiatan hari ini dilaksanakan oleh Staf Ahli Gubernur di bidang Pemerintahan Hukum dan Politik dengan mengajak beberapa unsur-unsur terkait yang ada di Jambi dalam rangka kita menyikapi pemilihan umum pemilihan presiden dan legislatif di tahun 2019 yang akan datang. 

“Sebelumnya kita juga sudah melaksanakan pertemuan dengan Forkompimda di hotek Swiss Bell dan seperti yang dipaparkan kemarin ada beberapa kendala yang kita temui yaitu durasi waktu di masing-masing TPS seperti yang disampaikan kan Pak Kapolda kemarin bahwa kalau masing-masing TPS itu sekitar 400 pemilih maka hasil rekap hasil pemilihan itu kemungkinan sampai jam 02.00 atau jam 03.00 pagi, oleh karena itu Pak Kapolda menyarankan dengan pihak KPU dan panduan Panwaslu agar masing-masing TPS maksimal 300 orang kalau pun 300 orang dengan itung-itungan kita mulai jam 08.00 pagi kemungkinan hasil rekapitulasi di masing-masing TPS itu baru ketemu sekitar jam 11.00 malam, " katanya. 

Hal ini sangking ruwetnya daftar kartu pemilih yang akan di pilih oleh masing-masing masyarakat kita. Pemilu kali ini adalah pemilu yang sangat rumit Jadi masing-masing kita itu nanti akan memilih 5 di situ pertama memilih Presiden kedua memilih DPD RI ke-3 , memilih DPR RI ke-4, memilih DPRD Provinsi dan kelima memilih DPRD kabupaten dan kota. Intinya bahwa pada saat kita paparkan kemarin usia 17 sampai dengan 60 mungkin dalam relatif normal, tapi apabila nanti yang memilih pun yang punya hak adalah lansia di atas usia 60 lalu yang disabilitas lalu orang sakit ini kan memerlukan waktu yang lebih lama”ujar Sekda.

Sekda menegaskan bahwa hasil FGD ini juga nanti akan kita sampaikan kepada institusi pemerintahan terutama untuk pengamanan di masing-masing TPS . 

“Paling tidak di masing-masing TPS itu ada 1 polisi lalu minimal ada 2 dari linmas perlindungan masyarakat yang direkrut nanti oleh pemerintah daerah di bawah Satpol PP masing-masing Kabupaten dan Kota dan jumlah personil nanti di masing-masing TPS banyak, lalu jumlah saksi juga banyak, lalu saksi partai juga banyak, ini memerlukan juga kerja keras semua pihak, apalagi kita tahu sekarang media online juga semakin semarak yang tidak hanya menunjukkan sikap yang positif tapi juga ada yang negatif," katanya. 

"Oleh karena itu saya juga berpesan dengan Dinas Kominfo agar kita pun dapat menentramkan para pemakai di media sosial agar bersikap sopan, bersikap baik jangan saling menghujat nanti terjadi hal-hal yang kesalahpahaman di kemudian hari, kita berkeinginan bahwa Pemilu tahun 2019 nanti berjalan dengan aman dan damai dan terpilih orang-orang yang memang menjadi harapan kita semua,”ujarnya. (JP-Hms-Maria/Lee)
Share this article :

Posting Komentar