Home » , » Ketua Perpani Provinsi Jambi Hadiri Munas Perpani XIX Tahun 2018

Ketua Perpani Provinsi Jambi Hadiri Munas Perpani XIX Tahun 2018

Written By jambipos-online on Kamis, 06 Desember 2018 | 07:14

Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) 2018-2022, Kelik Wirawan Widodo (kanan) bersama Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Jambi Ibnu Ziady MZ, ST, MH, Senin (3/12/2018). (Foto: Ist)
Kelik Wirawan Widodo Terpilih Sebagai Ketua Umum Perpani 2018-2022

Jambipos Online, Jambi-Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Jambi Ibnu Ziady MZ, ST, MH menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XIX Tahun 2018 Pengurus Besar Perpani di Jakarta, Senin (3/12/2018). Pada Munas pengurus Besar Perpani itu, dari total 31 Pengurus Provinsi sebagai pemilik suara memilih Kelik Wirawan Widodo sebagai Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) 2018-2022.

Dikutip dari Indonews.id, Kelik Wirawan Widodo mengalahkan kandidat lainnya, yaitu Muhamad Ali Reza. Proses pemilihan dilakukan oleh semua peserta Musyawarah Nasional Pengurus Besar Perpani, dari total 31 Pengurus Provinsi sebagai pemilik suara. Mereka sebelumnya telah tiba di Jakarta sejak Minggu, 2 Desember 2018.

“Marilah kita catatkan tonggak-tonggak prestasi melalui konsolidasi pengurus, pemetaan dan pembinaan klub-klub, dan standarisasi turnamen/kejuaraan dalam negeri dan pemeringkatan pemanah Nasional,” ujar Kelik Wirawan Widodo Ketua Umum Perpani Terpilih 2018-2022, dalam konferensi pers di Jakarta.

Dia juga mendorong agar olahraga panahan semakin popular di tengah masyarakat Indonesia. “Kita akan menciptakan perhatian serta memasyarakatkan olahraga panahan, agar cita-cita kita bersama memperoleh medali dalam Olimpiade Tokyo 2020 dapat tercapai,” katanya.
Ketua PERPANI Versi Lama Titik Soeharto bersama Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Jambi Ibnu Ziady MZ, ST, MH, Senin (3/12/2018). (Foto: Ist)
Kelik menambahkan bahwa di depan mata akan ada tiga ajang Panahan yaitu SEA Games 2019, Asian Games 2022 dan Olimpiade Tokyo 2020 Indonesia. Dia mengharapkan agar perolehan cabang olahraga ini akan lebih baik lagi.

“Contoh Asian games lalu kita meraih 1 perak dan 1 perunggu  sebagai tonggak kebangkitan kembali olahraga Panahan. Tentunya kami mengharapkan dukungan semua pihak agar cabor Panahan ini makin banyak digemari masyarakat dan memiliki atlet-atlet yang berprestasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sidang Munas Hengky F Sawaki mengatakan, Munas 2018 ini memiliki arti yang penting karena menentukan program kerja organisasi hingga empat tahun mendatang.

“Program kerja itu menjadi pemandu bagi para penggemar Olahraga Panahan serta para  atlet untuk menuju pertandingan internasional, termasuk bagaimana membawa bibit-bibit atlet Panahan lebih berpretasi dalam kejuaraan internasional," kata Hengky.

Perpani berdiri pada 12 Juli 1953 di Yogyakarta atas prakarsa Sri Paku Alam VIII. Kejuaraan Nasional yang pertama sebagai perlombaan yang terorganisir, baru diselenggarakan para tahun 1959 di Surabaya. Atas prakarsanya tersebut, akhirnya Sri Paku Alam VIII menjabat sebagai Ketua Umum Perpani selama 24 tahun terhitung mulai dari 1953 hingga 1977.

Setelah terbentuk organisasi resmi tersebut, akhirnya Perpani mengajukan diri sebagai anggota FITA (Federation Internationale de Tir A L`arc), sebuah organisasi panahan internasional yang telah ada sejak 1931.

Indonesia banyak melahirkan atlet panahan, antara lain adalah Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani. Ketiga atlet tersebut dibimbing langsung oleh atlet panahan senior yakni Donald Pandiangan.(JP-Lee) 

Share this article :

Posting Komentar