Home » , , , » Ivan Wirata Harapkan Penggunaan Aspal Karet Bisa Untungkan Petani Jambi

Ivan Wirata Harapkan Penggunaan Aspal Karet Bisa Untungkan Petani Jambi

Written By jambipos-online on Kamis, 06 Desember 2018 | 14:29

H Ivan Wirata ST MM MT .
Jambipos Online, Muarojambi-Calon Legislatis (caleg) DPRD Provinsi Jambi (Golkar) Dapil Kabupaten Muarojambi-Batanghari, H Ivan Wirata ST MM MT mengatakan, himbauan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Palembang, Sumses 26 November 2018 lalu yang memerintahkan Kementerian PUPR menggunakan aspal karet untuk pembangunan jalan, hal itu sangat direspon positif Balai Pelaksana Jalan Nasional IV (BPJN) Jambi.

Pasalnya Balai Pelaksana Jalan Nasional IV (BPJN) Jambi akan melakukan uji coba penggunaan aspal karet untuk pertama kalinya pada tahun 2019 mendatang. Jalan nasional yang akan diuji coba nantinya adalah jalan Sarolangun-Bangko sepanjang 4 kilometer. Ini menjadi sesuatu yang baru karena sebelumnya jalan nasional di Jambi menggunakan aspal minyak.

Menurut Kadis PUPR Provinsi Jambi Periode 2011-2014 ini, bawhwa penggunaan aspal yang dicampurkan dengan kandungan karet lokal akan menambah ketahanan dari jalan yang dibangun nantinya.

“Aspal yang dicampurkan dengan kandungan karet itu lebih tahan 50 persen dibanding tidak pakai karet. Pemerintah harus terus berupaya bagaimana memaksimalkan penggunaan aspal karet tersebut. Ini juga akan berdampak nantinya terhadap harga karet petani yang bakal naik,” ujar IW, yang akrab dengan slogan “Salam 4 JariIW Berjaya” ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memerintahkan Menteri PUPR agar membeli getah karet petani untuk campuran pengaspalan jalan. 

“Indonesia punya lahan sawit 13 juta hektare. Produksi dan stoknya melimpah, bisa sampai 42 juta ton. Begitu juga komoditas karet yang jadi andalan Sumatra Selatan. Karena itulah, di Palembang, saya sampaikan bahwa pemerintah memahami kekhawatiran para petani sawit dan karet di Sumsel mengenai rendahnya harga jual sawit dan karet beberapa waktu belakangan,” kata Jokowi.

Disebutkan, pemerintah sedang mengupayakan agar hasil produksi kedua komoditas dapat terserap dan sekaligus memperbaiki harga jual. Kendati berhadapan dengan kampanye negatif Uni Eropa, saya secara langsung menawarkan produk kelapa sawit Indonesia kepada pimpinan negara lain. 

“Saya minta Tiongkok beli 500.000 ton lebih banyak dari yang sekarang. Di dalam negeri sudah ada program B20, penggunaan minyak sawit 20 persen sebagai campuran solar. Guna menyerap produksi karet petani, saya sudah perintahkan kepada Menteri PUPR untuk — langsung atau lewat koperasi — membeli getah karet petani dengan harga yang baik. Getah karet itu dapat digunakan untuk campuran di pekerjaan pengaspalan jalan,” kata Jokowi di Sumsel 26 November 2018 lalu.(JP-Lee)

Share this article :

Posting Komentar