Home » , , » Sekjen PBB: Pernyataan Yusril Sinyal Arah Dukungan Partai

Sekjen PBB: Pernyataan Yusril Sinyal Arah Dukungan Partai

Written By jambipos-online on Selasa, 11 September 2018 | 11:34

Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra (ketiga kiri), dan para pengurus partai menunjukkan angka 19 sebagai no urut mereka pada Pemilu 2019 mendatang. ( Foto: Beritasatu Photo / Yustinus Paat )

Yusril Ihza Mahendra soal calon presiden petahana tak perlu berhenti atau cuti, punya pesan politik yang tegas.

"Jadi, di sini bisa dibaca ke mana arah politik Pak Yusril dan PBB sebenarnya," kata Sekjen PBB.

Jambipos Online, Jakarta - Partai Bulan Bintang (PBB) hingga saat ini belum memutuskan arah dukungan pada Pilpres 2019. PBB masih menunggu hasil Ijtima Ulama II. Namun pernyataan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra soal calon presiden petahana tak perlu berhenti atau cuti, punya pesan politik yang tegas.

Sekjen PBB Afriansyah Noor mengatakan bahwa pernyataan tersebut adalah pendapat akademik Yusril sebagai pakar di bidang hukum tatanegara. Pendapat akademik Yusril, kata dia, adalah pandangan seorang negarawan yang melihat persolan bangsa dan negara secara obyektif dengan mengedepankan kepentingan seluruh bangsa dan negara.

“Sikap Pak Yusril sebagai akademisi, biasanya sejalan dengan sikap politiknya. Beliau tidak pernah split personality dalam bersikap. Karena bagi beliau, seorang politisi haruslah mendasarkan sikap politiknya pada intelektualisme,” kata Afriansyah di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Hingga saat ini, PBB memang belum mengambil keputusan akan mendukung siapa. PBB sedang menunggu Ijtima’ Ulama II agar pandangan PBB tidak bertabrakan dengan pandangan para ulama. Yang jelas, PBB akan berada dalam satu barisan dengan pasangan calon yang ada ulamanya.

"Jadi, di sini bisa dibaca ke mana arah politik Pak Yusril dan PBB sebenarnya," tandas dia.

Dalam memutuskan dukungan, PBB mempertimbangkan segala sesuatu dengan menimbang-nimbang kepentingan bangsa, negara, dan umat Islam, di samping tentunya kemaslahatan PBB sendiri sebagai partai Islam yang juga sekaligus sebagai partai kebangsaan.

"Manfaat dan mudarat dalam memberikan dukungan itu harus jelas, dan disasarkan kepada hitung-hitungan yang rasional," pungkas dia.(*)



Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Posting Komentar