Home » , , » Jelang Natal, Omset Pembuat Stempel Naik

Jelang Natal, Omset Pembuat Stempel Naik

Written By jambipos-online on Sabtu, 08 September 2018 | 10:40

Yudi Setiap Hari Mampu Setor Rp 200.000 Kepada Istri
Yudi saat mengerjakan stempel warna pesanan pelanggang di Jalan Dr Sutomo (Depan Kantor Camat) Pasar Kota Jambi, Jumat (7/9/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Jambi-Jelang Perayaan Natal Desember 2018, orderan pembuat stempel warna dan stempel bantal di Pasar Kota Jambi naik. Dari bulan-bulan biasa omsetnya hanya Rp 150.000, namun jelang Natal Desember 2018 bisa bawa uang bersih ke rumah Rp 200.000 setiap harinya. Para pekerja tukang stempel Pasar Kota Jambi kini juga membutuhkan suatu kelompok resmi dan memiliki bapak angkat.

Yudi, seorang pekerja pembuat stempel warna, bantalan dan papan nama di Pasar Kota Jambi saat berbincang-bincang dengan Jambipos Online, Jumat (7/9/2018) sore mengatakan, ada kenaikan omset sedikit dari hari-hari biasanya jelang Natal 2018. 

“Ada kenaikan sedikit jelang Perayaan Natal Desember 2018. Mungkin ini karena banyak terbentuknya kepanitiaan Natal dan memesan stempel. Kebanyakan memesan stempel warna. Kini saya bisa setor ke istri Rp 200.000 setiap hari. Itu diluar dari biaya operasional saya setiap hari,” ujar Yudi yang memiliki merek “Reklame & Stempel Ratu” ini.

Yudi setiap harinya mangkal di Jalan Dr Sutomo (Depan Kantor Camat) Pasar Kota Jambi. Dia membuka usahanya dengan modal Rp 25 Juta, termasuk alat-alat pembuat stempel dan juga computer dan printer serta scanner dalam menunjang profesinya.

“Sekarang membuat stempel sudah menggunakan teknologi computer untuk pembuatan motif atau desain stempel. Tidak lagi dengan manual cungkil. Saya belajar otodidak soal computer khususnya dalam program desain gambar. Teknologi ini sangat membantu pembuat stempel saat ini. Pembuat stempel manual sudah jauh ketinggalan bahkan hampir punah,” ujar Yudi. 

Namun Yudi mengatakan, hingga kini kelompok pekerja pembuat stempel yang ada di Pasar Kota Jambi belum memiliki kelompok profesi atau organisasi profesi mereka. Juga belum memiliki bapak angkat untuk menaungi profesi mereka. 

“Sampai saat ini setahu saya belum ada organisasi atau kelompok kami pekerja pembuat stempel ini. Perlu juga ini dipikirkan agar profesi kami ini bisa memiliki organisasi atau kelompok yang bisa sebagai wadah kebersamaan dan aksi social dan juga untuk mencari sumber pendanaan dari lembaga perbankkan,” kata Yudi.

Kata Yudi, setiap bulannya bisa beromset bersih Rp 6 Juta dari hasil profesi yang digelutinya. Yudi juga meninggalkan nomor kontak (HP 082182974403) jika ada pembaca Jambipos Online yang ingin membuat stempel. (JP-Lee) 
Peralatan dan hasil karya Yudi di Jalan Dr Sutomo (Depan Kantor Camat) Pasar Kota Jambi, Jumat (7/9/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Peralatan dan hasil karya Yudi di Jalan Dr Sutomo (Depan Kantor Camat) Pasar Kota Jambi, Jumat (7/9/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Yudi saat mengerjakan stempel warna pesanan pelanggang, Jumat (7/9/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Peralatan dan hasil karya Yudi di Jalan Dr Sutomo (Depan Kantor Camat) Pasar Kota Jambi, Jumat (7/9/2018). Foto Asenk Lee Saragih



Share this article :

Posting Komentar