Home » , , » Maestro Iskandar Zakaria Tutup Usia

Maestro Iskandar Zakaria Tutup Usia

Written By jambipos-online on Jumat, 10 Agustus 2018 | 20:03

Maestro tradisi Iskandar Zakaria tutup usia pada usia 76 tahun, Jumat 10 Agustus 2018, sekitar pukul 17.00 WIB.
Jambipos Online, Jambi-Maestro tradisi Iskandar Zakaria tutup usia pada usia 76 tahun, Jumat 10 Agustus 2018, sekitar pukul 17.00 WIB. Masyarakat luas mengenalnya sebagai budayawan dan seniman multi disiplin ilmu seni. Tidak hanya peduli kepada budaya tak benda, Iskandar juga membuat museum mini di rumahnya untuk melindungi dan merawat benda-benda bersejarah.

Pengurus Dewan Kesenian Jambi, Nukman mengaku merasa sangat kehilangan. Menurut dia Iskandar telah banyak berbuat untuk perkembangan dan pelestarian tradisi di Provinsi Jambi serta Kerinci pada khususnya.

“Kita semua tentu merasa kehilangan. Sebab dia (Iskandar Zakaria-red) orang tua sekaligus guru dalam dunia seni dan kebudayaan. Bagi rekan-rekan yang hendak datang, dia akan dimakamkan di rumah duka, Kerinci-Sungaipenuh,” kata Nukman.

Nukman mengatakan Iskandar Zakaria lahir di Sungai Penuh 13 April 1942, anak ke tujuh dari dua belas bersaudara ini merupakan buah hati dari pasangan Zakaria dan Rahma.

Riwayat pendidikan formalnya dimulai dari SR tamat 1954 (dua tahun di Padang, selebihnya di Kerinci), SMP 1957, SMA tamat 1964 Setamat SMA ia pun melanjutkan pendidikan tingginnya di Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang(tidak tamat).

Menikah 26 April 1967 dengan Zainidar (Putri Sungaipenuh-Rawang) dikaruniai 4 orang anak, yaitu Meiza Teti Qadarsih, Gustiza Andria Qadarsih, Antri Maliza Qadarsih, S. Sos dan Amor Patria Qadarsah. Kakek 8 orang dan 2 cicit ini bertempat tinggal di Jalan R.A. Kartini 88 A Kel. Dusun Baru Kec. Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh, Jambi.

Karya Puisi, Esai, naskah drama, dan cerita rakyat telah diterbitkan di berbagai Koran dan juga oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.Selian itu, peraih Anugerah Gong Bertuah dan PIN Emas dari Gubernur Jambi ini juga telah mementaskan puluhan karya sastra, tari dan musik dibeberapa Kota di Tanah Air dan Asia Tenggara.

Kesungguhannya dalam melakukan penggalian dan pelestarian atas potensi tradisi yang dimiliki masyarakat Jambi mengantarkannya untuk mendapatkan beberapa penghargaan. 

Misalnya, Penulis terbaik tentang Perjuangan Fisik Rakyat Kerinci 1945-1949 dari Sekretariat Negara RI(1978), Penulis terbaik III naskah sandiwara radio dari RRI Pusat(1991), Rekor Muri untuk penulis Mushaf Alquran terpanjang di dunia(2006), dan Maestro Tradisi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata(2010).

Pemilik Sanggar Seni Ilok Rupo ini masih setia dalam merevitaliasi dan mengajarkan penulisan aksara Incung Kerinci pada generasi muda Kabupaten Kerinci secara khusus, dan Jambi secara umum. Rumah yang ditempatinya di Kota Sungaipenuh dijadikannya museum yang menyimpan beberapa koleksi naskah kuno dan peninggalan purbaka Kerinci lainnya.

Pengumpulan dan dokumentasi potensi kebudayaan Kerinci dilakukannya dengan biaya pribadi. Iskandar telah menyelamatkan benda cagar budaya Kerinci. Setidaknya ada tujuh ribu artefak yang ia simpan di museum pribadinya, seperti guci, menhir, alat pemotong dari batu, tembikar, naskah kuno, senjata, uang, dan ukiran.

Selain tercatat sebagai  Maestro Tradisi di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Iskandar juga pernah menerima penghargaan dari MURI pada 2006 karena menulis mushaf Alquran terpanjang di dunia yaitu 1919 meter.

Beberapa penghargaan yang pernah diraih antara lain penulis terbaik tentang perjuangan fisik rakyat Kerinci 1945-1949 dari Sekretaris Negara RI, 1978. Penulis terbaik III naskah sandiwara radio dari RRI Pusat, Jakarta 1991. 

Kemudian penata tari terbaik dari Gubernur Jambi, 1997. Lalu mendapatkan anugerah Gong Bertuah dan Pin Emas dari Gubernur Jambi, 2014. Untuk karya seni, Iskandar melahirkan tari, musik, puisi, esai, drama dan prosa.

Misalnya tari Marcok, Pimcuran Tujuh, Lenggang Kangkung dan lainnya. Kemudian musik yakni Majeu Kincai dan Alsikdah. Unruk karya esai ada banyak, diantaranya Tarian-tarian Klasik Daerah Kerinci dan Benda Purbakala Kerinci, Penobatan Depati dan lainnya. (Suwandi)

Sumber: Jambipro.com

Share this article :

Posting Komentar