Home » , » Kemenpora Minta Maaf soal Pemukulan Jurnalis saat Pawai Obor Asian Games di Jambi

Kemenpora Minta Maaf soal Pemukulan Jurnalis saat Pawai Obor Asian Games di Jambi

Written By jambipos-online on Selasa, 07 Agustus 2018 | 13:09

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot Sulistiantoro Dewa Broto.
Jambipos Online, Jakarta-Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, mengaku sangat menyesal dengan adanya aksi kekerasan yang terjadi kepada salah satu jurnalis ketika meliput pawai obor Asian Games 2018 di Jambi, Jumat 3 Agustus 2018. Ia pun langsung menyampaikan perminta maaf dan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran sehingga hal itu tak terulang kembali.

Sebagai perwakilan dari Menpora dan INASGOC (panitia Asian Games 2018), permintaan maaf Gatot itu ia sampaikan karena merasa menyesal, terlebih lagi korban jurnalis itu adalah seorang perempuan. Padahal ia tahu bahwa dengan tanpa adanya bantuan dari awak-awak media, event olahraga terbesar di Asia tersebut tidak akan diketahui oleh masyarakat luas. Kini, Gatot pun berjanji akan menjadikan insiden itu sebagai sebuah catatan untuk inter INASGOC.

“Tentu saja kami sangat menyesalkan atas terjadinya kekerasan pada jurnalis, apalagi itu terhadap jurnalis wanita. Tanpa wartawan, Asian Games tidak akan menggema kemana-mana. Saya sebagai bagian dari INASGOC dan Kemenpora menyampaikan permohonan maaf. Ini akan menjadi catatan untuk internal INASGOC,” ucap Gatot, Sabtu (4/8/2018).

Seperti yang diketahui, insiden pemukulan terhadap jurnalis perempuan itu bermula ketika salah satu wartawan media Kompas TV Jambi, Suci Annisa (28), sedang melakukan peliputan pawai obor Asian Games 2018 di Kota Jambi. Akan tetapi ketika sedang meliput tersebut, salah satu oknum petugas pengamanan tim pembawa obor Asian Games itu memukul ke bagian ulu hati Suci Annisa.

Tentu sejak kejadian tersebut banyak pihak, terutama dari kalangan media mengecam tindakan oknum petugas pengamanan tersebut. Mereka merasa bahwa tidak sepantasnya bagi seorang wartawan mendapatkan perlakuan kekerasan seperti itu ketika sedang bertugas meliput suatu kejadian, apalagi korbannya adalah seorang perempuan.(JP)


Sumber: okezone.com
Share this article :

Posting Komentar