Home » , , » KLHK Antisifasi Karhutla di Provinsi Jambi

KLHK Antisifasi Karhutla di Provinsi Jambi

Written By jambipos-online on Senin, 23 Juli 2018 | 16:55

LHK Terapkan Pembasahan Lahan Kering Cegah Karhutla
Pertemuan Bertempat di Ruang Rapat Sekda Provinsi Jambi, Pukul 13.00 WIB Senin (23/7/2018).
Jambipos Online, Jambi- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyatakan satgas telah mengatur pembasahan lahan kering, terutama gambut guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera saat pelaksanaan Asian Games.

Asean Games dibuka pada tanggal 18 Agustus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kali kedua Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games setelah tahun 1962 di Jakarta. 

Sehubungan dengan pergelaran akbar Asean Games di Indonesia, maka Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) melakukan kunjungan ke Provinsi Jambi.

Pertemuan ini bertempat di Ruang Rapat Sekda Provinsi Jambi, Pukul 13.00 WIB Senin (23/7/2018). Dalam pertemuan ini turut hadir Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan RI Prof Dr. Ir. Sigit Hardwinarto, M.Agr. beserta rombongan untuk melakukan audiensi bersama Plt. Gubernur Jambi terkait penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.

Cegah Karhutla

Menurut Sigit Hardwinarto , lahan yang kering dibasahkan untuk mencegah kebakaran, apalagi menghadapi puncak kemarau yang diperkirakan terjadi Agustus nanti.

Untuk memastikan pelaksanaan pesta olahraga se-Asia yang ke-18 di Jakarta dan Palembang tersebut berjalan sukses, berbagai upaya dilakukan pemerintah terutama agar tidak terganggu dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Kementerian LHK sudah beberapa bulan lalu di lapangan, di daerah, Manggala Agni juga jalan memastikan karhutla tertangani," kata dia.

Begitu juga dengan sosialisasi kepada masyarakat terus berjalan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terutama menghadapi musim kemarau yang diperkirakan puncaknya pada Agustus 2018. Saat musim kemarau, lahan gambut sangat mudah terbakar, dampaknya bisa menimbulkan kabut asap jika tidak ditangani dengan cepat.

"Saya baru kembali dari Riau, memang kondisinya sudah seminggu tidak hujan, begitu juga Palembang. Jadi situasinya memang kering. Di samping itu masih ada oknum yang entah sengaja atau tidak membakar lahan, tapi sudah teratasi," katanya.

Sebelumnya terjadi karhutla di Sumatera Selatan, saat ini dinyatakan telah teratasi dengan upaya pemadaman baik lewat jalur darat maupun bom air lewat udara. Pemadaman titik api lewat udara, dikerahkan 17 unit helikopter untuk melakukan water boombing di empat Provinsi yang telah menetapkan status darurat.

Rinciannya, delapan helikopter di Propinsi Riau, empat helikopter di Sumsel, tiga heli di Kalbar, dan dua helikopter di Kalteng. Delapan Unit helikopter ini berasal dari KLHK, BNPB, TNI- AU dan pihak swasta.

Lima provinsi, satu kabupaten di Provinsi Aceh dan tiga kabupaten di Provinsi Jambi telah menetapkan status siaga darurat penanganan bencana asap. Provinsi dimaksud adalah Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. (JP-Lee)

Share this article :

Posting Komentar