Home » , , , , » Bau Asap Kebakaran Lahan dan Hutan Sudah Terasa di Kota Jambi

Bau Asap Kebakaran Lahan dan Hutan Sudah Terasa di Kota Jambi

Written By jambipos-online on Senin, 30 Juli 2018 | 12:32

Jangan Terulang Lagi. Siswa dipulangkan saat baru tiba di SD Xaverius 2 Kota Jambi, Senin 31 Agustus 2015. Kabut asap tebal yang menyelimuti udara Kota Jambi menyebabkan seluruh sekolah diliburkan sejak Jumat, Sabtu hingga Senin 31 Agustus 2015. Foto Asenk Lee Saragih

Kebakaran hutan dan lahan di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi tiga hari terakhir menyebabkan asap menyebar hingga ke Kota Jambi.

Jambipos Online, Jambi - Kebakaran hutan dan lahan di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi tiga hari terakhir menyebabkan asap menyebar hingga ke Kota Jambi. Akibatnya wilayah Kota Jambi yang sudah sempat bersih dari asap sepekan terakhir kembali diselimuti asap Senin (30/7/2018) pagi.

Pantauan di Kota Jambi, Senin (30/7/2018) pagi, asap yang menyelimuti kota itu tampak masih tipis. Tetapi asap merata di seluruh wilayah kota tersebut. 

Asap juga belum sampai mengganggu penerbangan dan aktivitas warga kota itu. Namun bau asap sudah mulai terasa dihidung saat menghirup udara. Bahkan hingga siang hari, aroma bau asap semakin menyengat yang membuat kerongkongan mulai gatal. 

Warga Kota Jambi menyesalkan masih terjadinya kebakaran hutan dan lahan di beberapa kabupaten yang bertetangga dengan Kota Jambi. Kebakaran hutan dan lahan di kabupaten tetangga itu selalu menimbulkan asap ke Kota Jambi.

“Asap yang menyelimuti Kota Jambi ini merupakan asap kiriman dari daerah tetangga, terutama Kabupaten Muarojambi, Batanghari dan Tanjungjabung Timur. Kebakaran hutan dan lahan di ketiga daerah itu terjadi selama tiga hari terakhir dan asapnya kini sampai ke Kota Jambi,” kata Drlina Sinaga (34), warga Kebun Handil, Kecamatan Jelutung Kota Jambi.

Derlina juga meminta agar pihak terkait untuk menindak siapa saja yang melakukan pembakaran lahan dan hutan. “Seharusnya tim yang sudah dibentuk bergerak cepatlah mencegah siapa yang melakukan pembakaran lahan dan hutan. Masyarakat petani juga harus sadar dirilah jangan membuka lahan dengan cara membakara lahan,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, Senin (30/7/2018) menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan memang terjadi di Kabupaten Muarojambi, Batanghari dan Tanjabtim. Kebakaran hutan di kawasan perkebunan kelapa sawit rakyat Desa Sumber Agung, Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Batanghari terjadi sejak Kamis (26/7/2018).

Kemudian kebakaran lahan gambut di lahan masyarakat Desa Sungaisayang, Kecamatan Sadu, Tanjabtim sejak Rabu (25/7/2018) berhasil dipadamkan Jumat (27/7). Sedangkan kebakaran lahan di beberapa lokasi di Batanghari sepekan terakhir juga sudah dapat dipadamkan.

“Kebakaran lahan gambut sekitar 10 hektare di Desa Sungaisayang, Tanjabtim yang terjadi selama tiga hari sudah dapat dipadamkan Jumat (27/7/2018). Namun petugas masih ada yang siaga di lokasi menunggu proses pendinginan lahan yang baru padam,”katanya.

Dijelaskan, enam kabupaten di Jambi sudah memberlakukan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Keenam kabupaten yang berstatus siaga darurat kebakaran hutan dan lahan tersebut, Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tanjungjabung Barat, Tanjungjabung Timur, Tebo, Sarolangun dan Merangin.

“Berkaitan dengan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan tersebut, kini upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di enam kabupaten tersebut sudah satu komando dari Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi,”katanya.

Sementara itu Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kota Jambi – Muarojambi, Ramses Siregar mengatakan, pihaknya mengerahkan 46 orang personil gabungan untuk memadamkan kebakaran lahan di Desa Sumber Agung, Sungai Gelam, Muarojambi. Pemadaman kebakaran lahan dilakukan melalui jalur darat menggunakan mesin pemadam kebakaran hutan dan lahan.

“Kebakaran di Desa Sumber Agung, Muarojambi terjadi di lahan kebun sawit petani yang bermitra dengan PT Bahari Gembira Ria sejak Kamis (25/7). Sumber api belum diketahui. Api yang melalap beberapa hektar kebun sawit baru bisa dipadamkan Jumat dini hari. Kami mengerahkan 46 personil pemadam kebakaran dari gabungan Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, PT BGR dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Gambut Jaya,” katanya.

Terdapat 22 Titik Panas

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi mencatat, Minggu (29/7/2018), sebanyak 22 titik panas (hotspot) terdeteksi sensor modis satelit Terra-Aqua dan Suomi NPP .

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, Nurangesti, mengatakan, titik panas terpantau di tiga kabupaten dengan tingkat kepercayaan (confident) terjadinya kebakaran 51 hingga 100 persen.

“Titik panas terpantau di kabupaten Muarojambi sebanyak 15 titik, Kabupaten Tebo enam titik dan Kabupaten Sarolangun satu titik. Di Kabupaten Muarojambi terdeteksi di dua kecamatan yang berdekatan, yakni Kumpeh dan Kumpeh Ulu. Di Kecamatan Kumpeh terdeteksi 12 titik dengan tingkat kepercayaan ada yang 100 persen atau dapat dipastikan terjadinya kebakaran lahan. Sedangkan, di Kecamatan Kumpeh Ulu terdeteksi tiga titik dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran 78, 88 dan 98 persen. Di Kabupaten Tebo terdeteksi enam titik yakni lima titik di kecamatan Sumay dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran 71, 80, 85 dan ada yang mencapai 100 persen,” katanya.

Kemudian satu titik di Kecamatan Muara Tabir dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran juga 100 persen atau dipastikan di titik itu memang terjadi kebakaran. Sementara di Kabupaten Sarolangun terdeteksi satu titik yakni di Kecamatan Pauh dengan tingkat kepercayaan terjadinya kebakaran 51 persen.

"Untuk tingkat kepercayaan terjadi kebakaran terendah (51) berada di Kecamatan Pauh, Sarolangun dan tertinggi (100) ada di Kecamatan Kumpeh (Muarojambi), Kecamatan Sumay (Tebo) dan Kecamatan Muara Tabir (Tebo),” ujarnya.

Nurangesti mengatakan untuk wilayah Sumatera, Provinsi Jambi berada diurutan ketiga terbanyak titik panas terpantau pada 29 Juli 2018. Provinsi Sumatera Selatan terdeteksi 31 titik, Bangka Belitung 23 titik, Jambi 22 titik, Lampung 18 titik, Riau 18 titik, Sumatera Utara empat titik dan Kepulauan Riau dua titik. (JP-Lee)
Share this article :

Posting Komentar