Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


"Tidak Ada Musuh dan Teman Yang Abadi"

"Tidak Ada Musuh dan Teman Yang Abadi"-FB Ahmad Dedy Setiyo
Jambipos Online-Mari sama-sama kita renungkan...Prabowo itu calon wapres yang berpasangan sama Megawati (Pilpres 2009), Fadili Zon itu juru kampanye Jokowi Ahok dengan baju kotak-kotaknya di Pilgub 2012.

Anies itu tim sukses Jokowi-JK plus mantan menteri pendidikan, setelah sebelumnya Anies salah satu capres versi konvensi Partai Demokrat, partai besutan SBY.

Lanjut....

SBY itu menterinya Mega, maju nyapres bareng JK dengan didukung penuh Surya Paloh. Sekarang Suryo Paloh mesra banget sama Mega, seraya menjauhi SBY.

Pilpres berikutnya giliran JK nyapres bareng Wiranto melawan SBY-Boediono yg didukung om Ical.... Lalu kemana om Ical? Sekarang temenan ama Prabowo yg dulu kompetitornya di Pilpres 2009, dan lucunya temenan juga sama Rachmawati, musuh besar pengusaha dan para militer...

Masih ingat Amien Rais? Manusia ini lebih unik lagi, menggulingkan Gus Dur sehingga Mega naik jadi presiden. Padahal sebelumnya paling ga sudi Mega jadi presiden. Dia yang menjadi inisiator agar Gus Dur jadi presiden.

Pilpres berikutnya ia ngelawan SBY (2004) dan Prabowo (2009). Amien begitu anti dengan Prabowo karena dianggap pelanggar HAM dengan menculik para aktivis. Eehhh, sekarang Amien akrab banget dengan Prabowo, Perlu diketahui, pada 1998, Amien adalah target jenderal Prabowo utk "diamankan".

Bagaimana dgn PKS ?
Semua juga sudah tahu ceritanya. Para kadernya gila-gilaan menjatuhkan Prabowo pada Pilpres 2009 dan Pilkada DKI 2012. Sekarang, aah...tak terpisahkan.

PKS dan Gerindra selama masa SBY adalah musuh bebuyutan, karena Gerindra begitu mesra bersama PDIP dalam status oposisi, sementara PKS masuk koalisi di Setgab SBY.

Bahkan sekarang om Fadli dan om Fahri udah kayak ipin dan upin. Tapi anehnya, Fahri gontok-gontokan dengan PKS yang para bosnya (Sohibul Iman dan Prabowo) begitu seiya sekata.

Tambahan. Ahmad Dhani ?!?!? Hehehe, geger dengan FPI karena masalah lambang agama, menciptakan lagu "Laskar Cinta" buat nyindir FPI, sekarang? Yaa begitulah.

Jadi jangan kaget kalau kalau besok besok, boleh jadi bang Jonru jadi pembela Jokowi, om Denny Siregar jadi pembela Prabowo. Nothing is impossible in this country. Makanya istilahnya adalah "bermain politik", karena ini hanyalah sebuah permainan. 

Bukan ideologis. Dalam politik itu, tidak ada kawan sejati atau musuh abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi. Politik kepentingan jauuuuhhhh mengalahkan ideologi, partai maupun golongan.

Mari kita yang rakyat biasa ini ingat, bahwa politik itu permainan yg dinamis. Jangan korbankan teman, saudara, tetangga hanya berbeda pilihan politik hari ini, yang wajar wajar aja lah, ga perlu emosional. Mereka yang di atas ketawa ketiwi aja ngeliat kita berdebat kusir, menghabiskan energi dengan saling mencela pilihan orang lain. (anonymous).

Sumber: FB-Ahmad Dedy Setiyo/9 Mei 2018.

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar