Home » , , » Lingkungan Pembentuk Suatu Prilaku

Lingkungan Pembentuk Suatu Prilaku

Written By jambipos-online on Jumat, 01 Juni 2018 | 08:03

ILUSTRASI
Oleh: Nurandiana 

Jambipos Online-LINGKUNGAN.Nah, apa itu lingkungan? Lingkungan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan dan perkembangan prilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar. Lingkungan juga sering disebut sebagai patokan dalam pembentukan prilaku seseorang.

Dalam suatu lingkungan pasti terdapat suatu prilaku. Prilaku adalah bentuk tanggapan, gerakan atau reaksi yang dihasilkan dari dalam diri individu atau hasil meniru lingkungan setempat. Prilaku dapat diartikan sebagai perbuatan. Kadang prilaku bisa membuat image tertentu pada setiap orang yang ada dan prilaku juga dapat menggambarkan bagaimana orang itu.

Ada salah satu contoh yang mungkin sering kita temukan dalam sebuah lingkungan, yaitu keluarga yang baru pindah di sebuah komplek dan keluarga tersebut memiliki beberapa anak, anaknya masih kecil dan umurnya masih di bawah 10 tahun, di tempat mereka yang baru itu, sang anak merasa canggung untuk bermain dan berintraksi dengan anak tetangga lainnya, padahal kita tau anak yang umurnya di bawah 10 tahun tersebut masih terbilang masa anak-anak untuk bermain dan mengenal dunia luar. 

Tetapi, semua itu tidak berlaku bagi mereka yang baru saja pindah. Apalagi jika dalam sebuah lingkungan tersebut terdapat orang tua yang super sibuk, dan waktu liburya hanya hari sabtu dan minggu. Jadi sang anak hanya tinggal di rumah dan hanya di temani dengan pembantu.  Hal inilah yang menjadi faktor lain yang menyebabkan anak tersebut tidak berintraksi di luar rumah. 

Akhirnya sang anak hanya bisa bermain dengan saudaranya di rumah, dan semua ini menimbulkan cemburu sosial terhadap anak, tak menuntut kemungkinan jika anak memiliki fikiran “kok saya tidak bisa seperti itu yang bebas bermain di luar sana, sedangkan mereka bisa dengan leluasa bermain “. 

Dari kecemburuan sosisal yang di alami sang anak dapat menimbulkan dampak melalui sifat yang lebih tertutup dengan kehadiran orang lain, malu tampil didepan umum, hidup kadang tidak bergairah, suka manja atau mencari perhatian orang tua saat di rumah. 

Lingkungan ini sebagai sumber alam, dan segala aspek yang menyangkut manusia dan lingkungannya secara menyeluruh. Yang mana kita tahu bahwa manusia adalah makhluk ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk terhadap aturan hukum alam, seperti mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati. 

Berintraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif maupun negatif. Lingkungan juga sebagai suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari dan memiliki. 

Manusia adalah komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan berfikir dan penalaran yang tinggi. Peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang bersifat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan. 

Contohnya, mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir. Sedangkan peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Contohnya, ekploitasi yang melampaui batas. 

Perhatian dan pengaruh manusia terhadap lingkungan makin meningkat pada zaman teknologi maju seperti sekarang ini. Pada masa ini manusia mengubah lingkungan hidup alami menjadi lingkungan hidup binaan. Setiap tingkah laku manusia selalu mengarah pada suatu tugas tertentu salah satu diantaranya adalah stimulus dan respon.

Apa sih yang stimulus dan respon itu? Stimulus adalah suatu yang merangsang atau mendorong terjadinya prilaku, misal situasi, kejadian, orang atau benda. Nah, respon adalah tanggapan terhadap stimulus. 

Menurut Lawrence Green (1991) menyatakan bahwa prilaku di tentutkan oleh tiga faktor utama, yaitu :
1. Faktor predisposisi adalah faktor yang mempermudah terjadinya prilaku seseorang. 

2. Faktor pemungkin adalah faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi prilaku atau tindakan. 

3. Faktor penguat adalah faktor yang mendorong terjadinya prilaku.

Bagaimana hubungan prilaku dengan lingkungan? jadi, manusia sebagaimana makhluk lainnya memiliki keterkaitan dan ketergantungan terhadap lingkungan. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa adanya dukungan dari lingkungannya. (JP-Penulis Adalah Mahasiswa UIN STS Jambi, Prodi Tadris         Matematika semester II)


Share this article :

Posting Komentar