Home » , , » Jokowi: Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun Jangan Sampai Terulang!

Jokowi: Kasus Tenggelamnya KM Sinar Bangun Jangan Sampai Terulang!

Written By jambipos-online on Rabu, 20 Juni 2018 | 21:15

Jumpa pers Presiden Jokowi Foto: Andhika Prasetia/detikcom
KM Sinar Bangun Karam di Danau Toba

Jambipos Online, Bogor-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar dilakukan evaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyeberangan terkait tragedi karamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Dia menegaskan agar kasus seperti ini jangan sampai terulang.

"Saya minta kasus seperti ini jangan sampai terulang lagi dan saya telah memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyebrangan," kata Jokowi.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/6/2018) malam. Dia bicara didampingi Menhub Budi Karya Sumadi dan Kabasarnas Marsdya M Syaugi.

Jokowi mengatakan, dirinya telah mendapat laporan dari Menhub dan Kabasarnas mengenai musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba. Dia atas nama pribadi dan rakyat Indonesia mengucapkan dukacita mendalam atas korban yang meninggal dan korban luka. Dia memerintahkan agar tim SAR gabungan secepatnya menemukan para korban yang hilang.

"Musibah ini merupakan pelajaran bagi kita semuanya untuk selalu hati-hati dan waspada. Bagi semua pemilik kapal, patuhi semua peraturan yang ada, utamakan keselamatan penumpang, serta ikuti petunjuk dan arahan dari BMKG mengenai prakiraan dan potensi adanya cuaca buruk. Saya juga minta kepada Kemenhub dan Dinas Perhubungan di daerah untuk selalu rutin melakukan pengecekan berkala demi keamanan dan keselamatan penumpang," ujarnya.

"Pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan menjamin biaya perawatan untuk yang memerlukan perawatan," sambung Jokowi.

Jokowi: Segera Temukan Korban

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para korban yang masih belum ditemukan dari KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba untuk segera diselamatkan. Namun pencarian hari ini telah dihentikan untuk dilanjutkan esok hari.

"Terhadap korban yang hilang, saya minta Basarnas, TNI, Polri, BNPB secepatnya segera menemukan dan menyelamatkan korban," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (20/6/2018).

Jokowi juga sebelumnya menyampaikan belasungkawa terhadap para korban yang meninggal dunia. Jokowi menyebut musibah kapal tenggelam itu agar menjadi pelajaran.

Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi sebelumnya menyatakan, hingga siang tadi, ada 192 orang yang dilaporkan hilang. Jumlah itu merupakan laporan masyarakat yang menyatakan anggota keluarganya hilang, tapi belum tentu ikut dalam kapal nahas tersebut.

Sedangkan korban yang ditemukan sejauh ini 21 orang termasuk 3 orang yang ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Kapal Dilarang Berlayar Sementara di Danau Toba
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Foto: Grandyos Zafna/detikFoto
Sementara Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan mengaudit seluruh kapal yang beroperasi di Danau Toba, Sumatera Utara, terkait insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun. Ini dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran agar kasus kapal tenggelam tidak terulang.

"Pemerintah akan melakukan audit keselamatan terhadap semua kapal yang beroperasi di Danau Toba pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya," kata Budi Karya dalam jumpa pers di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2018).

Budi mengatakan, telah dilakukan pertemuan dengan seluruh operator kapal motor di Danau Toba. Dalam pertemuan itu semua sepakat untuk meningkatkan kualitas pelayaran di Danau Toba demi meningkatkan aspek keselamatan. Selain itu, Kemenhub juga akan membantu dengan memberikan 5.000 life jacket untuk seluruh operator kapal yang beroperasi di Danau Toba. 

"Saat ini kapal belum diperbolehkan berlayar sampai dengan aspek keselamatan kapal terpenuhi, kecuali 2 kapal Ro-Ro Sumut 1 dan Sumut 2 untuk kegunaan pertolongan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Budi, akan dilakukan renovasi terhadap 5 dermaga di Danau Toba yaitu Ambarita, Ajibata, Simalino, Tigaras, dan Muara dimulai tahun 2018-2019 dengan anggaran masing-masing Rp 75 miliar. 

"Sedang dijajaki pengelolaan oleh 5 dermaga untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak ASDP. Sedang diadakan 4 kapal Ro-Ro dari Kemenhub dan ASDP dan juga ada CSR dari masyarakat Sumut untuk membuat satu perusahaan dengan menyumbang 2 kapal," ucapnya.

Budi menambahkan, pemerintah berkomitmen sekuat tenaga mencari korban KM Sinar Bangun. Investigasi juga akan dilakukan untuk mencari tahu siapa-siapa pihak yang lalai dalam kasus tenggelamnya kapal ini.

"Kami sampaikan pemerintah berkomitmen sekuat tenaga mencari korban-korban yang hilang, kedua berniat untuk melakukan satu perbaikan dan reformasi berkaitan dengan peraturan yang berlaku dan ketiga melakukan investtigasi terhadap pihak-pihak apabila ada suatu pelanggaran terhadap peraturan-peraturan yang ada," katanya.

"Besok pagi saya Menhub bersama Panglima TNI, Kabasarnas, Dankormar atas izin KSAL akan ke Simalungun untuk melakukan satu pengamatan, penelitian, dan melakukan suatu konsolidasi terhadap kegiatan-kegiatan pencarian dan upaya memberikan suatu keselamatan bagi masyarakat," sambungnya.

Budi sebelumnya mengatakan, dari keterangan yang diperoleh KM Sinar Bangun adalah kapal berkapasitas 35 GT. Sejauh ini menurut dia, ada 3 orang penumpang yang ditemukan dalam keadaan tewas.

"Kalau 35 GT itu kapasitas dari muatan kapal itu adalah kurang lebih 43 orang. Kejadian kecelakaan 18 Juni pukul 17.15 WIB, berjarak 500 m dari Dermaga Tigaras. Cuaca dalam keadaan hujan deras, angin kencang, petir hingga tinggi gelombang sampai dua meter. Sampai hari ini korban yang diselamatkan 21 orang, meninggal 3 orang. Dari 18 yang selamat, sudah kembali ke rumah masing-masing," jelasnya.(JP)

Sumber: Detik.com 
Share this article :

Posting Komentar