Home » , » Hikmat Ramadhan, Tempat Terpuji

Hikmat Ramadhan, Tempat Terpuji

Written By jambipos-online on Kamis, 07 Juni 2018 | 14:11

Prof. Mukhtar Latief. IST

Oleh: Prof. Mukhtar Latief


Jambipos Online- Tiap manusia pasti mendambakan kedudukan, jabatan dan karir kerja yang sukses. Tetapi tidak semua kita mampu mewujud nyatakannya dalam kehidupan. Karena tiap orang ada jalan hidupnya, ada pilihan hidup sesuai kemampuan dan keinginan masing-masing.

Karir yang sukses dengan prestise yang tinggi di hadapan manusia, belum jaminan sukses dan mulia di sisi Allah, karena boleh jadi sukses jabatan dan karir itu diperoleh dengan segala cara sehingga sampai ke puncak karir atau kekuasaan.

Tiap sukses dan mendapatkan tempat yang terpuji itu, tentu telah melewati usaha perjuangan dan doa yang panjang. Sehingga memperoleh apa yang dia ikhtiarkan.

Bagi Allah sangat mudah memberikan berbagai kesuksesan itu, karena semua telah dibuka ruangnya bagi manusia. Hanya soalnya manusia yang enggan menjemputnya dan mendapatkannya dengan sungguh, semua anugerah Allah yang telah dihamparkan.

Allah memberi apresiasi kepada mereka yang sungguh sehingga memperoleh prestasi dan prestise karena capaian itu telah melewati usaha ekstra, karya-karya monumental, pengabdian yang panjang dan pengorbanan yang banyak. Karena itu tidak ada prestasi puncak yang mulya dan terpuji diraih hanya dengan ujuk-ujuk tanpa kerja optimal dan maksimal.

Dalam beragama, Allah juga sangat mengapresiasi umatnya yang bekerja ekstra cerdas, dan berkarya sungguh dengan ikhtiar maksimal yang dilakukan, dan mereka bukan hanya beribadah dan beramal sebatas gugur kewajiban. Amaliah dan ibadah tambahan inilah yang mendongkrak seseorang cepat sampai ke tempat terpuji (maqaman mahmudah).

Ibadah dan amaliah ekstra ini dikenal sebagai ibadah yang dilakukan sebagai upaya strategis seorang hamba terhadap TuhanNya, sebagai ibadah khusus tambahan, di waktu khusus, dan tentu keinginan pun dikabulkan secara khusus, ini yang dikatakan ibadah tambahan ekstra yang sangat khusus (nafilah).

Allah beri tuntunan untuk ibadah khusus ini bagi hambaNya yang mau memperoleh prestasi dan prestise khusus di sisi Allah, dalam QS. Al-Muzammil, (yaa ayyuhal muzammil qumil laila). Wahai orang-orang yang tidur bangunlah di malam hari (pada dua pertiga malam), sekitar pukul 02.00. Bacalah Al-Qur'an dengan baik dan tertib (tartil), lakukanlah ibadah shalat tahajud dan hajat, lakukan zikir dan doa, mintalah apapun kepada Allah. Niscaya Allah akan kabulkan.

Selain dikabulkan segala doa, Allah angkat siapa saja yang melakukan demikian ke tempat yang terpuji, “maqaman mahmudah”, sebagaimana akhir surat ini dikatakan “dan pada sebagian malam hari, shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, semoga Allah mengangkat kamu ke tempat yang terpuji “tempat yang mulya” maqaman mahmudah”.

Berat sekali mengerjakan shalat malam, karena itu Rasulullah mengatakan “Perhiasan dan kemuliaan orang mukmin adalah mengerjakan shalat malam.”

Ali RA, pernah mengatakan pada seorang yang bertanya, "beratnya bangun dan mengerjakan shalat malam, itu dikarenakan beratnya dosa yang melekat atas dirimu".

Semoga kita mendapat Taufiq dan hidayah untuk selalu menjaga ibadah-ibadah dan shalat malam kita (tahajud), semoga kita mendapat maqaman mahmudah di dunia dan akhiratnya Allah. Aamiin.(Penulis Adalah Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) organisasi wilayah (Orwil) Provinsi Jambi).


Share this article :

Posting Komentar